Cerita Sex 201 6 Nafsu Bapak kostku Yang Menggebu

5065 views

Cerita Sex 201 6 Nafsu Bapak kostku Yang Menggebu – Denga muka cemberutnya berkata dalam hati “Ahhh nyebelin banget sih aki kai itu” sembari mengunci pntu kamar kosnya, dia sebel banget hari itu dengan Pak Rois di mana dia yaitu ayah kostnya senantiasa berlaku genit pada pengghuni kosnya, momen ini berlangsung waktu ayah Rois dengan lakukan aktivitas memaku tembok dindingnya.

Cerita Sex 201 6 Nafsu Bapak kostku Yang Menggebu Cerita Sex 201 6 Nafsu Bapak kostku Yang Menggebu Cerita Sex 201 6 Nafsu Bapak kostku Yang Menggebu xc

Cerita Sex 201 6 Nafsu Bapak kostku Yang Menggebu

Sore pak.. lagi ngapain pak..? ” sapa Lisa untuk kesopanan.

Cerita Sex 201 6 Nafsu Bapak kostku Yang Menggebu – “Eh.. mba Lisa dah pulang.. ”sahut Rois dengan mata berbinar. “Kebetulan saya ingin minta tolong sebentar dapat? ” Lisa yang ingin cepat-cepat ke kamar sangat terpaksa hentikan langkahnya serta melihat.

Cerita Sex 201 6 Nafsu Bapak kostku Yang Menggebu – “Apaan pak? ” tanyanya sekenanya, kembali ia jengkel lihat pandangan mata pak tua ini yang jelalatan ke arah dadanya. “Ini loh.. anda dapat pasangin lukisan itu gak kepaku yang dah saya gunakan ini, takutnya tangganya goyang banget lantaran berat tubuh saya, maklum agak gendut gini repot jadinya” tuturnya sembari cengengesan serta kembali pandangan matanya menyantap kulit leher Lisa yang mulus. ”nanti saya pegangin tangganya”

Cerita Sex 201 6 Nafsu Bapak kostku Yang Menggebu – Lisa menyanggupi serta dia menaiki tangga yang memanglah telah goyang ini, gadis ini baru sadar cocok naik ke pijakan ke-2 bahwa tangga ini mempunyai jarak yang cukup lebar pada pijakan-pijakannya, jadi waktu kakinya naik ke pijakan ke-2, dianya yang sekarang ini memakai rok span ketat agak kesusahan serta roknya jadi tertarik ke atas hingga pahanya jadi terbuka.

Peristiwa ini berulang lagi waktu ia ke pijakan ketiga, bahkan juga jaraknya semakin jauh hingga pahanya semakin terbuka lebih lebar. Lisa mengutuk dalam hati, waktu melirik Pak Rois yang dengan senyum mesumnya nikmati pahanya yang tahap serta berkulit mulus bersih ini.

Lihat panorama indah itu, Pak Rois terasa nafasnya sesak sama sesaknya dengan penisnya yang jadi menegang. Sungguh indah bentuk paha gadis itu serta ia dengan bebas dapat lihat dari dekat, mau terasa mengelus paha montok nan mulus ini, namun ia menahan diri. Ia menyerahkan lukisan ke Lisa untuk dipasang.
Namun lantaran nyantolinnya masih tetap agak tinggi jadi gadis ini mesti memasangnya d ngan mengangkat tangannya setinggi mungkin saja, ia tak sadar bahwa lantaran gerakannya ini blusnya yang pendek turut tertarik ke atas hingga tampak kulit pinggangnya yang ramping hingga ke perut dibawah dadanya.

Dengan berniat Pak Rois menggoyangkan tangganya hingga memperlama dianya untuk dapat nikmati panorama pinggang berkulit mulus gadis ini. Sesudah usai terpasang, Lisa turunkan kaki kirinya ke pijakan ke-2 yang nyatanya tanpa ada sepengetahuannya sudah dilonggarkan pakunya. Sembari selalu nikmati paha Lisa yang terbuka kembali, Pak Rois bersiap-siap.

“Eiiihh…eiihh.. ” Lisa menjerit kecil waktu pijakannya terlepas serta ia terjatuh ke belakang serta waktu ini dengan sigap Pak Rois menangkapnya hingga tidaklah sampai terjatuh lebih kronis. Merah muka gadis ini lantaran satu tangan yang menahan dianya memegang pas ke pantatnya serta kelihatannya ia terasa tangan ini sedikit meremasnya.

Dengan cepat ia menghindari tubuhnya dari “pelukan” Pak Rois yang mengambil peluang ini. “Waduh, untung sempat saya pegangin mba nya, jika ngga dapat berabe tuh.. ” tutur Pak Rois cengengesan yang masih tetap nikmati hangatnya badan serta kenyalnya pantat Lisa tadi walaupun sebentar tadi.

