Cerita Sex – Nafsu Besar Teman Kuliahku

3476 views

Cerita Sex – Nafsu Besar Teman Kuliahku | Aku punyai seorang kekasih yang masih kuliah di salah satu kampus terkenal yang berlokasi di daerah Grogol. Disebabkan dia berasal dari jawa Tengah, maka pacarku tinggal di sebuah kost khusus untuk mahasiswi.  Saya kebetulan  sudah bekerja di salah satu perusahaan bonapidt disana, selain itu dia juga berasal dari universitas yang sama seperti aku.  Secara keseluruhan,  pacarku sangat jujur, baik, sederhana, setia dan cantik,  tetapi masih konvensional,  alias tidak mau berhubungan sex sebelum menikah secara resmi. Namun yang aku khawatirkan aku ini termasuk pria yang mempunyai libido tinggi.

Cerita Sex - Nafsu Besar Teman Kuliahku Cerita Sex - Nafsu Besar Teman Kuliahku Cerita Sex - Nafsu Besar Teman Kuliahku meki Mulus Tembem

Cerita Sex – Nafsu Besar Teman Kuliahku

Cerita Sex – Nafsu Besar Teman Kuliahku | Merasa Puas Tubuhku Diservice Teknisi, Tubuh Tante Reiny Yang Menggiurkan, Cewek Keturunan Arab Memiliki Libido Yang Sangat Tinggi, Pengalaman Seorang Sekretaris, Astriastuti Si Pembantu Genit Pembangkit Gairah, Enjotan Mantap Teman-teman Satu Gank, Sensasi hebat Tongkat Seorang Satpam, Meckey Dan Klitorris Vita Yang Terindah Dan Terlezaat Bagiku, Titin Asli Orang Sunda Statusnya Sekarang Menggantung, Istri Gelapku Berjanji Akan Mengulangi Lagi Setiap Ada Kesempatan

Cerita Sex – Nafsu Besar Teman Kuliahku | Sementara ini saya hanya bisa memuaskan nafsu birahi saya dengan masturbasi,  tetapi keadaan berubah 180 derajat setelah saya jadian dengan pacarku.   Setelah pulang kerja,  saya langsung mengunjungi kost pacarku yang bernama Zesica.   Saya bagaikan masuk ke sebuah alam erotis ketika mengunjungi kostnya.   Ada sekitar 8 penghuni yang terdiri dari mahasiswi tingkat 1 sampai tingkat 4 (Zesica telah sampai pada tingkat 4),  satu diantaranya yang tingkat 3 memiliki wajah yang cantik,  namun badannya tidak selangsing  Zesica.   Namanya Nopita,  kamarnya ada di lantai 3.   Aku sering membayangkan bersetubuh dengan Nopita,  dan penisku memberikan reaksi yang sangat menyenangkan,  yaitu orgasme.   Aku sering bermasturbasi sambil membayangkan Nopita,  sampai akhirnya timbul sebuah ide nekat dan gila di benakku.   Disinilah awal dari petualanganku yang nekat.

Cerita Sex – Nafsu Besar Teman Kuliahku | Aku memutuskan untuk mencuri celana dalam Nopita.   Telah beberapa kali aku naik ke lantai 3 bersama dengan Zesica,  di lantai 3 ada sebuah rak khusus yang digunakan oleh pembantu kost untuk menaruh pakaian yang telah dicuci.   Bagusnya lagi,  masing-masing rak telah diberi nama supaya memudahkan pengambilan oleh pemilik baju (dan tentunya memudahkanku juga untuk mengambil celana dalamnya).   Suatu sore ketika aku berkunjung,  anak-anak kost yang lain bergerombol keluar untuk makan malam.   Kebetulan juga,  Zesica sedang mandi,  biasanya memakan waktu sekitar 15 sampai 25 menit.   Aku mempunyai banyak waktu untuk melaksanakan rencanaku.   Dengan jantung yang berdebar keras,  keringat membasahi tubuhku,  perasaan was-was dan tentunya penisku yang berdiri kegirangan.   Terdapat 3 buah celana dalam yang berbahan licin dan halus di bawah 3 tumpuk BH nya.   Langsung kuambil yang berwarna kulit (ada 2 warna; satu berwarna pink dan sisanya berwarna kulit) dan kutempelkan pada wajah horny ku dan kuhirup aromanya.   Sayangnya yang tercium hanyalah wangi pelembut cucian,  tetapi tetap tidak mengurangi rasa horny ku.   Segera kumasukkan ke kantong celanaku dan meninggalkan TKP untuk menghindari resiko yang tertangkap yang memalukan.   Aku kembali menunggu di lantai 2 dengan perasaan yang berdebar-debar takut ketahuan.   4 jam kemudian aku sudah sampai rumah.   Langsung kumasuki kamar mandi,  kulepas celana dan dan celana dalamku,  kejantananku sudah basah dan siap untuk menerima hadiah yang telah ditunggu-tunggu.   Dengan perasaan deg-deg-an ku keluarkan celana dalam Nopita dan sekali lagi kutempelkan pada wajahku.   Kuposisikan sisi dalam yang langsung bersentuhan dengan bibir vaginanya pada hidungku.   Meskipun hanya tercium wangi dari pelembut,  kubayangkan aku sedang menghirup aroma exotis dari vaginanya.   Secara refleks,  lidahku terjulur keluar dan kubayangkan sedang menjilati celah cintanya.   Penisku makin bertambah keras dan panjang.

