Cerita Dewasa – Ngentot Tante Yus Temen Mama Yang Bahenol

10115 views

Cerita Dewasa – Ngentot Tante Yus Temen Mama Yang Bahenol | Sesaat lamanya aku hanya berdiri di depan pintu gerbang sebuah rumah mewah tetapi berarsitektur gaya Jawa kuno. Hampir separuh
bagian rumah di depanku itu adalah terbuat dari kayu jati tua yang super awet. Di depan terdapat sebuah pendopo kecil dengan lampu gantung kristalnya yang antik.

Cerita Dewasa - Ngentot Tante Yus Temen Mama Yang Bahenol Cerita Dewasa - Ngentot Tante Yus Temen Mama Yang Bahenol Cerita Dewasa - Ngentot Tante Yus Temen Mama Yang Bahenol e3

Cerita Dewasa – Ngentot Tante Yus Temen Mama Yang Bahenol

Cerita Dewasa – Ngentot Tante Yus Temen Mama Yang Bahenol | Lantai keramik dan halaman yang luas dengan pohon-pohon perindangnya yang tumbuh subur memayungi seantero lingkungannya. Aku masih ingat, di samping rumah berlantai
dua itu terdapat kolam ikan nila yang dicampur dengan ikan tombro, greskap, dan mujair. Sementara ikan geramah dipisah, begitu juga ikan lelenya. Di belakang sana
masih dapat kucium adanya peternakan ayam kampung dan itik. Tante Yustina memang seorang arsitek kondang dan kenamaan.
Enam tahun aku tinggal di sini selama sekolah SMU sampai D3-ku, sebelum akhirnya aku lulus wisuda pada sebuah sekolah pelayaran yang mengantarku keliling dunia.
Cerita Dewasa – Ngentot Tante Yus Temen Mama Yang Bahenol | Kini hampir tujuh tahun aku tidak menginjakkan kakiku di sini. Sama sekali tidak banyak perubahan pada rumah Tante Yus. Aku bayangkan pula si Vivi yang dulu masih
umur lima tahun saat kutinggalkan, pasti kini sudah besar, kelas enam SD.
Kulirik jarum jam tanganku, menunjukkan pukul 23:35 tepat. Masih sesaat tadi kudengar deru lembut taksi yang mengantarku ke desa Kebun Agung, Sleman yang masih
asri suasana pedesaannya ini. Suara jangkrik mengiringi langkah kakiku menuju ke pintu samping. Sejenak aku mencari-cari dimana dulu Tante Yus meletakkan anak
kuncinya. Tanganku segera meraba-raba ventilasi udara di atas pintu samping tersebut. Dapat. Aku segera membuka pintu dan menyelinap masuk ke dalam.
Sejenak aku melepas sepatu ket dan kaos kakinya. Hmm, baunya harum juga. Hanya remang-remang ruangan samping yang ada. Sepi. Aku terus saja melangkah ke
lantai dua, yang merupakan letak kamar-kamar tidur keluarga. Aku dalam hati terus-menerus mengagumi figur Tante Yus. Walau hidup menjanda, sebagai single parents,
toh dia mampu mengurusi rumah besar karyanya sendiri ini. Lama sekali kupandangi foto Tante Yus dan Vivi yang di belakangnya aku berdiri dengan lugunya. Aku hanya
tersenyum.
Cerita Dewasa – Ngentot Tante Yus Temen Mama Yang Bahenol | Kuperhatikan celah di bawah pintu kamar Vivi sudah gelap. Aku terus melangkah ke kamar sebelahnya. Kamar tidur Tante Yus yang jelas sekali lampunya masih menyala
terang. Rupanya pintunya tidak terkunci. Kubuka perlahan dan hati-hati. Aku hanya melongo heran. Kamar ini kosong melompong. Aku hanya mendesah panjang. Mungkin
Tante Yus ada di ruang kerjanya yang ada di sebelah kamarnya ini. Sebentar aku menaruh tas ransel parasit dan melepas jaket kulitku. Berikutnya kaos oblong Jogja serta
celana jeans biruku. Kuperhatikan tubuhku yang hitam ini kian berkulit gelap dan hitam saja. Tetapi untungnya, di tempat kerjaku pada sebuah kapal pesiar itu terdapat
sarana olah raga yang komplit, sehingga aku kian tumbuh kekar dan sehat.