“Mmm.. iya pak, terima kasih.. telah kan pak ya.. ” tukas Lisa sembari ngeloyor pergi dengan diikuti pandangan Rois yang nikmati gerakan pinggul gadis yang montok ini. “Hmmm.. tunggulah saja nanti ya.. lo akan terkena ama gua” fikir pria tambun 1/2 tua itu dalam hati. Telah banyak planning yang kotor serta mesum darinya yang memanglah mempunyai sedikit kelainan seks itu.

Didalam kamar, Lisa masih tetap sebel sama peristiwa tadi. Telah terus-terusan ia memperoleh perlakukan atau kalimat yang menjurus mesum dari bandot tua ini, namun ia berupaya menahan diri mengingat bahwa tempat kost itu cukup murah dengan sarana yang ada pula ditambah lagi dengan tempat yang di dalam kota serta dekat ke tempat kerja atau ingin ke mana-mana.

Jadi ia mengambil keputusan untuk terus bertahan seandainya si mesum ini tak terlampau kurang ajar. Apabila ketemu tentu Lisa terasa risih serta agak ngeri ngeliat mata Rois yang seperti menelanjangi sekujur badannya, namun kadang-kadang terkecuali ngeri serta risih gadis ini juga rasakan bangga serta suka lantaran kecantikan serta badannya jadi perhatian hingga seperti ini walaupun Rois bukanlah levelnya untuk dapat nikmati dianya.

Sekian kali bila berpapasan sama Rois serta berbincang-bincang, senantiasa saja tangannya tak pernah diam menjamah, walaupun cuma menjamah pundak atau lengannya tetap harus gadis ini terasa risih lantaran sembari lakukan ini ayah kost ini merayu dengan kalimat yang kampungan.

“Ahh.. udahlah, gak juga penting.. mendingan gua mandi” kata Lisa dalam hati Sembari berkaca ia mulai melepas satu per satu kancing blusnya serta melepasnya hingga sisi atasnya saat ini cuma tertutup BH biru muda yang sulit payah berupaya menutupi payudara memiliki ukuran 34D ini.

Dengan pinggang yang ramping, jadi buah dada ini terlihat sangatlah besar serta indah serta lantaran Lisa rajin ke fitness semakin terlihat kencang serta padat. Sungguh adalah dambaan untuk seluruhnya lelaki didunia untuk yang bisa menikmatinya. Lantas ia meneruskan dengan melepas rok span-nya ke bawah hingga saat ini badan yang mempunyai tinggi 168cm itu cuma ditutupi bra serta cd yang berwarna seirama.

Body yang bakal bikin lelaki ikhlas untuk mati supaya dapat memperolehnya, mempunyai kulit putih asia serta dihiasi dengan bulu-bulu halus nan lembut. Menjanjikan kehangatan serta kesenangan dunia tidak ada tara. Lisa melepas kaitan bra disusul dengan cd-nya yang selekasnya dilemparkan ke ember tempat pakaian kotor.

Dia melihat sesaat ke cermin, lihat payudaranya seperti “bernafas” sesudah sepanjang hari dibungkus dengan bra. Gumpalan daging yang kenyal serta padat dengan puting berwarna coklat muda sungguh menggairahkan. ”Auuh…” gadis ini sedikit merintih atau tersentak waktu ia memegang ke-2 putingnya.

Terasanya ada aliran listrik menyengat lembut serta menyebabkan rasa sensasi geli pada kemaluannya yang tanpa ada sadar tangan kirinya turun ke arah vaginanya serta sedikit membelainya. Sembari senyum-senyum sendiri, gadis ini memikirkan dada telanjangnya serta membusung itu senantiasa jadi tujuan remasan dari Roy pacarnya yg tidak penah jemu juga mengulum puting serta menciumi kulit payudaranya yang mulus serta harum ini.

Tak sia-sia ia tiap-tiap 3 hari sekali memberi lulur pada badannya, terlebih pada payudaranya yang hingga saat ini mempunyai aroma yang memabukkan meskipun dalam keadaan berkeringat. Lisa menghela nafas panjang menahan gejolak birahi yang muncul, serta saat ini ia terasa mau dilampiaskan.

Walau sebenarnya baru tadi malam ia berenang di lautan asmara yang menggebu-gebu dengan pacarnya. Ia terasa dianya senantiasa saja haus bakal belaian pacarnya, walau sebenarnya nyaris tiap-tiap ketemu mereka bercumbu dengan hot serta yang sukai buat ngiler yaitu mengulum penis Roy sampai dapat keluar spermanya. Saat ini ia memikirkan ukuran penis Roy saja telah buat deg-degan, gak sabar untuk ketemu serta mengemut-ngemut batang kemaluan yang kokoh ini.

“Huuuh.. mending gua mandi saja deh, otak gua jadi kotor nih.. ” Usai mandi, sedikit terusir fikiran-pikiran tadi lantaran telah tersiram air dingin. “Loh, kok gak dapat sih nih? ” Lisa telah berapa waktu ngga dapat memutar kunci almari pakaiannya, ia masih tetap cobalah selalu sebagian waktu namun masih tetap gak dapat pula.