Kuposisikan bagian selangkangan celana dalamnya di kepala kejantananku,  kemudian kubalutkan bagian lain dari celana dalamnya pada batang penisku.   Tangan kiriku menggenggam penisku yang terbungkus oleh pengganti vagina Nopita dan langsung mengocoknya dengan perlahan-lahan.   Gesekan yang terjadi menimbulkan rasa sedikit perih pada penisku,  tetapi hilang secara berangsur-angsur karena dilumasi oleh cairan pra ejakulasiku.   Irama masturbasi kupercepat.   Getaran-getaran listrik yang erotis terus membombardir syaraf-syaraf penis dan otakku.   Akhirnya orgasme pun datang dengan indah.   Tangan kananku menyingkap sebagian dari celana dalam Nopita untuk mengeluarkan kepala penisku.   Sebetulnya aku ingin sekali mengeluarkan cairan kenikmatanku pada celana dalamnya,  tetapi itu akan meninggalkan bukti yang jelas.   Tiga semprotan panjang dan kuat mengawali arus orgasmeku yang indah.   Setelah kenikmatan duniawiku berakhir,  ku lepas celana dalamnya dari penisku dan mengamatinya.   Terdapat bercak basah yang disebabkan oleh cairan pra orgasme ku.   Di satu pihak aku ingin sekali meninggalkan jejak birahiku,  tetapi di lain pihak aku takut ketahuan.   Kalau ketahuan akan sangat memalukan dan menyusahkan.   Kuputuskan untuk membiarkan apa adanya,  kusimpan CD tersebut pada kantong celanaku dan kulanjutkan dengan mandi.

Malamnya aku bermasturbasi kembali dengan CD Nopita.   Benar-benar pengalaman yang menegangkan dan seksi.   Keesokan sorenya keadaan masih kondusif dan kukembalikan CD yang telah kunodai dan kuambil lagi yang lain,  kali ini berwarna merah muda.   Berbahan tipis licin dan halus dengan sedikit renda bermotif pada bagian depan.   Hal ini terus berlanjut,  terkadang hanya ada sebuah CD pada tumpukan bajunya,  sehingga aku terpaksa harus melakukannya dengan cepat di wc kos.   Minggu berikutnya aku dikejutkan dengan impianku.   Ketika ku hirup aroma dari CD nya,  aku mencium sesuatu yang sudah kukenal dengan baik,  dan kejantananku pun membenarkannya.   Aku mencium aroma exotis dari CD nya.   Bagian CD yang bersentuhan langsung dengan surga duniawinya terasa agak lembab dan kaku.   Tidak salah lagi,  ini adalah aroma segar dari madu cintanya.   Setelah sampai di rumah,  ku tempelkan CD Nopita pada mulut dan hidungku,  dan kuhirup dalam-dalam.   Jantungku berdebar kencang karena kegirangan tetapi ada juga rasa takut yang menyelimuti pikiranku.   Apa maksud dari semua ini? Tapi saat ini aku tidak peduli.   Langsung kubalutkan penisku dengan CD nya dan masturbasiku terasa beda,  lebih indah,  lebih menggetarkan.   Kali ini aku benar-benar hilang dalam kenikmatan yang dihasilkan oleh penisku.   Sampai akhirnya madu murniku bertemu dengan madu cinta Nopita.   Entah berapa gelombang kenikmatan orgasmik yang kualami.   Ketika tersadar,  bagian selangkangan CD nya telah dipenuhi dengan madu kental berwarna putih kekuningan.   Keesokan harinya kukembalikan CD yang kuambil kemarin dan kutukar dengan yang baru.   Celana dalamnya juga masih memiliki aroma exotis yang sama.   Tidak terlihat perubahan pada sikap dan ekspresi wajah Nopita ketika kami saling bertemu pandang.   Hari berikutnya aku dikejutkan dengan celana dalam Nopita yang benar-benar masih basah,  aromanya benar-benar segar dan memabukkan.   Sepertinya Nopita baru saja selesai bermasturbasi dan sengaja membiarkanku menemukannya.   Kesadaranku telah diambil alih oleh penisku,  langsung aku masuk kamar mandi yang letaknya berseberangan dengan kamar Nopita.   Kepala kejantananku tidak henti-hentinya bergetar ketika bagian selangkangan yang basah itu menempel dengan lembut dan hangat.   Baru saja kukocok beberapa kali,  tiba-tiba terdengar ketukan pada pintu kamar mandi.   Aku terkejut dan dengan cepat menyimpan kembali kejantananku dan mengantongi CD Nopita,  dan berpura-pura menyiram closet.

