Cerita Sex – Pengalaman Meniduri Istri Temanku

9563 views

Cerita Sex – Pengalaman Meniduri Istri Temanku | Kali ini saya akan mebeberkan pengalaman terbaik yang pernah ku alami selama di perantauan. Perkenalkan dulu , Aku (Ronis) baru berusia 35 thn, akan berbagi cerita dari perjalananku bersama istri tmn kuliahkui. Sebut saja namanya “Yuniar” ( nama samaran ). Dia adlh se-org waRetno bersuku campuran. Bapaknya berasal dri kota Menado dan Ibunya dri kota Makassar. Bapaknya adlh se-org polisi berpangkat Serma, sedang ibunya adlh pengusaha kayu. Singkat cerita, ketika hari pertama aku ketemu dgn tmn kuliahku itu, rasanya kami langsung akrab krn memang sewaktu kami sama-2 duduk di bangku kuliah, kami sgt kompak dan sering tidur bersama di rumah kostku di kota Bone. Bahkan seringkali dia mentraktirku. “Nis, aku senang sekali bertemu denganmu dan memang sdh lama kucari-cari, maukah kamu mengingap barang sehari / dua hari di rumahku ” katanya pdku sambil merangkulku dgn erat sekali. Nama tmn kuliahku itu adlh “Munasir”. “Kita lihat saja nanti.

Cerita Sex - Pengalaman Meniduri Istri Temanku Cerita Sex - Pengalaman Meniduri Istri Temanku Cerita Sex - Pengalaman Meniduri Istri Temanku m 1

Cerita Sex – Pengalaman Meniduri Istri Temanku

Cerita Sex – Pengalaman Meniduri Istri Temanku | Yang jelas aku sgt bersukur kita bsa ketemu di tempat ini. mkn inilah namanya nasib baik, krn aku sama sekali tdk menduga kl kamu tinggal di kota Makassar ini” jawabku sambil membalas rangkulannya. Kami berangkulan cukup lama di sekitar pasar sentral Makassar, tepatnya di tempat jualan cakar. “Ayo kita ke rumah dulu Nis, nanti kita ngobrol panjang lebar di sana, sekaligus kuperkenalkan istriku” ajaknya sambil menuntunku naik ke mobil Feroza miliknya. Setelah kami tiba di halaman rumahnya, Munasir terlebih dahulu turun dan segera membuka pintu mobilnya di sebelah kiri lalu mempersilakan aku turun. Aku sgt kagum melihat rumah tempat tinggalnya yang berlantai dua. Lantai bawah digunakan sbg gudang dan kantor perusahaannya, sementara lantai atas digunakan sbg tempat tinggal bersama istri. Aku hanya ikut di belakangnya. “Inilah hasil usaha kami Nis selama beberapa thn di Makassar” katanya sambil menunjukkan tumpukan beras dan ruangan kantornya. Wah cukup hebat kamu Sir. Usahamu cukup lemayan. Kamu sgt berhasil di Rasdi ng aku yang blm jelas sumber kehidupanku” kataku pdnya. “Niar. . . , Niar,. . . . inilah tmn kuliahku dulu yang pernah kuceritakan tempo hari. Kenalkan istri cantik saya” teriak Munasir memanggil istrinya dan langsung kami dikenalkan. “Yuniar”, kata istrinya menyebut namanya ketika kusalami tgn nya sambil ia tersenyum ramah dan manis seolah menunjukkan rasa kegembiraan. “Ronis”, kataku pula sambil membalas senyumannya.

Cerita Sex – Pengalaman Meniduri Istri Temanku | Nampaknya Yuniar ini adlh se-org istri yang baik hati, ramah dan selalu memelihara kecantikannya. Usianya kutaksir baru sekitar 25 thn dgn tubuh sedikit langsing dan tinggi badan sekitar 145 cm serta berambut agak panjang. tgn nya terasa hangat dan halus sekali. Setelah selesai menyambutku, Yuniar lalu mempersilakanku duduk dan ia buru-buru masuk ke dlm seolah ada urusan penting di dlm. blm lama kami bincang-bincang seputar perjalanan usaha Munasir dan pertemuannya dgn Yuniar di Kota Makassar ini, dua cangkir kopi susu beserta kue-kue bagus dihidangkan oleh Yuniar di atas meja yang ada di depan kami. “Silakah Kak, dinikmati hidangan ala kadarnya” ajakan Yuniar menyentuh langsung ke lubuk hatiku. Selain krn senyuman manisnya, kelembutan suaranya, juga krn penampilan, kecantikan dan sengatan bau farfumnya yang harum itu. Dlm hati kecilku mengatakan, alangkah senang dan bahagianya Munasir bsa men dptkan istri seperti Yuniar ini. Seandainya aku juga mempunyai istri seperti dia, pasti aku tdk bsa ke mana-mana “Eh, kok malah melamun. Ada masalah apa Nis sampai termenung begitu Apa yang mengganggu pikiranmu ” kata Munasir sambil memegang pundakku, sehingga aku sgt kaget dan tersentak. “Ti. . Tdk ada masalah apa-apa kok. Hanya aku merenungkan sejenak ttg pertemuan kita hari ini. Kenapa bsa terjadi yah,” alasanku. Yuniar hanya terdiam mendengar kami bincang-bincang dgn suaminya, tapi sesekali ia memandangiku dan menampakkan wajah cerianya.

