Cerita Dewasa – Kebiasaan Ngentot Waktu Les Privat

9146 views

Cerita Dewasa – Kebiasaan Ngentot Waktu Les Privat | Kisah ini bermula ketika tetangga di dekat kostku, Tante Liana, yg berstatus janda beranak satu, memintaku untuk memberikan private Matematika kepada Rina, anak perempuannya Yg waktu itu duduk di kelas 3 SMP, karena katanya, anaknya memiliki kelemahan di dalam mata pelajaran Matematika, ditambah lagi dengan kekhawatiran akan tidak lulus dalam ujian nasional.baca jg cerita menarik lainnya di http://www.ceritasex21.net

Cerita Dewasa - Kebiasaan Ngentot Waktu Les Privat cerita dewasa - kebiasaan ngentot waktu les privat Cerita Dewasa - Kebiasaan Ngentot Waktu Les Privat azq

Cerita Dewasa – Kebiasaan Ngentot Waktu Les Privat

Cerita Dewasa – Kebiasaan Ngentot Waktu Les Privat | Permintaan tersebut aku tanggapi dengan baik, dan lebih pada keinginan untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari sebagai seorang mahasiswa Yg hidup jauh dari keluarga. Apalagi pelajaran Yg diminta juga memang sesuai dengan jurusan Yg ku ambil di kampus, jadi tidak jadi masalah bagiku.Sesuai dengan jadwal private Yg telah disepakati, yaitu jam 08.00 malam, 2 kali seminggu, aku datang ke rumah tetanggaku tersebut. Karena jaraknya Yg hanya terhalang oleh beberapa buah rumah saja dari kostku, maka aku hanya mendatanginya dengan jalan kaki, itung-itung ngirit bensin… Lumayan lah! dengan gaji Rp.50.000,- per pertemuan, aku bisa menghitung berapa penghasilanku per bulan.

Cerita Dewasa – Kebiasaan Ngentot Waktu Les Privat | Pada awalnya semua berjalan lancar, seperti layaknya private pada umumnya. Sekitar pukul 09.30 atau kadang molor sampai jam 10.00 malam, barulah aku minta izin pulang. Sampai pada suatu malam, sesuai dengan jadwal, aku datang ke rumah tetanggaku tersebut, dengan maksud memberikan private pada anaknya, tetapi ternyata Yg ada hanya Tante Liana. Katanya sih si Rina keluar dengan temannya karena suatu keperluan.Kata tante Liana, mungkin sebentar lagi juga pulang. Sementara menunggu, Tante Liana menyuguhkan secangkir teh hangat dan sedikit makanan kering kepadaku. Dalam selang waktu itu terjadi percakapan kecil antara aku dan tante Liana.

“Silahkan diminum airnya, nak Rey!” kata tante Liana.

“Iya, Tante!” jawabku sambil mengambil gelas berisi teh hangat Yg ada di depanku.

“Sudah semester berapa sekarang?” tanya Tante Liana memulai percakapan.

“Sudah semester akhir sih, Tante! cuman… Skripsi saya belum selesai.” jawabku agak malu-malu sambil meletakkan kembali gelas teh ke atas meja.

“Wah… hampir selesai dong! Kalau sudah lulus, nggak ada lagi dong ngasih private buat Wina…” kata Tante Liana

“Ah, masih lama juga sih, Tante! Mungkin duluan Rina lulus ketimbang saya…” jawabku merendah

“Hahaha… kerasan kuliah ya? nggak kepingin merit?” Tanya Tante Liana yg lumayan mengagetkanku.

“Hehehe… pingin sih, Tante! Tapi kerja aja belum, masa dah mikir merit…!?” Jawabku.

“Kamu itu gimana sih? ntar nyesel nunda-nunda kawin…” kata Tante Liana menggodaku. “nyesel kenapa, Tante?” tanyaku.

“Dasar anak muda! Kawin itu enak lho…!!” kata tante Liana.