Ketika pintu kubuka,  Nopita berdiri tepat di hadapanku dan mendorongku kembali dalam kamar mandi.   Kali ini Nopita juga berada di dalamnya.   Keringat dingin bercucuran dari tubuhku.   Tangan-tangan Nopita langsung merogoh-rogoh semua kantongku dan akhirnya ia mendapatkan celana dalamnya yang kusimpan di kantong belakang.   “Aku sudah tahu.  .   Ko Indra lah pelakunya.  .  ” ungkap Nopita.   Tiba-tiba Nopita langsung membuka celanaku dan mengeluarkan penisku yang sempat melemas karena shock.   Dengan kedua tangan ia membelai dan meremas-remas dengan lembut penisku yang sudah basah.   Rasa horny dan keringat dingin masih menyelimuti tubuh dan pikiranku.   Namun,  kejantananku kembali berereksi di dalam belaian Jari-jari Nopita yang cekatan.   Pandangan Nopita terus terpana pada penisku.   Ketika penisku sudah mencapai ketegangan maksimalnya,  mulut Nopita sedikit terbuka,  nafasnya memburu sambil mengeluarkan desahan halus.   Kedua tangannya dengan perlahan namun mantap bermain dengan kejantananku.   Suara di dalam hatiku mengatakan inilah saatnya,  lagipula aku yakin Nopita bukan lagi seorang gadis perawan.

Kuangkat dagunya sehingga aku dapat melihat wajahnya dengan dekat.   Ia menginginkannya,  itulah ekspresi yang tertulis jelas pada wajahnya.   Langsung kucumbu bibirnya yang segar dan kedua tanganku langsung menyingkap bagian bawah daster berwarna putih yang dimulai dari pertengahan paha.   Kejantananku bergetar dan menjadi lebih keras dan panjang.   Nopita tidak memakai celana dalam,  pantatnya yang lembut dan kenyal ku remas-remas.   Demi menghemat waktu,  tangan kiriku langsung mendarat di lembah cintanya yang kebanjiran,  dan tangan kananku menuju puncak buah dadanya (juga tanpa BH).   Dadanya yang berukuran 36C ku remas-remas dan klitorisnya pun mendapatkan pelayanan istimewa dari jari-jariku.   Tubuh Nopita tak henti-hentinya bergetar dan mempercepat irama kocokan tangannya pada penisku.   Ku senderkan Nopita pada dinding kamar mandi,  kuangkat kaki kirinya,  kemudian tangan kiriku menuntun kejantananku menuju lembah cinta duniawi.   Nopita hanya berdiri pasrah menunggu penisku.   Ketika ujung kepala penisku bersentuhan dengan bibir vaginanya yang basah dan hangat,  Aku pun sempat bergetar.   Perlahan-lahan kudorong masuk kepala penisku.   Tidak ada hambatan dan gesekan yang bearti,  karena celah cintanya benar-benar basah dan licin.   Mulut Nopita terbuka lebar,  matanya tertutup rapat.

Kudorong lagi sampai hampir setengah dari panjang penisku,  kemudian kutarik keluar dan kudorong masuk lagi.   Sedikit demi sedikit akhirnya seluruh penisku sudah tertanam di dalam vaginanya yang sempit dan basah.   Untuk sesaat aku tidak bergerak dan merasakan dinding-dinging liang cintanya mendekap kejantananku.   Kulihat jam tanganku,  hanya tersisa 10 menit sebelum Sisca keluar dari kamar mandinya.   Nopita memelukku dengan erat,  aku langsung menyetubuhinya dengan perlahan-lahan.   Setiap tarikan dan dorongan menciptakan sensasi erotis yang sangat indah.   Irama kupercepat bagaikan piston mobil yang memompa dalam putaran mesin yang tinggi.   Desahan dan erangan Nopita makin membuatku bernafsu,  apalagi tidak sampai 2 menit Nopita sudah meluncur ke alam orgasme yang tiada batasnya.   Aku jadi berpikir,  siapa yang sebenarnya lebih horny dan menikmati permainan ini.   Jawabannya sudah jelas.   “Penisnya besar dan kuat sekali.  .  ” Nopita membisikkan kata-kata tersebut di telingaku sambil terus menikmati persetubuhan ini.   “Memangnya kamu belum pernah ketemu yang sebesar ini?” Nopita menggeleng,  “Punya cowokku cuma 5 cm dan kurus.  .  ” “Jadi lebih enak yang mana?” tanyaku.   “Tentu saja punya Ko Indra,  rasanya benar-benar pas.  .  ”