Tidak perduli dengan kulitku yang legam hitam dengan rambut-rambut bulu yang tumbuh lebat di sekujur kedua lengan tangan dan kakiku serta dadaku yang membidang
sampai ke bawahnya, mengelilingi pusar dan terus ke bawah tentunya. Air. Ya aku hanya ingin merasakan siraman air shower dari kamar mandi Tante Yus yang bisa
hangat dan dingin itu. Aku hendak melepas cawat hitamku saat kudengar sapaan yang sangat kukenal itu dari belakangku.
“Andrew..? Kaukah itu..?”
Aku segera memutar tubuhku. Aku sedikit terkejut melihat penampilan Tante Yus yang agak berbeda. Dia berdiri termangu hanya mengenakan kemeja lengan panjang dan
longgar warna putih tipis tersebut dengan dua kancing baju bagian atasnya yang terlepas. Sehingga aku dapat melihat belahan buah dadanya yang kuakui memang
memiliki ukuran sangat besar sekali dan sangat kencang, serta kenyal. Aku yakin, Tante Yus tidak memakai BH, jelas dari bayangan dua bulatan hitam yang samar-samar
terlihat di ujung kedua buah dadanya itu. Rambutnya masih lebat dipotong sebatang bahunya. Kulit kuning langsat dan bersih sekali dengan warna cat kukunya yang merah
muda.
“Ngg.., selamat malam Tante Yus… maaf, keponakanmu ini datang dan untuk berlibur di sini tanpa ngebel dulu. Maaf pula, kalau tujuh tahun lamanya ini tidak pernah
datang kemari. Hanya lewat surat, telpon, kartu pos, e-mail.., sekali lagi, saya minta maaf Tante. Saya sangat merindukan Tante..!” ucapku sambil kubiarkan Tante Yus
mendekatiku dengan wajah haru dan senangnya.
“Ouh Andrew… ouh..!” bisik Tante Yus sambil menubrukku dan memelukku erat-erat sambil membenamkan wajahnya pada dadaku yang membidang kasar oleh rambut.
Aku sejenak hanya membalas pelukannya dengan kencang pula, sehingga dapat kurasakan desakan puting-puting dua buah dadanya Tante Yus.
“Kau pikir hanya kamu ya, yang kangen berat sama Tante, hmm..? Tantemu ini melebihi kangennya kamu padaku. Ngerti nggak..? Gila kamu Andrew..!” imbuhnya sambil
memandangi wajahku sangat dekat sekali dengan kedua tangannya yang tetap melingkarkan pada leherku, sambil kemudian memperhatikan kondisi tubuhku yang hanya
bercawat ini. Tante Yustina tersenyum mesra sekali.
Aku hanya menghapus air matanya. Ah Tante Yus…
“Ya, untuk itulah aku minta maaf pada Tante…”
“Tentu saja, kumaafkan..” sahutnya sambil menghela nafasnya tanpa berkedip tetap memandangiku, “Kamu tambah gagah dan ganteng Andrew. Pasti di kapal, banyak
crew wanita yang bule itu jatuh cinta padamu. Siapa pacarmu, hmm..?”
“Belum punya Tante. Aku masih nabung untuk membina rumah tangga dengan seorang, entah siapa nanti. Untuk itu, aku mau minta Tante bikinkan aku desain rumah…”
“Bayarannya..?” tanya Tante Yus cepat sambil menyambar mulutku dengan bibir tipis Tante Yus yang merah.
Aku terkejut, tetapi dalam hati senang juga. Bahkan tidak kutolak Tante Yus untuk memelukku terus-menerus seperti ini. Tapi sialnya, batang kemaluanku mulai merinding
geli untuk bangkit berdiri. Padahal di tempat itu, perut Tante Yus menekanku. Tentu dia dapat merasakan perubahan kejadiannya.
“Aku… ngg…”
“Ahh, kamu Andrew. Tante sangat kangen padamu, hmm… ouh Andrew… hmm..!” sahut Tante Yus sambil menerkam mulutku dengan bibirnya.
Aku sejenak terkejut dengan serbuan ganas mulut Tante Yus yang kian binal melumat-lumat mulutku, mendesak-desaknya ke dalam dengan buas. Sementara jemari
kedua tangannya menggerayangi seluruh bagian kulit tubuhku, terutama pada bagian punggung, dada, dan selangkanganku. Tidak karuan lagi, aku jadi terangsang. Kini