“Duh, harus minta tolong ama bandot ini dong” keluhnya Untungnya masih tetap ada pakaian di keranjang yang belum pernah dimasukkan ke almari. Namun sesudah memilih-milih, di keranjang pakaian ini cuma ada underwear 2 gunakan serta beberapa pakaian spesial tidur yang tidak tebal serta seksi dan pakaian dalaman sexy seperti tanktop serta rok mini yang mininya 20 cm dari lutut.

Daripada gunakan pakaian tidur tidak tebal ia pilih rok mini serta tank top yang rendah belahannya. Saat sebelum ke Pak Rois, Lisa pilih untuk makan malam dahulu di ruangan makan berbarengan, sembari makan ia menyalakan tv serta duduk di ujung sofa.

“Ehh.. mba Lisa baru makan ya.. ayah temanin ya, gak baik cewe seseksi anda makan sendirian” mendadak si bandot ini nampak, serta segera menyantap paha Lisa yang disilangkan ini, sungguh mulus, lantas ia duduk di samping gadis ini.

“Ia pak.. sekalian makan pak…terus sama minta tolong kok almari pakaian saya gak dapat di buka yah? ” pinta Lisa sembari menggeser menjauh serta berupaya dengan percuma menarik turun rok mininya.

“buset tuh mataaaa…abis gua.. ” tuturnya dalam hati.

“Ooo gitu, kelak saya check deeeh…”

“Makasih ya pak” Lisa cepat-cepat nyelesaiin makannya, waktu mendadak ia terasa dadanya sisi putingnya merasa gatal.

Awalannya berupaya ditahan saja namun semakin lama semakin bertambah rasa gatalnya, serta bukanlah ini saja saat ini ia rasakan hal yang sama pada vaginanya. Ia masih tetap berupaya menahan namun telah nyaris tak kuat, duduknya jadi gelisah serta ia berupaya menggoyangkan tubuhnya supaya rasa gatal ini hilang bergesekan dengan bahan bra-nya serta ia mempererat silangan kakinya.

Namun rasa gatalnya tak menyusut, bahkan juga saat ini semua daging kenyal payudaranya merasa gatal. “Ouuuhh.. ” pada akhirnya Lisa tak tahan serta ia menggaruk sedikit ke-2 payudaranya dengan tangannya, waktu ia menggaruk merasa nyaman sekali lantaran gatalnya menyusut namun susah untuk berhenti menggaruk.

Sembari memejamkan matanya lantaran keenakan menggaruk ia lupa ada Pak Rois di situ.

“Kenapa anda? Anda kegatelan yaah? ”

“Uuuhh…sssshh.. ehm, i…iya pak.. ” terperanjat Lisa lantaran baru ingat ada si bandot di sebelahnya, namun ia selalu menggaruk semakin cepat serta lantaran tidak tahan ia menggaruk juga ke pangkal pahanya..

“Uuuuuffh.. ssshh…” aliran darah Lisa berdesir cepat lantaran sensasi menggaruknya ini terkecuali menyingkirkan rasa gatal juga bikin birahinya tergelitik.

“per.. permisi pak.. uuffh.. ” sembari selalu menggaruk ia ingin bangkit dari kursi namun rasa gatal ini semakin menghebat yang pada akhirnya dia cuma teduduk kembali sembari selalu menggaruk Sedetik ia lihat Rois cuma melihat dengan pandangan penuh nafsu setan ke dianya yang selalu menggaruk ini.

Gadis ini mengutuk lantaran ia memberi tontonan gratis pada pria tua ini tanpa ada bisa menghindar. Gerakannya semakin cepat serta tak karuan lantaran ke-2 tangannya cuma dapat menggaruk 2 sisi dari 3 sisi badannya yang diserang ini, saat ini rok mininya telah terungkap seluruhnya lantaran ia mesti menggaruk liang kemaluannya hingga menunjukkan ke-2 pahanya yang tahap serta berkulit putih mulus ini.

Gadis ini selalu merintih-rintih lantaran saat ini rasa gatalnya kelihatannya tak dapat digaruk cuma dengan garukan yang masih tetap terhambat kaos serta bh untuk ke-2 payudaranya serta celana dalam tipisnya untuk vaginanya, badannya terasanya lemas lantaran rasa gatal serta birahinya yang saat ini bikin vaginanya jadi basah serta ia terasa putingnya mengeras.

