Cerita Sex 2016 Kenangan Sex Dipantai Tahun Baru

1799 views

Cerita Sex 2016 Kenangan Sex Dipantai Tahun Baru – Kejadiannya pada acara tahun baru 2000, aku sedang berlibur di pantai, di pulau Lombok. Aku berlibur bersama Mbak Santi. Kenapa aku panggil mbak.., karena umurnya tidak terpaut jauh, kami hanya berbeda 3 tahun. Yang membedakan kami hanyalah status sosialnya saja. Mbak Santi adalah seorang eksekutif muda yang bergelut dibidang pialang bursa saham di Jakarta, sementara aku masih mulai merintis di pekerjaanku yang baru.

Cerita Sex 2016 Kenangan Sex Dipantai Tahun Baru Cerita Sex 2016 Kenangan Sex Dipantai Tahun Baru Cerita Sex 2016 Kenangan Sex Dipantai Tahun Baru zx

Cerita Sex 2016 Kenangan Sex Dipantai Tahun Baru

Cerita Sex 2016 Kenangan Sex Dipantai Tahun Baru – Mungkin dari tingkat jabatan, aku lebih tinggi, seorang general manager perusahaan swasta, sementara Mbak Santi hanya pialang saja. Akan tetapi jangan tanya soal pendapatan, bawaannya saja mobil Honda Estillo silver metalik, sementara aku jangankan mobil, tempat tinggal saja masih kost.

Cerita Sex 2016 Kenangan Sex Dipantai Tahun Baru – Perbedaan yang lain adalah, Mbak Santi sebelum kerja memang sudah berasal dari keluarga yang berada walaupun tidak kaya sekali tetapi yang pasti seluruh saudara kandungnya membawa mobil satu-satu dan yang terjelek adalah kijang jantan 1996. Oh ya, Mbak Santi 4 bersaudara, Mbak Santi anak kedua, yang tertua laki-laki sudah berumah tangga dan sedang sekolah S2 di Australia, yang nomor tiga perempuan Ratih namanya, masih kuliah di perguruan swasta di Bandung, sementara yang terakhir juga perempuan Luluk panggilannya, nama persisnya aku tidak tahu dan sudah kuliah pula di perguruan swasta Jakarta.

Cerita Sex 2016 Kenangan Sex Dipantai Tahun Baru – Perkenalanku bermula tanpa sengaja ketika ada sebuah acara di hotel Mulia Senayan. Aku menemani bosku dalam sebuah meeting dengan tamu dari Singapura, sementara Mbak Santi juga sedang santai dengan teman prianya di sudut cafe lantai dasar hotel tersebut. Ketika aku sedang mencari kamar kecil kebetulan Mbak Santi juga sedang menuju ke sana. Perkenalan yang basa-basi, dan saling melempar senyum. Akhirnya aku memberanikan diri membuka percakapan.

“Sedang santai sepulang kerja Mbak..”
“Oh.. iya, refreshing lah Mas.. seharian sibuk.”
“Oooh.. di sekitar sini kerjanya?” timpalku sekenanya.
“Betul, cuma ya.. bukan kerja kantoran gitu lho Mas.”
“Swasta maksudnya Mbak?”
“Bukan.. artinya ya.. cari-cari klien yang mau main di efek.”
“Oh ya.. pialang begitu?” Aku langsung tanggap dengan jenis pekerjaannya.
“Mas sendiri.. maaf dari Jawa ya.. kok logatnya bukan Betawi? Aduh sorry kok jadi menuduh gini?”
“Tepat.. wah hebat nih Mbak..”
“Santi..” balasnya langsung memperkenalkan diri dan meneruskan masuk ke kamar kecil.
“Oh ya saya Sakti, memang baru di Jakarta, namanya tuntutan hidup Mbak..”

Sekeluarnya aku dari kamar kecil dan tidak lama kemudian diikuti Mbak Santi dari kamar kecil sebelahnya. Sopan sekali. Tidak kebanyakan warga ibu kota yang acuh tak acuh, dengan tidak bermaksud basa-basi, Mbak Santi benar-benar menawarkan untuk bergabung dalam acara santainya bersama teman prianya.

