Cerita Dewasa – Terbuai Rayuan Tante Susi

5938 views

Cerita Dewasa – Terbuai Rayuan Tante Susi | Sebut aja nama saya andri, saya adalah karyawan swasta disalah satu perusahaan di jakarta, pada kesempatan kali ini saya ingin bercerita  tentang pengalaman sex yang mungkin tidak akan pernah saya lupakan.

Cerita Dewasa - Terbuai Rayuan Tante Susi Cerita Dewasa - Terbuai Rayuan Tante Susi Cerita Dewasa - Terbuai Rayuan Tante Susi 43

Cerita Dewasa – Terbuai Rayuan Tante Susi

Cerita Dewasa – Terbuai Rayuan Tante Susi | Kejadian hubungan saya dengan Tante Susi sudah lewat hampir 1 bulan, dan selama itu pula kami tidak pernah lagi melakukan hubungan badan. Dalam pikiran saya, mungkin Tante Susi sudah menyadari kekhilafannya, dan saya juga harus bisa melupakan kejadian tersebut dan menganggap kalau kejadian itu tidak pernah terjadi. Karena pada dasarnya saya juga merasa malu pada diri saya sendiri, tapi dilain pihak saya juga merasakan nikmatnya persetubuhan kami. Mungkin perasaan ini jugalah yang ada di dalam hati Tante Susi.
Cerita Dewasa – Terbuai Rayuan Tante Susi | Seperti biasanya, saya kalau sedang bernafsu sering saya lampiaskan pada film porno dan tentu saja akan berakhir dengan onani. Kalau setiap habis menonton film porno, saya sering membayangkan sangat ingin menikmati tubuh Tante Susi kembali.
Pada suatu sore, ketika saya sedang menikmati film porno dan sedang dalam tahap sangat ingin melakukan hubungan seks, (mungkin seseorang kalau sekali sudah merasakan nikmatnya hubungan seks, akan sulit untuk melupakannya) tiba-tiba berdering telepon dan tentu saja membuatku terhentak seketika dan dengan sedikit mengomel saya bangkit dan menjawab teleponnya. Dengan berat saya menjawab,
Cerita Dewasa – Terbuai Rayuan Tante Susi | “Halo.., mau cari siapa..?” Lalu terdengar suara seorang wanita
“Saya ingin mencari Andri, Andrinya ada..?” Dengan sedikit rasa ingin tahu, saya jawab,
“Yah, saya Andri, disana siapa yach..?” Kemudian terdengar suara yang agak genit tapi sangat merangsang,
“Hayo.., sudah lupa yach sama saya, padahal belum juga satu bulan..!” Hati saya langsung berdebar-debar, lalu saya bertanya kembali,
“Disana Tante Susi yach..?” Dan terdengar suara,
“Emangnya kamu pikir sapa, sembarangan aja..!” Lalu saya pun berkata,
“Ada keperluan apa Tante..?” Dengan pelan tetapi agak kesal, Tante Susi berkata,
“Kamu kayak nggak tau aja, rumah tante lagi sepi nih, selain itu tante lagi pengen nih, kamu bisa khan nolongin tante..?” Dengan sedikit jahil saya bertanya lagi,
“Nolongin apa tante..?” Tante Susi yang mungkin sudah kesal sekali, lalu berkata,
“Kamu ini bodoh atau pura-pura bodoh sich, udah hampir satu bulan nich.. apa kamu nggak ingin kenikmatan kayak waktu itu..?” Dalam hati, tentu saya saja saya sudah sangat berharap karena selain rangsangan dari film porno yang saya tonton, saya juga tidak merasa puas akan onani yang saya sering lakukan. Lalu saya berkata,
Cerita Dewasa - Terbuai Rayuan Tante Susi Cerita Dewasa - Terbuai Rayuan Tante Susi 3
“Tante tunggu yach, saya segera kesana, paling cuman 10 menitan.” Dan Tante Susi menjawab,
“Yach udah.., cepatan yach, tante tunggu nih..!” Dalam 10 menit, saya sudah tiba di rumah Tante Susi, dan ternyata Tante Susi sudah menunggu saya di depan rumahnya, terlihat Tante Susi memakai setelan piyama. Lalu kami pun masuk ke dalam rumah dengan nafas terengah-engah. Saya berkata,
“Tante ini bikin capek saya aja..!” Dan dengan agak manja, Tante Susi berkata,