Pak Rois “Misi pak…mau ke kamar dahulu niiih.. uuhh.. ” Kata Lisa, namun Pak Rois diam saja menghambat jalan keluarnya. Terasa mau geram saja namun rasa gatal ini menghambat rasa geramnya. Lantaran pada akhirnya ia tak tahan serta tak dapat menghindar lagi, dengan serabutan serta cepat ia menarik tali tank topnya kebawah serta menarik turun branya hingga saat ini buah dadanya telanjang yang selekasnya ia menggaruk dengan cepat dua gunung indah ini terlebih putingnya yang saat ini telah mancung serta mengeras,

Kakinya bergerak blingsatan lantaran rasa gatal pada vaginanya semakin menghebat. Pak Mamud tertawa dalam hati, ia nikmati lihat indahnya panorama di depannya ini, begitu buah dada Lisa yang berupa bulat kencang ini tak tertutup apa pun dan pakaian Lisa yang telah tak keruan.

Suka ia lihat gadis yang cantik namun sombong itu saat ini terlihat tak berdaya. Gagasan awal itu sukses dengan baik, yang nyatanya ia sudah ganti kunci almari pakaian Lisa serta menyimpan bubuk gatal pada baju dalam gadis ini serta berniat memilihkan pakaian yang seksi ketinggalan diluar almari.

Tangan Lisa masih tetap bergerak cepat berpindah-pindah coba menggaruk 3 sisi badan, semakin lama semakin menghebat serta dari mulutnya meracau tak terang. Dengan sulit ia berupaya menggaruk vaginanya dengan cara segera namun ia kesusahan lantaran mesti menggaruk putingnya.

“Saya bantu ya sayang…” tanpa ada diminta ia menarik turun celana dalam tidak tebal Lisa, hingga saat ini tampak “bibir” bawah itu yang dihiasi bulu-bulu halus.

Terlihat indah sekali serta menggairahkan. “Nggeeh.. ja.. gan kurang ooouhh.. ”ia tidak bisa meneruskan umpatannya lantaran ia nikmati garukan pada vaginanya walaupun ia mesti beralih lagi sembari merintih-rintih selalu Ia terperanjat sebentar saat tangan Pak Rois mengelus-elus pahanya, namun ia tak dapat memperdulikannya lagi yang utama ia mesti selalu menggaruk.

Dengan leluasa Pak Rois menjelajahi lekuk liku badan montok ini tanpa ada penolakan, kulit pahanya merasa lembut serta daging paha sintal ini merasa kenyal serta hangat dalam usapannya. Lantaran belaian-belaian yang dikerjakannya itu bikin Lisa semakin menggelinjang lantaran saat ini birahinya telah melonjak.

“Biar itu saya yang bantu yaah.. ” dengan sigap jari-jari tangannya hinggap di vagina Lisa serta menggeseknya dengan liar.

“Ouuuuhh…ss.. stoopp…aiiieh…iyaa…ouuhh” ngga terang Lisa ingin ngomong apa, sedetik ia paham vaginanya tengah diobok-obok oleh orang yang dia sebel, namun ia tak tau serta tak berdaya lantaran rasa gatal serta nafsunya yang mencapai puncak hingga dia tak dapat menampik perbuatan Rois.

Saat ini ia konsentrasi menggaruk payudaranya, bukan sekedar digaruk namun juga diremas-remas serta memuntir-muntir putingnya sendiri. Dengan leluasa Rois menggesek-gesek sisi badan yang paling rahasia punya gadis ini.

Nyaris 5 menit saat ini liang vagina ini telah becek serta menyebabkan bunyi kecipak lantaran gerakan jari-jari Rois yang telah pakar ini.

“aaahh.. jgn dilepaskan.. ohh…pak.. ” jerit Lisa waktu tangan Rois mengangkat tangannya dari vaginanya yg telah basah ini serta jadi “cuman” mengelus-elus pahanya serta meremas pantatnya.

“Kenapa sayang..? anda ingin saya untuk selalu mengobok-obok memek anda..? ” bertanya Rois. “Ngeh.. ngeh.. iii yaaa paakk…ouufh.. ” di antara engahannya

“kamu meyakini..?? ” “uuhh…ngeh…sssh.. ” ia cuma mengangguk “kamu mohon dong sama saya.. paaak Rois sayang, tolong obok-obok memek saya…please saya mohon” Mendengar perintah ini, dalam waktu relatif cepat Lisa terasa malu serta geram namun selekasnya terganti keperluan body-nya yang telah terbakar birahi dengan cara aneh ini. Ia berupaya tidak untuk mengatakan ini dengan selalu menggaruk, namun ia tak kuat..

“ouuh.. ngeh.. Pa.. Pak Rois sssss…. sayaaang, ooh.. tol.. long obok…obok me…nggeh…memek sayaaaa…pleeeeease…uuuff.. saya mohoooonn…” erang Lisa.

“Tentu sayang…” Lantas dengan sigap jarinya menggerayangi bibir vagina Lisa yang becek ini serta menggesek dengan cepat. Lisa melenguh penuh nikmat sembari meregangkan tubuhnya, lantas tersentak hebat waktu jari ini menusuk masuk serta temukan klitorisnya

“Haaa.. nyatanya disitu yaaa…” dengan pakar ia memainkan jari ini pada g-spot tsb yang menyebabkan Lisa mendesah-desah. Gadis ini rasakan terbentuknya sensasi orgasme menanjak naik..