“Hahaha… kalau mikir gitu2nya aja sih memang enak, Tante! tapi tanggung jawabnya kan besar kan, Tante!?” Jawabku.

Tiba-tiba Tante bangkit dari tempat duduknya, lalu ia duduk di sampingku.

Aku terkejut dengan apa Yg dilakukan oleh Tante Liana, tetapi tiba-tiba ia berbisik di telingaku…

“kalau kamu mau, kamu nggak perlu mikir masalah tanggung jawab, nak Rey!” begitu bisik Tante Liana di telingaku. Seketika itu juga, tiba-tiba tangannya menyentuh kemaluanku Yg tidur di balik celana jeans Yg ku kenakan.

“Tante! kalau Rina datang gimana?” tanyaku akan gugup dengan aksi Tante Liana terhadapku. Mendengar pertanyaanku itu, Tante Liana mendorong tubuhku hingga terbaring di Sofa, dan menindih tubuhku lalu kembali berbisik.

“Tenang saja! Semua sudah tante rencanakan. Rina tidak akan pulang ke rumah malam ini, karena ia sedang ada kegiatan Camping di sekolahnya. Tadi sore, Rina pesan sama tante, minta tolong menyampaikan ke kamu bahwa private malam ini ditiadakan dulu…” Penjelasan tante itu cukup mengagetkanku.

Dalam perasaan gugup bercampur birahi Yg menggoda, tiba-tiba tante Liana Yg duduk di atas tubuhku Yg terbaring di sofa ruang tamu itu, tante melepaskan bajunya sehingga payudara putih besar Yg tertampung dalam Bra putih menjadi pemandangan langka di hadapanku.
cerita porno
Seterusnya tante Liana melepaskan rok panjang Yg ia kenakan, sehingga sesosok tubuh wanita Yg hanya tertutup oleh BH dan CD menjadi pemandangan nyata di depan mata.

Sejujurnya, aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka ini, tapi rasa gugup dan terkejut masih menyelimuti hatiku. Di saat itulah, tiba-tiba tante Liana berusaha membuka kancing celanaku dan menurunkan reslitingku. Dia tersenyum padaku, lalu berkata:

“Burungmu pasti sulit bernafas kalau tidak dikeluarkan….” katanya.

Mendengar kata-kata itu, akupun berusaha melempar senyumku dan seketika itu juga ku turunkan celana jeansku dan ku biarkan tante Liana Yg mengeluarkan penis dari celana dalamku.

Batang Tititku Yg sudah tegang, langsung menyembul keluar setelah tante Liana menurunkan CDku. Beberapa saat tante memandangi dan meremas batang Tititku, lalu ia menunduk dan memasukkan Tititku ke dalam mulutnya.

sebuah kenikmatan Yg tak tertahan saat lidah tante Liana membelai kepala Tititku. Sepertinya, aku tidak mampu menahan punjak birahi Yg sudah berada di ubun-ubun.

Akibatnya, spermaku pun keluar dengan kencang mengisi mulut tante Yg sedang asyik memainkan lidahnya di kepala Tititku.
Melihat cepatnya aku mencapai puncak, tante Liana bukannya kecewa.

Ia malah tersenyum dengan lelehan sperma di bibirnya. Tante Liana mengeluarkan sisa sperma Yg masih berada di mulutnya dan meludahkannya ke batang Tititku. Kemudian ia kembali mengulum Tititku Yg mulai melemah selama beberapa saat.

Dengan bibir Yg masih berlumuran sperma, tante Liana kembali menjatuhkan tubuhnya di atas tubuhku, lalu mencium bibirku. ku coba untuk membalas reaksinya dengan menyambut lidahnya Yg masuk ke mulutku. Ku rasakan sebuah sensasi Yg luar biasa ketika tante Liana seakan mengajak berbagi sperma di mulutku.

Aku tidak perduli dengan bau sperma Yg kecut harus masuk ke tenggorokanku, Yg ku pikirkan hanyalah bagaimana caranya agar Tititku bisa kembali bangkit dari kematiannya.