Cerita Sex – Pengalaman Meniduri Istri Temanku | “Skrg giliranmu Nis cerita ttg perjalanan hidupmu bersama istri setelah sejak tadi hanya aku yang bicara. Silahkan saja cerita panjang lebar mumpun hari ini aku tdk ada kesibukan di luar. lg pula anggaplah hari ini adlh hari keistimewaan kita yang perlu dirayakan bersama. Bukankah begitu Dar. . ” kata Munasir seolah cari dukungan dri istrinya dan waktunya siap digunakan khusus U\ku. “Ok, kl gitu aku akan utarakan sedikit ttg kehidupan rumah tanggaku, yang sgt bertolak belakang dgn kehidupan rumah tangga kalian” ucapanku sambil memperbaiki dudukku di atas kursi empuk itu. “Maaf jika terpaksa kuungkapkan secara terus terang. Sebenarnya keda tgn ku di kota Makassar ini justru krn dipicu oleh problem rumah tanggaku. Aku selalu cekcok dan bertengkar dgn istriku gara-gara aku kesulitan men dptkan lapangan kerja yang layak dan mempu menghidupi keluargaku. Akhirnya kuputuskan U\ meninggalkan rumah guna mencari pekerjaan di kota ini. Eh. . blm aku temukan pekerjaan, tiba-tiba kita ketemu tadi setelah dua hari aku ke sana ke mari. mkn pertemuan kita ini ada hikmahnya. Semoga saja pertemuan kita ini merupakan jalan keluar U\ mengatasi kesulitan rumahtanggaku” Kisahku secara jujur pd Munasir dan istrinya. Mendengar kisah sedihku itu, Munasir dan istrinya tak mampu berkomentar dan nampak ikut sedih, bahkan kami semua terdiam sejenak. Lalu secara serentak mulut Munasir dan istrinya terbuka dan seolah ingin mengatakan sesuatu, tapi tiba-tiba mereka saling menatap dan menutup kembali mulutnya seolah mereka saling mengharap U\ memulai, namun malah mereka ketawa terbahak, yang membuatku heran dan memaksa juga ketawa. “Begini Nis, mkn pertemuan kita ini benar ada hikmahnya, sebab kebetulan sekali kami butuh tmn seperti kamu di rumah ini. Kami khan blm dikaruniai se-org anak, sehingga kami selalu kesepian. Apa lg jika aku ke luar kota misalnya ke Bone, maka istriku terpaksa sendirian di rumah meskipun sekali-kali ia memanggil kemanakannya U\ menemani selama aku tdk ada, tapi aku tetap menghawatirkannya. U\ itu, jika tdk memberatkan, aku inginkan kamu tinggal bersamaku. Anggaplah kamu sdh dptkan lapangan kerja baru sbg sumber mata pencaharianmu. Segala keperluan sehari-harimu, aku coba menanggung sesuai kemampuanku” kata Munasir bersungguh-sungguh yang sesekali diiyakan oleh istrinya. “Maaf kawan, aku tdk mau merepotkan dan membebanimu. Biarlah aku cari kerja di tempat lain saja dan. . ” blm aku selesai bicara, tiba-tiba Munasir memotong dan berkata. . “Kalau kamu tolak tawaranku ini berarti kamu tdk menganggapku lg sbg sahabat. Kami ikhlas dan bermaksud baik pdmu Nis” katanya. “Tetapi,” blm kuutarakan maksudku, tiba-tiba Yuniar juga ikut bicara. . “Benar Kak, kami sgt membutuhkan tmn di rumah ini. sdh lama hal ini kami pikirkan tapi mkn baru kali ini dipertemukan dgn orang yang tepat dan sesuai hati nurani. Apa lg Kak Ronis ini memang sahabat lama Kak Munasir, sehingga kami tdk perlu ragukan lg . Bahkan kami sgt senan jika Kak sekalian menjemput istrinya U\ tinggal bersama kita di rumah ini” ucapan Yuniar memberi dorongan kuat pdku. “Kalau begitu, apa boleh buat. Terpaksa kuterima dgn senang hati, sekaligus kuucapkan terima kasih yang tak terhingga atas budi baiknya. Tapi sayangnya, aku tak memiliki keterampilan apa-apa U\ membantu kalian” kataku dgn pasrah. Tiba-tiba Munasir dan Yuniar bersamaan berdiri dan langsung saling berpelukan, bahkan saling mengecup bibir sbg tanda kegembiraannya. Lalu Munasir melanjutkan rangkulannya pdku dan juga mengecup pipiku, sehingga aku sedikit malu dibuatnya. “Terima kasih Nis atas kesediaanmu menerima tawaranku semoga kamu berbahagia dan tdk kesulitan apapun di rumah ini. Kami tak membutuhkan keterampilanmu, melainkan kehadiranmu menemani kami di rumah ini. Kami hanya butuh tmn bermain dan tukar pikiran, sebab tenaga kerjaku sdh cukup U\ membantu mengelola usahaku di luar. Kami sewaktu-waktu membutuhkan nasehatmu dan istriku pasti merasa terhibur dgn kehadiranmu menemani jika aku keluar rumah” katanya dgn sgt bergembira dan senang mendengar persetujuanku. Kurang lebih satu bulan lamanya kami seolah hanya diperlakukan sbg raja di rumah itu. Makanku diurus oleh Yuniar, tempat tidurku terkadang juga dibersihkan olehnya, bahkan ia meminta U\ mencuci pakaianku yang kotor tapi aku keberatan. Selama waktu itu pula, aku sdh dilengkapi dgn pakaian, bahkan kamar tidurku dibelikan TV 20 inch lengkap dgn VCD-nya. Aku sgt malu dan merasa berutang budi pd mereka, sebab selain pakaian, akupun diberi uang tunai yang jumlahnya cukup besar bagiku, bahkan belakangan kukethi jika ia juga seringkali kirim pakaian dan uang ke istri dan anak-anakku di Bone lewat mobil. Kami bertiga sdh cukup akrab dan hidup dlm satu rumah seperti saudara kandung bersenda gurau, bercengkerama dan bergaul tanpa batas seolah tdk ada perbedaan status seperti majikan dan karyawannya. Kebebasan pergaulanku dgn Yuniar memuncak ketika Munasir berangkat ke Sulawesi Tenggara selama beberapa hari U\ membawa beras U\ di jual di sana krn ada permintaan dri langgarannya.