“Maaf Mbak.. mungkin lain waktu, karena saya bersama tamu di sini dari Singapura..” maksud hati tidak untuk menolak, tetapi mau diapakan tamuku?
“OK, ini nomor HP saya, tolong Mas kalau punya kenalan yang ingin main efek, nanti biar aku yang prospek, Mas Sakti cukup kenalkan saja siapa temannya, aku yang akan menghubungi beliau.”

Cekatan sekali, begitulah pialang mencari klien, batinku.. dan tangannya halus sekali.. dan bau parfumnya khas sekali. Matanya bulat utuh, wajahnya manis walaupun tidak bisa dikatakan cantik sekali, rata-rata atas. Bibirnya.. penuh. Hidungnya.. simetris dengan mata dan bibirnya. Wow.. bakat alamku mulai timbul, mungkin karena dua bulan aku “puasa” dari kebiasaanku melayani tante, mbak, ibu, dsb, yang selama ini menginginkan petualanganku.

Empat hari berselang dari pertemuan itu, aku bertemu dengan kawan lamaku semasa SMA dulu yang kini sudah sukses, ayahnya memiliki kapal tanker, dan anaknya bergelut di bidang perusahaan IT. Aku jadi ingat Mbak Santi untuk menawarkan bisnis yang digelutinya. Singkat cerita temanku tertarik dan Mbak Santi kuhubungi. Heran! Aku pikir dia lupa denganku, ternyata seperti sudah menjadi kawan lama sekali dengan lancar dia menyapaku di HP, akrab sekali. Akhirnya niat itu kusampaikan dan Mbak Santi berjanji untuk melanjutkannya.

Dua minggu tanpa kabar berita, Mbak Santi menghubungiku di HP, saat itu aku di Jawa Timur dalam rangka tugas kantor. Dari nadanya tampak ada kabar gembira. “Mas di mana nih.. hey.. aku mau traktir nih, temenmu itu gila ya!” teriaknya di HP.
“Sabar Mbak.. ada apa sih.. aku di Jawa Timur nih!” balasku.
“Ups.. sorry, aku pikir di Jakarta.. kapan balik?”
“Dua hari lagi.”
“OK, aku call dua hari lagi.”

Selasa, hari itu Mbak Santi menepati janjinya menelponku, “Mas nanti kita makan malam yuk di Tony Romas Rib’s and Steak.. aku dapet rejeki gede nih.. siapa lagi kalau bukan buying dari Mas Anton.”
Anton adalah teman yang kutawarkan tersebut.
“Ya.. temen Mas itu gila.. beli saham PT Xxx, Tbk sampai 1000 slot, dan dapat margin hampir 200 juta, gila ya.. yang untung aku, kebagian 2,5%, dan aku mau traktir Mas Sakti nih.”

Jam 7:30 malam aku ketemu Mbak Santi di Tony Romas yang sudah menunggu 15 menit lebih awal. Kita langsung memesan makanan termahal di sana. Maklum aku tidak pernah mengunjungi restorant macam itu, jadi aku ngikut aja. Sambil makan kita ngobrol dan semakin akrab saja. Makan berakhir pukul 9 kurang 10 menit. Dan aku diajak putar-putar (maklum tidak bawa kendaraan). Diajaknya aku ke cafe Semanggi, jam 11 malam aku diajak ke “Bengkel” dekat dari Semanggi.