aku berani membalas ciuman buas Tante Yus. Nampaknya Tante Yus tidak mau mengalah, dia bahkan tambah liar lagi. Kini mulut Tante Yus merayap turun ke bawah,
menyusuri leherku dan dadaku. Beberapa cupangan yang meninggalkan warna merah menghiasi pada leher dan dadaku. Kini dengan liar Tante Yus menarik cawatku ke
bawah setelah jongkok persis di depan selangkanganku yang sedikit terbuka itu. Tentu saja, batang kemaluanku yang sebenarnya telah meregang berdiri tegak itu
langsung memukul wajahnya yang cantik jelita.
“Ouh, gila benar. Tititmu sangat besar dan kekar, An. ouh… hmmm..!” seru bergairah Tante Yus sambil memasukkan batang kejantananku ke dalam mulutnya, dan
mulailah dia mengulum-ngulum, yang seringkali dibarengi dengan mennyedot kuat dan ganas.
Sementara tangan kanannya mengocok-ngocok batang kejantananku, sedang jemari tangan kirinya meremas-remas buah kemaluanku. Aku hanya mengerang-ngerang
merasakan sensasi yang nikmat tiada taranya. Bagaimana tidak, batang kemaluanku secara diam-diam di tempat kerjaku sana, kulatih sedemikian rupa, sehingga
menjadi tumbuh besar dan panjang. Terakhir kuukur, batang kejantanan ini memiliki panjang 25 sentimeter dengan garis lingkarnya yang hampir 20 senti. Rambut
kemaluan sengaja kurapikan.
Tante Yus terus-menerus masih aktif mengocok-ngocok batang kemaluanku. Remasan pada buah kemaluanku membuatku merintih-rintih kesakitan, tetapi nikmat sekali.
Bahkan dengan gilanya Tante Yus kadangkala memukul-mukulkan batang kemaluanku ini ke seluruh permukaan wajahnya. Aku sendiri langsung tidak mampu menahan
lebih lama puncak gairahku. Dengan memegangi kepala Tante Yus, aku menikam-nikamkan batang kejantananku pada mulut Tante Yus. Tidak karuan lagi, Tante Yus jadi
tersedak-sedak ingin muntah atau batuk. Air matanya malah telah menetes, karena batang kejantananku mampu mengocok sampai ke tenggorokannya.
Pada satu kesempatan, aku berhasil mencopot kemejanya. Aku sangat terkejut saat melihat ukuran buah dadanya. Luar biasa besarnya. Keringat benar-benar telah
membasahi kedua tubuh kami yang sudah tidak berpakaian lagi ini. Dengan ganas, kedua tangan Tante Yus kini mengocok-ngocok batang kemaluanku dengan
genggamannya yang sangat erat sekali. Tetapi karena sudah ada lumuran air ludah Tante Yus, kini jadi licin dan mempercepat proses ejakulasiku.
“Crooot… cret.. croot… creeet..!” menyemprot air maniku pada mulut Tante Yus. Saat spermaku muncrat, Tante Yus dengan lahap memasukkan batang kemaluanku
kembali ke dalam mulutnya sambil mengurut-ngurutnya, sehingga sisa-sisa air maniku keluar semua dan ditelan habis oleh Tante Yus.
“Ouhh… ouh.. auh Tante… ouh..!” gumamku merasakan gairahku yang indah ini dikerjai oleh Tante Yus.
“Hmmm… Andrew… ouh, banyak sekali air maninya. Hmmm.. lezaat sekali. Lezat. ouh…hmmm..!” bisik Tante Yus menjilati seluruh bagian batang kemaluanku dan sisa-
sisa air maninya.
Sejenak aku hanya mengolah nafasku, sementara Tante Yus masih mengocok-ngocok dan menjilatinya.
“Ayo, Andrew… kemarilah Sayang.., kemarilah Baby..!” pintanya sambil berbaring telentang dan membuka kedua belah pahanya lebar-lebar.
Aku tanpa membuang waktu lagi, terus menyerudukkan mulutku pada celah vagina Tante Yus yang merekah ingin kuterkam itu. Benar-benat lezat. Vagina Tante Yus mulai
kulumat-lumat tanpa karuan lagi, sedangkan lidahku menjilat-jilat deras seluruh bagian liang vaginanya yang dalam. Berulang kali aku temukan kelentitnya lewat lidahku