Pd malam pertama keberangkatan Munasir, Yuniar nampak gembira sekali seolah tdk ada kekhawatiran apa-apa. Bahkan sempat mengatakan kepd suaminya itu kl ia tdk takut lg ditinggalkan meskipun berbulan-bulan lamanya krn sdh ada yang menjaganya, namun ucapannya itu Yani ggapnya sbg bentuk humor terhadap suaminya. Munasir pun nampak tdk ada kekhawatiran meninggalkan istrinya dgn alasan yang sama. Malam itu kami (aku dan Yuniar) menonton bersama di ruang tamu hingga larut malam, krn kami sambil tukar pengalaman, termasuk soal sebelum nikah dan latar belakang perkawinan kami masing-masing. Sikap dan tingkah laku Yuniar sedikit berbeda dgn malam-malam sebelumnya. Malam itu, Yuniar membuat kopi susu dan menyodorkanku bersama pisang susu, lalu kami nikmati bersama-sama sambil nonton. Ia makan sambil berbaring di sampingku seolah Yani ggap biasa saja. Sesekali ia membalikkan tubuhnya kepdku sambil bercerita, namun aku pura-pura bersikap biasa, meskipun ada ganjalan aneh di benakku. “Nis, kamu tdk keberatan khan menemaniku nonton malam ini Besok khan tdk ada yang mengganggu kita sehingga kita bsa tidur siang sepuasnya ” tanya Yuniar tiba-tiba seolah ia tak mengantuk sedikitpun. “Tdk kok Dar. Aku justru senang dan bahagia bsa nonton bersama majikanku” kataku sedikit menyanjungnya. Yuniar lalu mencubitku dan. . “Wii de. . De, kok aku dibilangin majikan. Sebel aku mendengarnya. Ah, jangan ulang kata itu lg deh, aku tak sudi dipanggil majikan” katanya. “Hi. . Hi. . Hi, tdk salah khan. Maaf jika tdk senang, aku hanya main-main. Lalu aku harus panggil apa Adik, Non, Nyonya / apa ” “Terserah dech, yang penting bukan majikan. Tapi aku lebih seneng jika kamu memanggil aku adik” katanya santai. “Oke kl begitu maunya. Aku akan panggil adik saja” kataku lg . Malam semakin larut. Tak satupun terdengar suara kecuali suara kami berdua dgn suara TV. Yuniar tiba-tiba bangkit dri pembaringannya. “Nis, apa kamu sering nonton kaset VCD bersama istrimu ” tanya Yuniar dgn sedikit rendah suaranya seolah tak mau didengar orang lain. “Eng. . Pernah, tapi sama-2 dgn orang lain juga krn kami nonton di rumahnya” jawabku menyembunyikan sikap keherananku atas pertanyaannya yang tiba-tiba dan sedikit aneh itu. “Kamu ingat judulnya / jalan ceritanya ” tanyanya lg . “Aku lupa judulnya, tapi pemainnya adlh Rhoma Irama dan ceritanya adlh masalah percintaan” jawabku dgn pura-pura bersikap biasa. “Masih mau ngga kamu tmni aku nonton film dri VCD Kebetulan aku punya kaset VCD yang banyak. Judulnya macam-macam. Terserah yang mana Ronis suka” tawarannya, tapi aku sempat berfikir kl Yuniar akan memutar film yang aneh-aneh, film orang dewasa dan biasanya khusus ditonton oleh suami istri U\ membangkitkan gairahnya.