“Mas udah punya pacar belum?”
“Punya..” jawabku sekenanya.
“Wah nanti nggak dicariin pacarnya kan?” goda Mbak Santi.
“Ya dicariin sih, tapi aku sudah bilang ada janji ketemu kamu.”
“Lho kok nggak cemburu sih..” Mbak Santi makin memanjakan suaranya, sepertinya pengaruh alkohol dan musik mulai merasuki Mbak Santi.
“Kenapa mesti cemburu, dia sudah tahu aku luar dalam kok.”
“Maksudnya?”
“Maksudnya kami sudah biasa begini”
“Wah gawat tuh pacarannya..” Mbak Santi coba menyindirku.
“Emangnya Mbak Santi sendiri gimana?” aku coba mengimbangi pembicaraan seiring musik yang semakin memekakkan telinga.
“Ha.. ha.. ha.. sama dong.. gue sih easy going aja Mas.”
“Udah nggak virgin dong?” komentarku tanpa basa-basi.
“Lha emang masih perlu.. aku sejak SMA udah nggak lagi.. Mas ini bisa aja, abis enak sih..”
Sepertinya sudah tidak ada batas lagi pembicaraan kami, dan langsung saja kebiasaan burukku muncul, “Lalu kalau sama aku gimana.. mau coba nggak?”
“Kenapa nggak? emang Mas berani?”
“Sebutkan saja kapan? I’ll be there..”

Akhirnya malam itu kami selesaikan dengan petting di mobil Mbak Santi. Mbak Santi yang memulai lebih dulu dengan mengelus-elus bagian depan celanaku tepat di reitsletingku. Dan kami berciuman tipis sambil memainkan lidah masing-masing. Burungku mulai bereaksi, dan Mbak Santi mengerti perubahan yang terjadi di “bagian” itu. Caranya membuka reitsletingku seperti tanpa hambatan sama sekali.. mahir dan perlahan. Kini celana dalam “Crocodille” ku sudah tampak dan menonjol.Belum kusentuh payudaranya yang padat dengan ukuran bra 34 Cup B, tanganku dituntunnya untuk meraba dan mengelus payudaranya. Aku mencoba untuk menyelipkan beberapa jariku masuk melalui bagian belakang. Aku tidak menemukan kancing pengaitnya! Mbak Santi mengerti, dan dengan tangan kirinya, dia melepas kaitan BH-nya yang ternyata disebelah depan, maka tumpahlah payudara yang putih mulus itu. Padat dan berisi, kencang dan putingnya keras tanda Mbak Santi sudah terangsang dengan “French kiss” ku yang aku dapat dari Mbak Vian. (Baca kisah gelora di kolam renang).

Cukup lima menit kami ber-”French kiss”, kemudian dilanjutkan dengan memainkan ujung putingnya dengan ujung lidahku, sementara Mbak Santi menengadahkan kepala tanda beraksi. Aku jilat perlahan, sambil sesekali tanganku yang satunya meremas sebelah payudaranya. Semakin lama semakin kencang dan erangan Mbak Santi mulai terdengar. Sementara itu, sedari dari kedua tangannya sudah meremas-remas batang kemaluanku yang kaku dan mengeras. Genggamannya tidak cukup untuk meremas kemaluanku. Tidak besar, hanya saja tangannya yang mungil tidak cukup penuh menggenggam batang kemaluanku. Jari tengah Mbak Santi digerak-gerakkan kecil mempermainkan kepala kemaluanku yang sudah penuh mengembang. Ada perasaan geli dan bernafsu di bagian tersebut. Dari cara mempermainkannya, aku dapat membayangkan kemahirannya dalam bercinta.

Kini kedua payudaranya sudah lembab oleh kuluman dan hisapan bibirku yang penuh nafsu, dan Mbak Santi segera membungkukkan badannya dan burungku dijilatnya seperti menjilat ice crem. Ya.. tidak dihisap tetapi dijilat. Wow.. nikmat sekali. Jemarinya mempermainkan pangkal batang kemaluanku sambil mengurai-urai rambut kemaluanku yang lebat. Desir AC mobil tidak membantuku menghentikan keringat yang mengucur menahan gejolak birahi.

Lima menit Mbak Santi mempermainkan seluruh permukaan kemaluanku dari telur kemaluan, pangkal kemaluan, batang kemaluan hingga kepala kemaluanku dengan lidahnya yang hangat. Basah sudah seluruh kemaluanku, tiba-tiba mulut Mbak Santi membuka dan dihisapnya secara perlahan kemaluanku dimulai dari kepala, “Oogghh my God!”