“Oouuhh…ja. nggaannn.. ” ia berupaya menahan dianya, namun gerakan jari Rois semakin menggila serta selalu menggila, ia telah nyaris tak tahan.

Sembari menggigit bibirnya serta memejamkan matanya ia berupaya menahan klimaksnya, tak menduga bahwa dianya bisa di buat klimaks oleh Rois. “Ouuuuuuhhhhhh…. aaaiiiieeeeeeeeeee….. ” dengan teriakan panjang Lisa meraih puncaknya serta badannya menggetar keras.

Cairan semakin deras membahasai liang vaginanya, ia nikmati tiap-tiap detik sensasi mengagumkan ini. Badannya semakin lemas serta pandangannya nanar. Ia tidak dapat menampik waktu Rois menunduk serta mencium bibirnya yang tidak tebal.

“mmmmmpphhh….. ” Lisa mengerang serta susah menampik waktu lidah Rois masuk rongga mulutnya serta melilit-lilit lidahnya, bahkan juga tanpa ada sadar ia membalas ciuman ini. Sesaat tangan Rois masih tetap mengocok kencang serta gadis ini rasakan kembali orgasmenya ingin menyeruak lagi.. terlebih waktu ciuman Rois beralih mencium puting kirinya.

“Auukkh.. ssttopp.. ssssshh…ssshh.. ” namun Lisa jadi membusungkan dadanya memudahkan Rois nikmati puting kerasnya. Saat ini rasa gatalnya telah terganti dengan tekanan nafu setan yg tidak pernah terpuaskan, tangannya yang bebas dituntun oleh Rois ke penisnya dibalik sarungnya.

“oouuh.. bes.. bessar banget ppaakk.. ” gumam Lisa tanpa ada sadar waktu rasakan batang hangat yang berdenyut-denyut dalam genggamannya, ia melirik ke arah batang kemaluan Pak Rois yang nyatanya semakin besar di banding punya pacarnya,

Fikiran nafsunya tanpa ada sadar memikirkan apakah ia dapat untuk mengulum penis ini dalam mulutnya atau memikirkan bagaimanakah terasa apabila penis ini menyerang vaginanya. Dengan birahinya yang selalu membara serta selalu dijaga geloranya oleh Rois,

Lisa dengan suka-rela mengocok-ngocok penis raksasa Pak Rois ini, ia telah tak ingat bakal bencinya dia pada pria tua berusia 60 th. ini. Rois mulai mendesah-desah keenakan diantara kulumannya pada ke-2 puting Lisa.

“aaaaaaannggghhhhh…pppaaaakkhh……aaaaaaannggghh…” Lisa meraih klimaks hingga 2 x berturut-turut lantaran kocokan tangan Rois, matanya semakin nanar serta bibir seksinya menyeringai seperti menahan sakit.

“Sekarang anda isep mempunyai ayah yaa.. anda kan jago jika sama pacar kamu” “ouuh.. ngga ma.. ingin.. ap…aauupphhh.. mmmhh.. ”

Lisa yang lemas disebabkan klimaks tadi tidak berdaya menampik waktu Rois menarik lehernya membungkuk ke arah batang “Lisas” nya, tak memperdulikan memprotes Lisa yang ia tau cuma pura-pura lantaran sesungguhnya telah jatuh dalam genggamannya.

Saat ini dengan dengan bibirnya yang seksi serta lidah yang hangat lembut ini mulai mengulum batang kemaluan ini.

“Oooh.. enak sayaaang…kamu memanglah jago.. sssshh…kamu sukai kan..? ” tanyanya “mmmmmpph…sllluurpp.. mmmmmm” cuma ini yang keluar dari mulut Lisa, yang dengan semangat memainkan lidahnya menjilati serta menghisap penis Rois.

Aroma serta rasa dari penis lelaki ini sudah menyihirnya untuk memberi sepongan yang paling enak. “Bapak tau.. anda hanya cewek sombong yang sesungguhnya mempunyai jiwa murahan serta pelacur…plaakk..!! ” Lisa tersentak waktu pantat bulatnya ditepak oleh Rois, mukanya merah serta geram namun sesungguhnya jadi bikin dia semakin terangsang serta semakin cepat ia mem-blow job penis Rois.

Belum pernah ia rasakan birahinya dibangkitkan lewat cara kasar itu, namun ia tau bahwa ia sangatlah menikmatinya.

“Kurang ajar nih aki-aki” gerutunya dalam hati serta ia menggigit gemas ke penis Rois yng membuatnya ini mengelinjang serta lidahnya semakin cepat menyapu urat dibawah penis ini.