yang kasar. Rambut kemaluan Tante Yus memang lebat dan rindang. Cupangan merah pun kucap pada seluruh bagian daging vagina Tante Yus yang menggairahkan ini.
Tante Yus hanya menggerinjal-gerinjal kegelian dan sangat senang sekali nampaknya. Kulirik tadi, Tante Yus terus-menerus melakukan remasan pada buah dadanya
sendiri sambil sesekali memelintir puting-putingnya. Berulang kali mulutnya mendesah-desah dan menjerit kecil saat mulutku menciumi mulut vaginanya dan menarik-
narik daging kelentitnya.
“Ouh Andrew… lakukan sesukamu.. ouh.., lakukan… please..!” pintanya mengerang-erang deras.
Selang sepuluh menit kemudian, aku kini merayap lembut menuju perutnya, dan terus merapat di seluruh bagian buah dadanya. Dengan ganas aku menyedot-nyedot
puting payudaranya. Tetapi air susunya sama sekali tidak keluar, hanya puting-puting itu yang kini mengeras dan memanjang membengkak total. Di buah dadanya ini pula
aku melukiskan cupanganku banyak sekali. Berulang kali jemariku memilin-milin gemas puting-puting susu Tante Yus secara bergantian, kiri kanan. Aku kini tidak tahan
lagi untuk menyetubuhi Tanteku. Dengan bergegas, aku membimbing masuk batang kemaluanku pada liang vaginanya.
“Ooouhkk.. yeaaah… ayoo.. ayooo… genjot Andrew..!” teriak Tante Yus saat merasakan batang kejantananku mulai menikam-nikam liar mulut vaginanya.
Sambil menopang tubuhku yang berpegangan pada buah dadanya, aku semakin meningkatkan irama keluar masuk batang kemaluanku pada vagina Tante Yus. Wanita itu
hanya berpegangan pada kedua tanganku yang sambil meremas-remas kedua buah dadanya.
“Blesep… sleeep… blesep..!” suara senggama yang sangat indah mengiringi dengan alunan lembut. Selang dua puluh menit puncak klimaks itu kucapai dengan
sempurna, “Creeet… croot… creeet..!”
“Ouuuhhhkk.. aooouhkk… aaahhk..,” seru Tante Yus menggelepar-gelepar lunglai.
“Tante… ouhhh..!” gumamku merasakan keletihanku yang sangat terasa di seluruh bagian tubuhku.
Dengan batang kemaluan yang masih tetap menancap erat pada vagina Tante Yus, kami jatuh tertidur.Tamat
Baca jg dibawah ini…
Cerita seks ini aku bagi karena rasa bahagianya diriku, bagaikan mendapat durian runtuh, entah dari mana datangnya, akhirnya gue mengenal seorang tante, kenalan lalu main di ranjang, cerita tante girang ini aku ceritakan untuk kalian yang doyan tante girang, tante girang cantik, no hp tante girang dan semua tentang tante girang.
sore hari menjelang malam pulang kantor naik motor tengah jalan hujan deras terpaksa minggir dulu berteduh samping ATM BCA. lagi berdiri sendirian kedinginan tiba2x ada sinar lampu mobil yang silau banget. sialan bener nih orang parkir mobil persis depan muka gue. dari pintu pengemudi keluarlah sosok seorang tante dengan gaun pesta yang lumayan seksi lari2x kehujanan langsung masuk ke dalam ruang ATM.
terdengar suara tante itu ngomel2x sendiri, ternyata ATM dia di blokir dan dia perlu uang cash. gue coba masuk ke dalam pura2x nanya kenapa. omigod! bajunya seksi banget, bentuk tubuhnya makin keliatan karena di dalam ruang ATM lampunya terang. baju hitam berbahan sutra tipis banget, pentilnya njeplak karena gak pake beha. pahanya yang putih mulus banget karena roknya pendek banget. bahkan gue bisa tahu kalo dia pake g-string karena pantatnya mulus gak ada garis celana dalam.
jantung gue berdetak cepat dan celana mulai terasa sempit. dia juga kaget waktu gue masuk, ternyata dia gak liat waktu gue di luar. kenapa tante, bisa saya bantu? aku perlu cash nih tapi ATM-ku error. pake kartu saya aja tante, nanti gantinya belakangan. saya minta alamat dan nomer telpon tante aja buat ambil uang saya nanti. aduh makasih banget ya mas, aku bener2x kepepet nih butuh 500 ribu aja kok.