Perlahan semakin dalam hingga berhenti di tengah-tengah batang kemaluanku. Dan.. di bagian itu, burungku kembali dipermainkan, bahkan terasa lidahnya kembali melumat sisa kemaluanku yang masuk ke dalam mulutnya, sementara bibirnya tetap berhenti di tengah batang kemaluanku. “Oouuttchh..” luar biasa, sampai di sini, aku berkeyakinan kalau air maniku siap tersembur, tetapi sepertinya Mbak Santi memang ahli dibidang ini, tiba-tiba ia berhenti sejenak sambil tetap diam menghisap, sehingga seolah-olah burungku tertekan oleh sebuah lubang tepat diakhir kepala kemaluanku, dan rupanya ini sangat membantu menghentikan keluarnya air maniku.

Baru sesaat kemudian, dengan cepat seluruh batang kemaluanku habis terbenam di mulutnya, dan aku melihak ekspresi wajahnya, seluruh mulutnya penuh dengan kemaluanku. Barulah seperti biasa yang kualami dalam oral sex, mulut Mbak Santi maju mundur menghisap, menjilat, mengulum sekenanya dan sebisanya, sensasi yang luar biasa karena tertahannya air maniku membuat aku cukup lama bisa bertahan di permainan ini. Wow.. thank’s Mbak Santi.

Sekitar lima menit aku membisikkan ke telinga Mbak Santi kalau aku sudah nggak kuat dan siap memuntahkan cairan kenikmatan. Mbak Santi hanya mengedipkan mata dengan tidak berhenti mengulum batang kemaluanku yang penuh di mulutnya.

Tiba-tiba, air mani itu keluar tepat di ujung tenggorokan Mbak Santi, entah bagaimana caranya Mbak Santi bisa memperkirakan dengan tepat kapan maniku keluar, sehingga, sekilas aku melihat ekspresi Mbak Santi memejamkan mata dan tidak kulihat air maniku tercecer keluar dari mulutnya.

Beberapa detik berlalu, Mbak Santi melonggarkan kulumannya sambil lidahnya menelusuri seluruh permukaan batang kemaluanku untuk membersihkan sisa lendir mani yang masih ada, dan kepala kemaluanku dihisapnya kencang agar tak tersisa lagi cairan yang menetes. Luar Biasa.. That’s what a wonderfull experience.

Keheningan melanda kami berdua, kemudian aku membuka pembicaraan “Maaf Mbak aku belum sempat mencicipi itu..” sambil menunjuk lubang kenikmatan Mbak Santi yang memang tidak tersentuh sama sekali.
“Memang sengaja belum aku tunjukkan karena memang aku sisakan untuk pertemuan berikutnya Mas..” suara Mbak Santi manja.

Sejak saat itu, secara rutin dua minggu sekali kami berkencan, dimana saja, villa, hotel, mobil, kamar di rumahnya. Tapi satu yang belum kurasakan adalah lubang kenikmatan Mbak Santi! Just she played me with her oral! Hingga akhirnya Mbak Santi menawarkan acara tahun baru di pulau Lombok.
“Sakti.. mau merasakan yang satu.. itu kan?” tawarnya menggoda.

Akhirnya kami bertiga, aku, Mbak Santi dan adiknya yang terakhir Luluk berlibur ke Lombok. Di sana kami menyewa sebuah bungalow di pinggir pantai yang masih perawan, bahkan tempat kami menginap sengaja dibikin tidak ada sarana listrik dan komunikasi. Memang setting daerah wisata ini menonjolkan keasrian lingkungannya.

Tepat malam tahun baru, setelah kami puas bermain

Incoming search terms:

  • cerita sex baru

Tags: #cerita dewasa #Cerita Mesum #Cerita Ngentot #cerita sex #terbaru 2016

Tinggalkan pesan "Cerita Sex 2016 Kenangan Sex Dipantai Tahun Baru"