“Ayo.. saat ini anda naikin penis saya.. ”

Tanpa ada berucap Lisa mulai menaiki ke atas badan tambun Rois, dengan deg-degan menunggu penis besar ini ia turunkan pinggulnya dengan dibantu tangan Rois yang memegang pinggangnya yang ramping.

“Ooooh.. ” Lisa mengerang waktu ujung “helm” penis ini bersentuhan dengan bibir vaginanya serta mulai masuk liang surga. Kembali ia mengerang menahan sedikit sakit waktu baru masuk sedikit, liang vaginanya berupaya menyeimbangi diameter penis Rois ini.

“Enak kan sayang? ” “Hmmmmm…nggh…” Lisa cuma mengerang serta memjamkan mata menanti penis ini membenam ke vaginanya. Namun Rois cuma menggesek-gesek liang vagina Lisa ini dengan ujung kepala “meriamnya”.

Gadis ini menggoyang-goyang pinggul seksinya serta berupaya turunkan tubuhnya, namun Rois terus menahan pinggulnya hingga terus belum bisa “menunggangi” penis Rois.

“Hemmm…kenapa sayang? Telah gak sabar yaa merasakan kontol ayah? ”

“Huuh?.. nggeeeh…aa.. paahh…” Lisa ngga tau mesti ngomong apa, masih tetap tersisa gengsi pada dianya.

“Hehehe.. masih tetap sok alim uuh.. anda ya..? Jika anda ingin kontol ayah, anda mesti memohon dengan mengakui diri anda ini hanya perek murahan serta kerjakan dengan seksi.. ”

“aaahh…sssh.. mengapa mes.. ti gitu paakk…pleaaase…” Lisa telah betul-betul terangsang serta tak dapat berpikir jernih lagi, dalam fikirannya saat ini cuma penis Rois saja. Rois mendengus serta seperti akan memindahkan badan Lisa di atasanya, terasa perbuatan ini.

“Oouuh ooke.. okeeh paaak…ngeh, tega bgt sih bapak…oouf paak, tolong masukin kontol ba.. ngeehh.. ayah ke memekku paak, entotin sayaaa ooh paakk…akkuu.. memanglah cewe murahan yang sok suci.. nggeh.. pleease.. paakk.. akuuu mohooon…” pinta Lisa memelas sembari meremas-remas ke-2 payudaranya.

“Hehehehe…kamu tergila-gila ya sama kontol ayah.. ”

“Iyaa ppaakkh…please.. saya gak tahaaan paakk…” “Kontol pacar anda tak ada apa-apanya kan? ”
“oouuh.. jauuh pakkk.. mempunyai ayah lebih hebaat serta enaaaakk”

“Hehehe.. good…ini dia hadiahnya.. ” Rois lantas menarik ke atas badan Lisa serta menurunkannya kembali, dengan diiringi erangan Lisa rasakan penis ini semakin dalam masuknya serta susah ia menahan diri tidak untuk klimaks yang ke empat kalinya.

Lisa kembali menambah tubuhnya serta turunkan kembali hingga telah ¾ penis ini diemut vaginanya. Gerakannya diulangi berulang-kali, awalannya perlahan-lahan namun semakin lama semakin cepat lantaran vaginanya telah dapat “menerima” penis memiliki ukuran diatas rata-rata ini.

Gadis ini telah betul-betul dikuasai nafsu birahinya serta ia terasa terbang ke awang-awang rasakan gesekan-gesekan penis Rois dengan dinding vaginanya. Tidaklah sampai 5 menit Lisa telah rasakan bakal keluar lagi.

“Ouuh.. gilaaa.. paaakkh.. oouuuhhhhhhhhh.. ” Lisa meraih klimaksnya lagi serta ia selalu bergerak naik turun menunggangi penis yang masih tetap perkasa ini. Buah dadanya yang besar menggantung ini bergerak naik turun ikuti irama gerakan tubuhnya, dengan nikmat Rois memperoleh gumpalan daging kenyal ini serta meremas-remasnya dengan gemas.

Dengan liar ia selalu menunggangi penis ini, diiring dengan bunyi “plok.. plok.. plok.. plok.. ” yang semakin cepat disebabkan beradunya tubuh Lisa dengan perut buncit Rois. Nyaris 15 menit Lisa nikmati hunjaman-hujaman penis ini, dalam periode ini Lisa telah meraih orgasme hingga 4x lagi, ia tidak bisa menahan tidak untuk melenguh serta berteriak nikmat.

Fikirannya susah untuk konsentrasi bahwa ia sudah di buat klimaks oleh seseorang lelaki yang layak jadi ayahnya. Ia terasa lemah sekali bakal nafsu yang menguasainya, namun sungguh merasa nikmat sekali yg tidak dapat ditolaknya.

Rois juga telah nyaris meraih puncaknya, penisnya sudah mengeras hingga optimal dah hal semacam ini juga dirasa oleh Lisa, ia mempercepat gerakan naik turunnya yang mengakibatkan buah dada montoknya bouncing naik turun semakin cepat.