“Masak gitu aja capek, tapi kamu juga dapat enaknya khan, kamu ini juga kok masih juga panggil tante, khan udah dibilang panggil aja dengan Susi, gimana sech..!” Dengan tertunduk saya berkata, “Iya juga sech, saya lupa tante.. eh.. Susi maksud saya.”
Lalu saya masuk ke dapur dan mengambil minum. Tante Susi pun menyusul saya masuk ke dalam. Sesudah meminum habis air dalam gelas, saya segera menarik Tante Susi dan memeluknya. Dengan manja Tante Susi berusaha untuk melepaskan peluksan saya, tapi saya segera mendaratkan ciuman saya ke bibirnya. Tante Susi terlihat sangat menikmatinya dan mulai membalas ciuman saya dengan mengigit pelan lidah saya, tapi saya juga berusaha membalas ciumannya.
Kami berciuman hampir 3 menit, lalu saya melepaskan ciuman saya dan bertanya, “Nit, saya bole nanya nggak..?” “Yach.., nanya aja, emang kenapa..? jawab Tante Susi. Lalu saya berkata kembali, “Kalo bole tau, kamu pake celana dalam warna apa hari ini..?” Dan Tante Susi berkata, “Eh kamu.. memalukan, masak nanya hal yang gituan..?” Saya berkata lagi, “Masak nggak bole sich..?” Tante Susi berkata, “Yach udah.., kamu lihat aja sendiri..!” Lalu tangan saya mulai bergerilya di sekitar wilayah pinggang ke bawah dan dengan pelan saya mulai membuka celana piyama nya dan telihat kalau Tante Susi memakai CD warna putih dan terlihat bayangan kehitam-hitaman di sekitar lipatan kakinya.
Lalu Tante Susi berkata, “Nah udah tau khan, kok masih diam aja, kayak ngak pernah gituan aja..!” Dengan tersenyum saya lalu mengendong Tante Susi segera menuju kamarnya. Tante Susi berkata, “Kamu ini kok nggak sabaran sech..?” Sampai di kamarnya, saya membaringkan Tante Susi ke ranjang dan segera membuka pakaian serta celana saya, sehingga saya hanya tinggal memakai CD. Sedangkan terlihat kalau kemaluan saya sudah menegang. Lalu saya segera mencium bibir Tante Susi, sedangkan tangan saya mulai aktif bekerja meremas payudara Tante Susi. Kemudian saya pun membuka baju Tante Susi, sehingga tampaklah payudara Tante Susi yang masih terbungkus oleh BH yang berwarna putih juga (dalam pikiranku mungkin BH dan CD Tante Susi adalah satu set, sehingga tampak sangat serasi).
Lalu tangan saya mulai bergerak ke belakang untuk mencari kait dan membuka BH-nya tante, tapi dengan tersenyum Tante Susi berkata, “Ini model baru Ndri.., kaitnya terletak di depan.” Dan tangan Tante Susi sendiri yang melepaskan kait BH-nya, sehingga tampaklah oleh saya payudara Tante Susi yang masih kencang. Saya segera menenggelamkan wajah saya ke dalam payudaranya. Dengan gerakan meremas dan mulut saya menghisap putingnya, Tante Susi mulai terangsang, ini terlihat dari erangan Tante Susi. “Uuh.. enak sekali.. terus Ndri.. ehmm..”
Lalu tangan saya mulai bergerak ke bawah, masuk ke dalam celananya dan mulai menyentuh bagian di sekitar selangkangannya, meskipun hanya dari luar celana dalamnya. Lalu tante berkata dengan sedikit tertekan, “Ndri.. tante nggak tahan lagi nih..!” Tanpa berpikir panjang lagi, saya segera melepaskan celana sekaligus CD Tante Susi, karena nafsu saya juga telah memuncak. Lalu terlihatlah kemaluan Tante Susi yang ditumbuhi bulu-bulu yang terawat dengan rapih.