celana gue makin terasa mau robek, titit gue yang membesar makin keliatan menyembul. sementara gue ambil duit dari ATM, tante melihat ke arah celana gue. kamu kedinginan ya? iya tante.. AC-nya dingin banget, mana hujan lagi. gue kaget banget si tante mengelus titit dengan tiba2x. mmmhh.. besar juga punya kamu!! aduh tante, bikin jantung saya hampir copot. hihihi… mendingan jantung copot atau celana kamu yang saya copot??
si tante terus mengelus titit gue sampe gue gak tahan dan gue langsung cium bibirnya. akhirnya kita french kiss lama banget, gue lupa kartu ATM gue masih di dalam mesin akhirnya kartunya ditelan lagi sama mesinnya. gue gak peduli lagi sama kartu ATM gue, karena udah sange berat. tangan gue masuk ke dalam roknya gue tarik g-stringnya. terasa memeknya tercukur halus, tanpa jembut sehelai pun. ternyata si tante juga udah basah banget.
posisi masih berdiri sambil berciuman tapi rok tante udah terangkat dan g-stringnya udah di lantai. sedangkan celana gue udah melorot tinggal celana dalam masih utuh. tangan kanan gue meremas toket tante yang tak berbeha dan tangan kiri gue mainin klitorisnya. sementara tangan tante melingkar di pundak gue. akhirnya tante buka celana dalam gue dan bibirnya menukik ke bawah ke arah titit dan berlutut. anjrit! jilatannya lembut banget sampe akhirnya dia gak tahan dia sedot palkon gue. sambil berlutut tante mengulum biji peler gue dan bergantian menyedot batang titit gue. ngilu abisss!!! gue cuma bisa merem nikmat.
tante… udah yuk, takut saya keburu keluar. tante berdiri ngangkang gue coba masukin titit gue ke dalam memeknya. pas udah masuk, si tante gue gendong sambil bersandar di mesin ATM. kedua tangan tante melingkar di leher gue. kedua tangan gue pegangin pahanya. gue sampe lupa kalo gue gak pake kondom, mana kepikiran.. gak ada waktu juga. kesempatan seperti ini hanya sekali. pahanya gue pegel dengan posisi kuda2x begitu sambil gendong si tante, untung aja badannya kurus jadi gak berat2x banget.
sekitar 15 menit.. gue capek dengan posisi gitu, gue suruh tante berdiri balik badan trus agak nungging. gue hajar memeknya dengan posisi doggy style, tangan gue sambil meremas toket tante dari belakang. si tante meraung-raung (nikmat atau sakit, gue gak ngerti), yang pasti gue sih merasa nikmat banget. akhirnya udah gak tahan lagi, gue croot di dalam meki si tante. ternyata kita keluar bareng, karena disemprot cairan peju hangat dalam memek, si tante ikutan croot juga. hujan berhenti, kita masuk ke dalam mobil. belum begitu puas, kita lanjut ke salah satu hotel transit di daerah cilandak…

Sampai disini dulu cerita sex kali ini, akan ada sambungan cerita seks tante girang yang mampu memuaskan gairah seks ku, gairah tante girang emang bikin aku tak bisa melupakan si tante cantik ini….

Incoming search terms:

  • ngentot temen mama
  • cerita ngentot janda bahenol
  • cersex setengah baya terbaru
  • ngentot temen mamah
  • cerita sex sama temen mama
  • Ngentot teman mamah
  • cerita dewasa_ngentot mama
  • Ngentot mama bahenol
  • mama ngentot ket
  • cerita ngetot ku yg hemm

Tags: #cerita dewasa #Cerita Ngentot #cerita setengah baya #cerita tante girang #terbaru 2016

Tinggalkan pesan "Cerita Dewasa – Ngentot Tante Yus Temen Mama Yang Bahenol"