“Uuuaaahh…gilaaaaa…ooouuuhhh…” pada akhirnya Rois tak dpt menahan lagi, spermanya muncrat bersamaan dengan klimaksnya yang nyatanya bersamaan dengan klimaks yang sangatlah kuat dari Lisa. Rois rasakan dinding vagina Lisa yang hangat ini bergetar menaikkan kesenangan klimaksnya.

Dengan lunglai Lisa turun dari tunggangannya serta rebah di samping Pak Rois yang juga masih tetap merem melek habis nikmati badan gadis cantik serta sexy ini. “Kamu memanglah hebat hebat cantik…”

“Cukup pak.. ngeh, saya gak tau mengapa dapat kaya gini tadi.. itu harusnya tidak berlangsung, cukup sekali itu terjadi” Lisa yang telah mulai jernih fikirannya, ia saat ini sangatlah menyesali bahwa ia menyerahkan dianya dengan cara suka-rela pada Rois.

Ia mengambil keputusan untuk geser kost serta peristiwa tadi mesti dikubur dalam-dalam, tak bisa ada yang tahu. Lihat Lisa yang mulai membereskan pakaiannya serta akan pergi, Rois bergerak cepat. Ia memegang leher belakang Lisa yang tengah membungkuk akan mengambil cdnya lantas dengan cepat membenturkannya ke meja kayu yang ada di depan mereka duduk.

“uuuugghhh…. ” kerasnya benturan ini bikin ia 1/2 pingsan. “hehehe.. gak secepat ini sayang.. anda bakal jadi milikku.. ” Rois lantas menarik tangan Lisa serta gadis ini pasrah saja dibawa dengan 1/2 sadar masuk ke kamar Rois.

Lantas sesudah melepas bekas pakaiannya, ia merebahkan badan telanjang yang masih tetap lemas ini ke atas ranjangnya. Lantas ia mengikat ke-2 pegelangan kaki serta pergelangan tangan Lisa ke ujung ranjang besi, hingga saat ini badan telanjangnya ini dalam posisi kaki yang mengangkang lebar.

“uuuh.. apa-apaan inih…lepasin paak…”dengan nada masih tetap serak serta lemah Lisa berontak dengan sia-sia, ia mulai takut apa yang akan dikerjakan. Lihat posisi serta keadaan Lisa yang menggairahkan ini, Rois tak tahan lagi ia membungkuk lantas menciumi payudara montok serta memainkan lidahnya mengecupi puting Lisa yang sebentar saja segera mengeras.

“Ouuh.. pak..! lepasin saya pak…kalo ngga sa…aauupphh…mmbbllllmmmmm…” Lisa tidak bisa melanjuntukan omongannya lantaran ditutup lakban oleh Rois.

Saat ini kesadaran Lisa telah mulai sembuh, ia masih tetap selalu berupaya memberontak untuk melepas ikatan kaki serta tangannya namun ikatan ini sungguh kuat. Ia mulai takut lantaran saat ini ia tak berdaya serta ada dlm kekuasaan Rois.

Pandangan matanya ikuti Rois seperti mata kelinci yang tengah ketakutan lihat serigala yang bakal memangsa, serta air matanya mulai meleleh di pipinya.

“Eeeiih.. mengapa nangis cantik? Saya paling gak sukai simak cewe nangis…tapi saat ini kita simak film dahulu ya…”ujar Rois sembari menempatkan kabel menghubungkan dari handycam ke tv. Lantas ia mulai menyetelnya. Mata Lisa terbelalak kaget waktu lihat tayangan video di monitor tv, jantungnya terasanya bakal copot serta kepalanya mendadak pusing mendadak lihat adegan per adegan dari video ini.

Nyatanya peristiwa di sofa ruangan tengah tadi seluruhnya direkam oleh Rois dari tempat tersembunyi, tampak terang waktu ia lihat dianya mulai rasakan gatal yang menyerang, mulai mencopoti pakaiannya serta hingga peristiwa dia terkait sex dengan Rois.

Perasaannya semakin hancur waktu nyatanya Rois bukan sekedar merekam dari 1 pojok saja, ada 4 handicam tersembunyi yang merekam semua peristiwa. Bahkan juga waktu ia memohon pada Rois untuk mengobok-obok vaginanya serta pernyataan dia sebagai cewek murahan juga terdengar terang.

Muka gadis yang cantik ini jadi pucat serta badannya bergetar, ia telah mengira apa yang bakal disuruh oleh Rois karenanya ada video ini. Perasaannya berang, geram, tidak suka, takut dan sebagainya bercampur aduk, saat ini ia cuma bisa menangis.

Tampak terang bagaimanakah berwajah tunjukkan dianya nikmati tiap-tiap detik permainan panas ini dengan aki-aki tambun yang telah tua.

“Percuma kau menangis.. saat ini anda bakal rasakan mengakibatkan lantaran sampai kini jadi cewek sombong yang sok suci.