Kepala saya segera turun dan segera menjilati kemaluan Tante Susi. Terdengar Tante Susi menjerit, “Aduh Ndri.., nikmat sekali.. terus.. tante merasa nikmat terus Ndri.. uh.. uh.. ahh..” Tiba-tiba tubuh Tante Susi mengejang dan pinggangnya terangkat ke atas. Saya mengetahui kalau Tante Susi sudah hampir mencapai klimaksnya, tapi saya segera menghentikan permainan saya, sehingga terlihat kalau Tante Susi sangat kecewa dan berkata, “Kamu kok gitu sech Ndri..!” Saya berkata lagi, “Nit, nanti saya akan memberikan kenikmatan yang sebenarnya, tapi sekarang kamu harus meluruskan kembali dulu adik saya ini..!” sambil menunjukkan batang kemaluan saya yang sudah agak mengecil.
Saya bangkit dan segera mengarahkan kemaluan saya ke dalam mulut Tante Susi. Tante Susi nampaknya sangat liar dan segera melahap habis kemaluan saya, terlihat kalau kemaluan saya terbenam seluruhnya ke dalam mulut Tante Susi. Dengan gerakan menghisap Tante Susi berhasil membuat kemaluan saya sudah dalam keadaan siap tempur dan sudah dalam ukuran yang maksimum.
Lalu Tante Susi menyuruh saya untuk memasukkan kemaluan saya ke dalam kemaluannya, lalu saya bergerak turun dan tubuh saya menimpa tubuh Tante Susi. Saya mengarahkan kemaluan saya ke lubang kemaluan Tante Susi. Dengan pelan tapi pasti, saya mulai menekan kemaluan saya ke dalam lubang Tante Susi. Karena sudah basah oleh ludah Tante Susi dan kemaluan Tante Susi sudah basah oleh cairan kemaluannya, sehingga memudahkan kemaluan saya menekan, meskipun masih terasa sakit di sekitar kepala kemaluan saya. Tante Susi mulai menjerit dengan tertahan, “Aduh.. duh.. sakit.. Ndri.. teruskan.. uh.. ah.. ehm.. tapi nikmat sekali..!” Karena ingin segera mencapai klimaksnya, saya pun segera membenamkan habis kemaluan saya dan terasa kenikmatan yang hebat baik saya maupun Tante Susi.
Kemudian saya segera melanjutkannya dengan gerakan naik turun, sedangkan Tante Susi berusaha mengimbangi permainan saya dengan gerakan pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Dan sesudah 5 menit, kemudian Tante Susi menjerit dan kakinya mengunci pinggang saya, kemudian mulai menendang ke atas. “Ndri.. saya sampai nih.. ah.. uh.. uh.. ehs.. nikmat sekali..!”desahnya menahan kenikmatan. Sedangkan tangannya bergerak tidak karuan dan mencakar punggung saya, tapi saya sudah tidak mempedulikannya lagi dan terus memompa kemaluan saya ke dalam lubang surgawi Tante Susi.
Selang beberapa detik kemudian, saya merasa ada sesuatu yang akan meledak keluar, dan saya merasakan segera mencapai klimaks. Lalu saya berkata, “Susi, tahan.., sebentar lagi saya segera keluar..!” Saya mengerang, “Uuh.. uh.. enak sekali, sungguh enak sekali.” 5 detik kemudian, saya pun menghujani kemaluan Tante Susi dengan siraman air sperma saya dan saya merasakan adanya cairan hangat dalam kemaluan Tante Susi dan dinding kemaluan Tante Susi menjadi agak licin. Saya tahu Tante Susi dan saya sudah mencapai orgasme bersamaan dan terdengar jeritan, “Uuh.. Ndri.. enak sekali.. tante sampai.. uh..!”
Setelah mencapai orgasme, saya jatuh tertidur di samping Tante Susi. Tante Susi berkata, “Terima kasih Ndri.. tante puas sekali.., sudah lama tante nggak merasa puas seperti ini..!” Lalu saya tersenyum dan berkata, “Saya juga puas tante, kemaluan tante nikmat sekali, sungguh saya puas Nit..!” Kemudian kami pun saling berpelukan dan berciuman kembali.
Setelah hampir setengah jam beristirahat, kami mengulangi kembali permainan seks kami, hanya kali ini Tante Susi berada di atas, sedangkan saya di bawah. Permainan ini hanya berlangsung sekitar 5 menit, karena kami masing-masing sudah lelah pada permainan yang pertama, sehingga pada permainan kedua ini kami merasa tidak senikmat permainan pertama. Setelah lelah dan tertidur, tidak sadar hari sudah sore, maka segera saya membersihkan diri dan ingin segera pulang ke rumah. Tante Susi mengantar saya sampai ke pintu rumahnya. Dia berkata, “Andri.., tante puas hari ini..!” Saya berkata membalasnya, “Saya juga tante, tante hebat sekali..!”