Setelah kupikir segala resiko, kepercayaan dan dosa, aku lalu bikin alasan. “Sebenarnya aku senang sekali, tapi aku takut. . Eh. . Maaf aku sgt ngantuk. Jika tdk keberatan, lain kali saja, pasti kutmni” kataku sedikit bimbang dan takut alasanku salah. Tapi akhirnya ia terima meskipun nampaknya sedikit kecewa di wajahnya dan kurang semangat. “Baiklah jika memang kamu sdh ngantuk. Aku tdk mau sama sekali memaksamu, lg pula aku sdh cukup senang dan bahagia kamu bersedia menemaniku nonton sampai selarut ini. Ayo kita masuk tidur” katanya sambil mematikan TV-nya, namun sebelum aku menutup pintu kamarku, aku melihat sejenak ia sempat memperhatikanku, tapi aku pura-pura tdk menghiraukannya. Di atas tempat tidurku, aku gelisah dan bingung mengambil keputusan ttg alasanku jika besok / lusa ia kembali mengajakku nonton film tersebut. Antara mau, malu dan rasa takut selalu menghantukiku. mkn dia juga mengalami hal yang sama, krn dri dlm kamarku selalu terdengar ada pintu kamar terbuka dan tertutup serta air di kamar mandi selalu kedengaran tertumpah. Setelah kami makan malam bersama keesokan harinya, kami kembali nonton TV sama-2 di ruang tamu, tapi penampilan Yuniar kali ini agak lain dri biasanya. Ia berpakaian serba tipis dan tercium bau farfumnya yang harum menyengat hidup sepanjang ruang tamu itu. Jantungku sempat berdebar dan hatiku gelisah mencari alasan U\ menolak ajakannya itu, meskipun gejolak hati kecilku U\ mengikuti kemauannya lebih besar dri penolakanku. blm aku sempat menemukan alasan tepat, maka “Nis, masih ingat janjimu tadi malam / kamu sdh ngantuk lg ” pertanyaan Yuniar tiba-tiba mengagetkanku. “O, oohh yah, aku ingat. Nonton VCD khan Tapi jangan yang seram-seram donk filmnya, aku tak suka. Nanti aku mimpi buruk dan membuatku sakit, khan repot jadinya” jawabku mengingatkan U\ tdk memutar film porn. “Kita liat aja permainannya. Kamu pasti senang menyaksikannya, krn aku yakin kamu blm pernah menontonnya, lg pula ini film baru” kata Yuniar sambil meraih kotak yang berisi setumpuk kaset VCD lalu menarik sekeping kaset yang paling di atas seolah ia telah mempersiapkannya, lalu memasukkan ke CD, lalu mundur dua langkah dan duduk di sampingku menunggu apa gerangan yang akan muncul di layar TV tersebut. Dag, dig, dug, getaran jantungku sgt keras menunggu gambar yang akan tampil di layar TV. Mula-mula aku yakin kl filmnya adlh film yang dpt dipertontonkan secara umum krn gambar pertama yang muncul adlh dua orang gadis yang sedang berloma naik speed board / sampan dan saling membalap di atas air sungat. Namun dua menit kemu Yani , muncul pula dua orang pria memburuhnya dgn naik kendaraan yang sama, akhirnya keempatnya bertemu di tepi sungai dan bergandengan tgn lalu masuk ke salah satu villa U\ bersantai bersama.