Ayah tau apa yang anda kerjakan sama pacar anda sampai kini, nah.. saat ini anda mesti nurut apa yang ayah ingin, jika ngga ayah jamin film itu bakal nyebar kemana-mana, anda ngerti…?? ” tegas Rois. Lisa cuma mengangguk lemah dengan pandangan sayu.

“Sekarang yang saya minta anda tak bisa nangis sepanjang anda melayani saya.. dapat..?? jika terus nangis anda bakal terima hukuman yang berat.. ” Kembali Lisa cuma mengangguk serta berupaya menahan air matanya.

Ia berupaya memberikan keyakinan dianya bahwa bakal ada jalan keluar nanti. Tanpa ada sadar ia memikirkan peristiwa tadi, serta ia teringat bakal ukuran penis Pak Rois yang memanglah diatas rata-rata. Dengan fikiran ini tanpa ada bisa dihindari merasa desiran-desiran halus di perutnya serta ia terasa putingnya agak mengeras.

“Sayang…yang mempunyai penis si Rois anjing ini.. ” fikirnya. Lisa melotot kaget waktu Rois mengambil suatu hal dari almari yang nyatanya adalah dildo vibrator yang memiliki ukuran panjang. Rois saat ini duduk di ranjang di dekat kakinya yang ngangkang ini, menunjukkan vaginanya yang terbuka menantang, lantas ia menyeka dengan tangannya yang menyebabkan Lisa terhentak.

“Kayanya telah basah nih.. telah siap yah.. ” goda Rois, lantas ia membungkuk serta berwajah saat ini telah di depan liang surga punya gadis cantik ini, mendadak Lisa menggelinjang waktu lidah Rois menciumi serta menjilati vaginanya.

Untuk sebagian waktu Lisa menggelinjang-gelinjang, nafasnya kembali memburu serta pandangan matanya sayu.

“Ngggeehhhhhhhh…! ” Lisa menjerit dengan mulutnya yang tertutup lakban, waktu Rois memasukkan dildo ke lubang kemaluannya yang telah basah serta ngilu ini serta selalu mengerang lantaran dildonya semakin dalam ditusukkannya.

Kembali ia menggelinjang hebat waktu Rois menyalakan vibartornyanya. Merasa sakit, namun sesudah sebagian menit rasa sakit ini berangsur-angsur menghilang tergantikan dengan sensasi kesenangan yang belum pernah ia rasakan atau pernah ia pikirkan.

Saat ini erangannya terdengar seperti rintihan kesenangan diiringi dengusan nafasnya yang memburu. Lisa melenguh panjang serta pelan, rasakan badannya semakin panas serta terangsang. Rasa menggelitik di perut bag bawah semakin menggila serta menggebu-gebu.

Dengan rasa malu serta kaget, ia meraih klimaksnya dengan sensasi yang mengagumkan.. ”
“nngggggghhhhh…mmmmmmmmmmhhhhh…..!!!! ” Badan montoknya menegang sebentar saat klimaksnya menyerang, pandangan matanya semakin sayu.

Namun dildo ini terus bergetar seperti mengoyak-ngoyak bag dalam vaginanya, serta rasa nikmat kembali dirasa semakin bertambah, nafasnya memburu serta saat ini fikirannya telah tak termonitor, nafsu birahinya selalu membara lantaran dildo ini.

“Naah.. anda seneng saja ya ditemenin ama dildo ayah ya…tenang saja, getarannya bakal semakin keras kok telah saya setting serta ayah colokin ke listrik.. hehehe.. ayah ingin buat back up untuk film anda tadi ya.. ” kata Rois, ia cuma ketawa lihat Lisa memandangnya dengan badan telanjangnya yang menggeliat-geliat,

Badan montok yang terlihat berkilat lantaran keringat Rois semakin tertawa lantaran Lisa mengerang lagi lantaran sudah orgasme untuk beberapa kalinya, lantas ia meninggalkan Lisa yang selalu mengerang-erang lantaran getaran dildo ini.

Tak terhitung berapakah kali Lisa dipaksa untuk orgasme, badannya mengkilat lantaran basah oleh peluhnya, gadis ini terasa lemas sekali namun dildo yang menancap di vaginanya memaksa dia untuk selalu dirangsang

Incoming search terms:

  • cerita dewasa bubuk gatal
  • cerita sex 201
  • cerita sex sedarah 201/
  • Cerita Mesum Bapak
  • cerita sex dengan bubuk gatal
  • cerita sex bubuk gatal
  • cerita seks bubuk gatal
  • cerita sex nafsu birahi 6
  • cerita sex terbaru 201
  • cerita seks 201

Tags: #Cerita Daun Muda #cerita dewasa #Cerita Mesum #Cerita Ngentot #cerita sex #terbaru 2016

Tinggalkan pesan "Cerita Sex 201 6 Nafsu Bapak kostku Yang Menggebu"