Dengan tersipu, Tante Susi berkata, “Kapan-kapan kita lanjutkan lagi..?” Saya menjawab, “Iya Susi, saya akan dengan senang hati melayanimu, soalnya kamu hebat sech..! Saya suka deh ama kamu..” Tante Susi berkata lagi, “Iya, kalo kamu ingin, kamu bisa kok telepon tante, nanti kita bisa cari tempat yang aman, soalnya tante juga malu khan kalo tiap hari tante aja yang minta..!” Lalu saya berkata lagi, “Iya dech tante.., nanti kalo saya pengen, tante harus siap loh..!” Dengan senyuman, Tante Susi menganggukkan kepalanya.
Saya kembali memeluk Tante Susi dan menciumnya, sedangkan tangan saya bergerak ke arah selangkangannya dan menggosoknya. Tapi Tante Susi berkata, “Udah donk Ndri.. Tante malu nih digituin terus..!” Tapi saya terus saja memainkan kemaluan Tante Susi dan berkata, “Malu apanya tante, saya juga udah pernah lihat ama menikmati seluruh tubuh tante kok, tante juga suka khan..?” Sambil tertunduk, Tante Susi berkata, “Aah.. udahlah.. lain kali aja deh, saya janji pasti akan terus memberi kenikmatan yang lebih ama kamu, udah dech yang lainnya udah mo pulang tuh..! (maksudnya keluarga Tante Susi) Kamu harus segera balik tuh..!” Lalu saya mengiyakannya dan segera melepas ciuman dan pelukan serta tangan saya dari selangkangan Tante Susi.
Hubungan kami berlansung lama dan hampir 2 tahun. Kami selalu berhubungan dengan diam-diam dan saya selalu puas denga permainan Tante Susi. Sedangkan Tante Susi juga sebaliknya merasa puas akan permainan kami, tapi kami selalu melakukan hubungan seks dengan cara-cara yang tradisional dan tidak pernah mencoba gaya-gaya yang agak berani, seperti gaya anjing, 69 ataupun yang lainnya.
Belakangan ini, dari cerita Tante Susi, saya tahu kalau suaminya (papa teman saya) mempunyai istri simpanan di luar, sehingga Tante Susi merasa sering ditinggalkan dan kebutuhan batinnya tidak pernah tercukupi.
Setelah hubungan yang begitu lama, saya mulai merasakan kalau saya menyukai Tante Susi, tapi saya tidak tahu apakah saya mencintainya atau hanya perasaan karena kami sering berhubungan intim. Pernah sekali saya mengutarakannya, tapi Tante Susi memberi penjelasan, “Kamu ini hanya terbawa perasaan, diantara kita memang ada rasa suka, tapi tidak pernah saling mencintai, kita hanya membutuhkan masing-masing untuk memuaskan kebutuhan kita..!” Dan saya mulai mengerti kalau hubungan ini tidak akan berlangsung lama. Setelah saya melanjutkan pendidikan saya di luar kota, saya mulai jarang kembali ke kampung halaman saya. Tetapi saat saya kembali, saya dan Tante Susi selalu mencari kesempatan untuk melakukan hubungan seks kami

Incoming search terms:

  • cerita sek tante nurul yang berjilbab
  • certa ngntot stw
  • novel kakak ku sange
  • cerita jebol keperawanan pacar
  • cerita sex tante2 giramg
  • kisah mesum setengah baya
  • cerita dewasa selingkuh paruh baya september 2016
  • cerita sek selingkuh bersama ani
  • cerita sek rayuantante
  • cerita setengah baya september

Tags: #cerita dewasa #Cerita Ngentot #Cerita Selingkuh #cerita setengah baya #cerita tante girang #terbaru 2016

Tinggalkan pesan "Cerita Dewasa – Terbuai Rayuan Tante Susi"