Nopita yang baru berumur 20 tahun benar-benar cocok dengan seleraku.   Aku paling suka bercinta dengan daun-daun muda.   Nopita,  daun mudaku yang cantik,  akan kubuat dia tidak dapat melupakan persetubuhan ini.   Setelah Nopita selesai menikmati sisa-sisa orgasmenya,  ia melepaskan diri dari dekapanku dan berlutut di hadapan kejantananku.   Lidahnya terjulur dan menyapu sepanjang batang penisku yang basah diselimuti oleh madu cintanya.   Dengan cekatan Nopita menjilati penisku,  kemudian mengulum kepala penisku yang merah.   Mulutnya yang hangat ditambah dengan tarian liar yang dilakukan oleh lidahnya membuat penisku berdenyut-denyut seperti orgasme.   Untuk beberapa saat ia hanya mengulum kepala penisku,  kudorong kepalanya dengan lembut.   Nopita mengerti apa yang kuinginkan,  ia mulai melahap seluruh batang penisku.   Ia sedikit mengalami hambatan yang disebabkan oleh panjangnya kejantananku.   Namun rongga mulutnya dengan cepat dapat beradaptasi,  sehingga Nopita pun bercinta dengan kejantananku menggunakan mulutnya.   Guncangan kuat mengawali orgasmeku yang kencang dan hebat.   Nopita sempat tersedak dan mengeluarkan penisku dari dalam mulutnya.   Kupegang penisku sambil mengocoknya,  mulutnya yang terbuka menjadi sasaran tembak madu kejantananku.   Beberapa tetes maduku mengenai hidung dan pipinya.   Pemandangan yang erotis sekali.   Nopita menutup mulutnya dan langsung menelannya.   Kemudian penisku kembali hilang di dalam mulutnya.   Lidahnya sibuk menyapu sisa-sisa maduku dan dihabiskan semuanya.

Kusuruh Nopita berdiri,  ia menatapku dengan expresi puas dan nakal,  senyumnya yang manja ditambah dengan noda madu putihku yang masih menempel di wajahnya membuat ku horny lagi.   Jari telunjuk dan tengah tangan kanannya menyapu hidung dan pipinya,  kemudian jarinya langsung dikulum di dalam mulutnya.   Sudah saatnya aku keluar dan menunggu di tempat biasa.   Nopita dengan cepat menyelipkan selembar kertas kecil ke kantong celanaku.   Kertas itu berisikan no telepon Nopita.   Nopita membantuku merapikan baju dan celanaku.   “Besok,  jangan ambil celana dalamku lagi. ” Timbul rasa kecewa di dalam hatiku.   “Langsung saja.  .  ” Nopita menempelkan tanganku pada pintu kenikmatan duniawinya.   Aku yakin ia telah merasakan arti sebenarnya dari bercinta.   Meskipun kilat,  namun menimbulkan kesan yang dalam.   Kuhapus keringatku dengan tissue dan menyambut Sisca yang baru selesai mandi.   Setelah hari ini hampir setiap hari kami bercinta kilat di kamar mandi lantai 3.   Nopita menjadi tempat pelampiasan nafsuku yang menggebu-gebu.   Hubunganku dengan Nopita hanyalah murni sebatas kenikmatan seksual,  karena kami sangat menikmatinya.

Incoming search terms:

  • lihat gadis pipis bikin naik nafsu
  • anak ngentot gara gara apa ya
  • cerita sex nakal daun muda nafsu sedarah
  • cerita dewasa menikmati daun muda
  • ceritasexnakal
  • cerita kuliahku
  • membaca cerita sex jebol perawan
  • teman kuliahku
  • cerita perkosa daun muda
  • cerita perkosa cewek kembar

Tags: #Cerita Daun Muda #Cerita Ngentot #cerita sex #Cerita Sex Sekolah #terbaru 2016