Tak lama kemu Yani mereka berpasang-pasangan dan saling membuka pakaiannya, lalu saling merangkul, mencium dan seterusnya sebagaimana layaknya suami istri. Niat penolakanku tadi tiba-tiba terlupakan dan terganti dgn niat kemauanku. Kami tdk mampu mengeluarkan kata-kata, terutama ketika kami menyaksikan dua pasang muda mudi bertelanjang bulat dan saling menjilati kemaluannya, bahkan saling mengadu alat yang paling vitalnya. Kami hanya bsa saling memandang dan tersenyum.
“Darman a Nis, Asyik khan / ganti yang lain saja yang lucu-lucu ” pancing Yuniar, tapi aku tak menjawabnya, malah aku melenguh panjang. “Apa kamu sering dan senang nonton film beginian bersama suamimu ” giliran aku bertanya, tapi Yuniar hanya menatapku tajam lalu mengangguk. “Hmmhh” kudengar suara nafas panjang Yuniar keluar dri mulutnya. “Apa kamu pernah praktekkan seperti di film itu Nis ” tanya Yuniar ketika salah se-org waRetnonya sedang menungging lalu laki-lakinya menusukkan k0nt0lnya dri belakang lalu mengocoknya dgn kuat. “Tdk, blm pernah” jawabku singkat sambil kembali bernafas panjang. “Maukah kamu mencobanya nanti ” tanya Yuniar dgn suara rendah. “Dengan siapa, kami khan pisah dgn istri U\ sementara” kataku. “Jika kamu bertemu istrimu nanti / waRetno lain misalnya” kata Yuniar. “Yachh. . Kita liat saja nanti. Boleh juga kami coba nanti hahaha” kataku. “Nis, apa malam ini kamu tdk ingin mencobanya ” Tanya Yuniar sambil sedikit merapatkan tubuhnya pdku. Saking rapatnya sehingga tubuhnya terasa hangatnya dan bau harumnya. “Dengan siapa Apa dgn waRetno di TV itu ” tanyaku memancing. “Darman a jika dgn aku Mumpung hanya kita berdua dan nggak bakal ada orang lain yang th. Mau khan ” Tanya Yuniar lebih jelas lg mengarah sambil menyentuh tgn ku, bahkan menyandarkan badannya ke badanku. Sungguh aku kaget dan jantungku seolah copot mendengar rincian pertanyaannya itu, apa lg ia menyentuhku. Aku tdk mampu lg berpikir apa-apa, melainkan menerima apa adanya malam itu. Aku tdk akan mkn mampu menolak dan mengecewakannya, apa lg aku sgt menginginkannya, krn telah beberapa bulan aku tdk melakukan sex dgn istriku. Aku mencoba merapatkan badanku pula, lalu mengelus tgn nya dan merangkul punggungnya, sehingga terasa hangat sekali. “Apa kamu serius Apa ini mimpi / kenyataan ” Tanyaku amat gembira. “Akan kubuktikan keseriusanku skrg. Rasakan ini sayang” tiba-tiba Yuniar melompat lalu mengangkangi kedua pahaku dan duduk di atasnya sambil memelukku, serta mencium pipi dan bibirku bertubi-tubi. Tentu aku tdk mampu menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku segera menyambutnya dan membalasnya dgn sikap dan tindakan yang sama. Nampaknya Yuniar sdh ingin segera membuktikan dgn melepas sarung yang dipakainya, tapi aku blm mau membuka celana panjang yang kepakai malam itu.

Pergumulan kami dlm posisi duduk cukup lama, meskipun berkali-kali Yuniar memintaku U\ segera melepaskan celanaku, bahkan ia sendiri beberapa kali berusaha membuka kancingnya, tapi selalu saja kuminta agar ia bersabar dan pelan-pelan sebab waktunya sgt panjang. “Ayo Kak Nis, cepat sayang. Aku sdh tak tahan ingin membuktikannya” rayu Yuniar sambil melepas rangkulannya lalu ia tidur telentang di atas karpet abu-abu sambil menarik tgn ku U\ menindihnya. Aku tdk tega membiarkan ia penasaran terus, sehingga aku segera menindihnya. “Buka celana sayang. Cepat. . Aku sdh capek nih, ayo dong,” pintanya. Akupun segera menuruti permintaannya dan melepas celana panjangku. Setelah itu, Yuniar menjepitkan ujung jari kakinya ke bagian atas celana dlmku dan berusaha mendorongnya ke bawah, tapi ia tak berhasil krn aku sengaja mengangkat punggungku tinggi-tinggi U\ menghindarinya. Ketika aku mencoba menyingkap baju daster yang dipakaianya ke atas lalu ia sendiri melepaskannya, aku kaget sebab tak kusangka kl ia sama sekali tdk pakai celana. Dlm hatiku bahwa mkn ia memang sengaja siap-siap akan bersetubuh denganku malam itu. Di bawah sinar lampu 10 W yang dibarengi dgn cahaya TV yang semakin seru bermain bugil, aku sgt jelas menyaksikan sebuah lubang yang dikelilingi daging montok nan putih mulus yang tdk ditumbuhi bulu selembar pun. Tampak menonjol sebuah benda mungil seperti biji kacang di tengah-tengahnya. Rasanya cukup menantang dan mempertinggi birahiku, tapi aku tetap berusaha mengendalikannya agar aku bsa lebih lama bermain-main dengannya. Ia skrg sdh bugil 100%, sehingga terlihat bentuk tubuhnya yang langsing, putih mulus dan indah sekali dipandang. “Ayo donk, tunggu apa lg sayang. Jangan biarkan aku tersiksa seperti ini” pinta Yuniar tak pernah berhenti U\ segera menikmati puncaknya. “Tenang sayang. Aku pasti akan memuaskanmu malam ini, tapi saya masih mau bermain-main lebih lama biar kita lebih banyak menikmatinya”kataku

Secara perlahan tapi pasti, ujung lidahku mulai menyentuh tepi lubang kenikmatannya sehingga membuat pinggulnya bergerak-gerak dan berdesis. “Nikmat khan kl begini ” tanyaku berbisik sambil menggerak-gerakkan lidahku ke kiri dan ke kanan lalu menekannya lebih dlm lg sehingga Yuniar setengah berteriak dan mengangkat tinggi-tinggi pantatnya seolah ia menyambut dan ingin memperdlm masuknya ujung lidahku. Ia hanya mengangguk dan memperdengarkan suara desis dri mulutnya.”Auhh. . Aakkhh. . Iihh. . Uhh. . Oohh. . Sstt” suara itu tak mampu dikurangi ketika aku gocok-gocokkan secara lebih dlm dan keras serta cepat keluar masuk ke lubang kemaluannya. “Teruuss sayang, nikkmat ssekalii. . Aakhh. . Uuhh. Aku blm pernah merasakan seperti ini sebelumnya” katanya dgn suara yang agak keras sambil menarik-narik kepalaku agar lebih rapat lg . “Bagaimana sdh siap menyambut lidahku yang panjang lg keras ” tanyaku sambil melepaskan seluruh pakaianku yang masih tersisa dan kamipun sama-2 bugil. Persentuhan tubuhku tak sehelai benangpun yang melapisinya. Terasa hangatnya hawa yang keluar dri tubuh kami. “Iiyah,. Dri tadi aku menunggu. Ayo,. Cepat” kata Yuniar tergesa-gesa sambil membuka lebar-lebar kedua pahanya, bahkan membuka lebar-lebar lubang F@ginanya dgn menarik kiri kanan kedua bibirnya U\ memudahkan jalannya kemaluanku masuk lebih dlm lg . Aku pun tdk mau menunda-nunda lg krn memang aku sdh puas bermain lidah di mulut atas dan mulut bawahnya, apa lg keduanya sgt basah. Aku lalu mengangkat kedua kakinya hingga bersandar ke bahuku lalu berusaha menusukkan ujung kemaluanku ke lubang F@gina yang sejak tadi menunggu itu. Ternyata tdk mampu kutembus sekaligus sesuai keinginanku. Ujung kulit penisku tertahan, pdhal Yuniar sdh bukan perawan lg . “Ssaakiit ssediikit. . , pee. . . peelan-pelan sedikit” kata Yuniar ketika ujung penisku sedikit kutekan agak keras. Aku gerakkan ke kiri dan ke kanan tapi juga blm berhasil amblas.

Aku turunkan kedua kakinya lalu meraih sebuah bantal kursi yang di belakanku lalu kuganjalkan di bawah pinggulnya dan membuka lebar kedua pahanya lalu kudorong penisku agak keras sehingga sdh mulai masuk setengahnya. Yuniarpun merintih keras tapi tdk berkata apa-apa, sehingga aku tak peduli, malah semakin kutekan dan kudorong masuk hingga amblas seluruhnya. Setelah seluruh batang penisku terbenam semua, aku sejenak berhenti bergerak krn capek dan melemaskan tubuhku di atas tubuh Yuniar yang juga diam sambil bernafas panjang seolah baru kali ini menikmati betul persetubuhan. Yuniar kembali menggerak-gerakkan pinggulnya dan akupun menyambutnya. Bahkan aku tarik maju mundur sedikit demi sedikit hingga jalannya agak cepat lalu cepat sekali. Pinggul kami bergerak, bergoyang dan berputar seirama sehingga menimbulkan bunyi-bunyian yangberirama pula. “Tahan sebentar” kataku sambil mengangkat kepala Yuniar tanpa mencabut penisku dri lubang F@gina Yuniar sehingga kami dlm posisi duduk. Kami saling merangkul dan menggerakkan pinggul, tapi tdk lama krn terasa sulit. Lalu aku berbaring dan telentang sambil menarik kepd Yuniar mengikutiku, sehingga Yuniar berada di atasku. Kusarankan agar ia menggoyang, mengocok dan memompa dgn keras lg cepat. Ia pun cukup mengerti keinginanku sehingga kedua tgn nya bertumpu di atas dadaku lalu menghentakkan agak keras bolak balik pantatnya ke penisku, sehingga terlihat kepalanya lemas dan seolah mau jatuh sebab baru kali itu ia melakukannya dgn posisi seperti itu. Krn itu, kumaklumi jika ia cepat capek dan segera menjatuhkan tubuhnya menempel ke atas tubuhku, meskipun pinggulnya masih tetap bergerak naik turun.

“Kamu mkn sgt capek. Darman a kl ganti posisi ” kataku sambil mengangkat tubuh Yuniar dan melapas rangkulannya. “Posisi bagaimana lg Aku sdh beberapa kali merasa nikmat sekali” tanyanya heran seolah tdk th apa yang akan kulakukan, namun tetap ia ikuti permintaanku krn ia pun merasa sgt nikmat dan blm pernah mengalami permainan seperti itu sebelumnya. “Terima saja permainanku. Aku akan tunjukkan beberapa pengalamanku” “Yah. . Yah. . Cepat lakukan apa saja” katanya singkat. Aku berdiri lalu mengangkat tubuhnya dri belakang dan kutuntunnya hingga ia dlm posisi nungging. Setelah kubuka sedikit kedua pahanya dri belakan, aku lalu menusukkan kembali ujung penisku ke lubangnya lalu mengocok dgn keras dan cepat sehingga menimbulkan bunyi dgn irama yang indah seiring dgn gerakanku. Yuniar pun terengah-engah dan napasnya terputus-putus menerima kenikmatan itu. Posisi kami ini tak lama sebab Yuniar tak mampu menahan rasa capeknya berlutut sambil kupompa dri belakan. Krnnya, aku kembalikan ke posisi semula yaitu tidur telentang dgn paha terbuka lebar lalu kutindih dan kukocok dri depan, lalu kuangkat kedua kakinya bersandar ke bahuku.

Posisi inilah yang membuat permainan kami memuncak krn tak lama setelah itu, Yuniar berteriak-teriak sambil merangkul keras pinggangku dan mencakar-cakar punggungku. Bahkan sesekali menarik keras wajahku menempel ke wajahnya dan menggigitnya dgn gigitan kecil. Bersamaan dgn itu pula, aku merasakan ada cairan hangat mulai menjalar di batang penisku, terutama ketika terasa sekujur tubuh Yuniar gemetar. Aku tetap berusaha U\ menghindari pertemuan antara spermaku dgn sel telur Yuniar, tapi terlambat, krn baru aku mencoba mengangkat punggungku dan berniat menumpahkan di luar rahimnya, tapi Yuniar malah mengikatkan tgn nya lebih erat seolah melarangku menumpahkan di luar yang akhirnya cairan kental dan hangat itu terpaksa tumpah seluruhnya di dlm rahim Yuniar. Yuniar nampaknya tdk menyesal, malah sedikit ceria menerimanya, tapi aku diliputi rasa takut kalau-kalau jadi janin nantinya, yang akan membuatku malu dan hubungan persahabatanku berantakan. Setelah kami sama-2 mencapai puncak, puas dan menikmati persetubuhan yang sesungguhnya, kami lalu tergeletak di atas karpet tanpa bantal. Layar TV sdh berwarna biru krn pergumulan filmnya sejak tadi selesai. Aku lihat jam dinding menunjukkan pukul 12. 00 malam tanpa terasa kami bermain kurang lebih 3 jam. Kami sama-2 terdiam dan tak mampu berkata-kata apapun hingga tertidur lelap. Setelah terbangun jam 7. 00 pagi di tempat itu, rasanya masih terasa capek bercampur segar.

“Nis, kamu sgt hebat. Aku blm pernah men dptkan kenikmatan dri suamiku selama ini seperti yang kamu berikan tadi malam” kata Yuniar ketika ia juga terbangun pagi itu sambil merangkulku. “Benar nih, jangan-jangan hanya gombal U\ menyenangkanku” tanyaku. “Sumpah. . Terus terang suamiku lebih banyak memikirkan kesenangannya dan posisi mainnya hanya satu saja. Ia di atas dan aku di bawah. Kadang ia loyo sebelum kami apa-apa. K0nt0lnya pendek sekali sehingga tdk mampu memberikan kenikmatan pdku seperti yang kami berikan. Andai saja kamu suamiku, pasti aku bahagia sekali dan selalu mau bersetubuh, kl perlu setiap hari dan setiap malam” paparnya seolah menyesali hubungannya dgn suaminya dan mem Rasdi ngkan denganku. “Tdk boleh sayang. Itu namanya sdh jodoh yang tdk mampu kita tolak. Kitapun berjodoh bersetubuh dgn cara selingkuh. Sudahlah. Yang penting kita sdh menikmatinya dan akan terus menikmatinya” kataku sambil menenangkannya sekaligus mencium keningnya. “Maukah kamu terus menerus memberiku kenikmatan seperti tadi malam itu ketika suamiku tak ada di rumah” tanyanya menuntut janjiku. “Iyah, pasti selama aman dan aku tinggal bersamamu. Masih banyak permainanku yang blm kutunjukkan” kataku berjanji akan mengulanginya “Darman a kl istri dan anak-anakmu nanti datang ” tanyanya khawatir. “Gampang diatur. Aku kan pembantumu, sehingga aku bsa selalu dekat denganmu tanpa kecurigaan istriku. Apa lg istriku pasti tak tahan tinggal di kota sebab ia sdh terbiasa di kampung bersama keluarganya tapi yang kutakutkan jika kamu hamil tanpa diakui suamimu” kataku. “Aku tak bakal hamil, krn aku akan memakan pil KB sebelum bermain seperti yang kulakukan tadi malam, krn memang telah kurencanakan” kara Yuniar terus terang.

Setelah kami bincang-bincang sambil tiduran di atas karpet, kami lalu ke kamar mandi masing-masing membersihkan diri lalu kami ke halaman rumah membersihkan setelah sarapan pagi bersama. Sejak saat itu, kami hampir setiap malam melakukannya, terutama ketika suami Yuniar tak ada di rumah, baik siang hari apa lg malam hari, bahkan beberapa kali kulakukan di kamarku ketika suami Yuniar masih tertidur di kamarnya, sebab Yuniar sendiri yang mendatangi kamarku ketika sedang “haus”. Entah sampai kapan hal ini akan berlangsung, tapi yang jelas hingga saat ini kami masih selalu ingin melakukannya dan blm ada tanda-tanda kecurigaan dri suaminya dan dri istriku

Incoming search terms:

  • kontol gatel memek suami orang
  • Puaskan memeku
  • cersek ngentot memek stw gatel
  • kisah cewek haus kontol
  • meniduri istri teman
  • ceritasexpengalaman
  • cerita sex ngentot istri teman ku ustazah yang masih muda
  • istri temanku
  • memek indonesia
  • cerita sex darman

Tags: #Cerita Daun Muda #Cerita Mesum #Cerita Selingkuh #cerita sex #terbaru 2016

Tinggalkan pesan "Cerita Sex – Pengalaman Meniduri Istri Temanku"