Ku ku coba meremas-remas payudara besar Yg masih terbungkus BH, sebuah hal Yg luar biasa Yg tidak pernah ku mimpikan sebelumnya. Ternyata menjadi guru private anak tetangga merupakan awal hilangnya keperjakaanku.Tante Liana telah merencanakan ini secara sempurna tanpa ku ketahui sebelumnya. Mungkin sebagai seorang janda, ia juga merindukan nikmatnya saat melakukan hubungan dengan suaminya Yg telah meninggal dunia sekitar setahun Yg lalu.

Setelah puas berciuman mesra di sofa, Tante Liana bangkit dari tubuhku. Ia kemudian menarik celana Jeans dan CDku sampai terlepas dan memintaku untuk melepaskan baju juga. ku turuti saja keinginannya, hingga aku menjadi sesosok laki-laki bugil dengan penis Yg mati tergantung.
cerita porno
Tante Liana memegang tanganku dan menarikku menuju sebuah kamar Yg bisa dipastikan adalah kamar tidurnya. Setelah berada di dalam kamar, tante Liana melepaskan BH dan CD putih Yg ia kenakan. Kemudian ia berdiri di hadapanku dengan tubuh bugil. Dalam posisi berdiri, kami kembali berciuman. Lalu ia berkata padaku:

“Rey! jika kamu sudah siap, lakukan saja Yg ingin kau lakukan dengan tante…. Tante akan menunggu…” demikian perkataannya Yg dipenuhi dengan birahi indah. Ia kemudian berjalan meninggalkanku dan menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur empuk Yg ada di kamarnya itu. Ajakan itu tak ingin ku sia-siakan dan hilang begitu saja. Sesosok tubuh wanita Yg siap untuk dinikmati, kenapa tidak ku manfaatkan…!?

Tanpa pikir panjang, ku dekati tubuh tante Liana Yg telah terhidang siap saji untuk disantap. Lalu ku mulai aksiku dari menaiki tubuh tante Liana dan mencium bibirnya. Bibir dan lidah kami saling beradu dalam suasana Yg penuh birahi.

Sambil terus berciuman, ku remas salah satu payudara Tante Liana Yg lumayan besar dan lembek, dengan salah satu tangan menopang berat tubuhku agar tidak menindih sempurna tubuh tante Liana.

Aktivitas itu terus ku lakukan, hingga akhirnya batang Tititku kembali terjaga dari tidurnya. Dalam suasana penuh nafsu Yg tak tertahan, ku sentuh selangkangan tante Liana Yg ditumbuhi oleh bulu Yg lebat. Ku coba untuk merayap dan memasukkan jariku ke belahan di pangkal paha tante Liana.

Tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya, hingga dalam beberapa detik, aku telah berhasil menenggelamkan jari tengahku di lobang Memek tante Liana. Sesaat kemudian, ku mainkan jariku di lobang Yg basah itu, sehingga membuat tante Liana mendesah. Sepertinya dia mulai merasakan kenikmatan bercinta denganku.

Sebagai seorang Yg tidak pernah melakukan hubungan seks layaknya suami istri, aku tidak begitu mengerti apa Yg harus ku lakukan pada tubuh bugil Yg saat itu telah siap untuk ku nikmati. Yg ada dalam pikiranku hanyalah menikmati, dan bukan memberi kenikmatan.

Tanpa terlalu lama bermain dengan benda Yg juga baru pertama kali ku sentuh, aku mulai berpikir untuk memasukkan Tititku Yg sudah cukup keras ke dalam lobang Memek tante Liana Yg kenyal dan dikelilingi oleh bulu Yg lebat.

Aku merubah posisi ku, lalu mengarahkan kepala Tititku ke belahan di sela paha tante dengan tanganku. Mungkin karena statusnya Yg janda beranak satu, alias sudah bukan perawan, batang Tititku tidak terlalu sulit untuk menerobos masuk ke Memek tante Liana.

Rasa Yg ku dapatkan saat menggenjot lobang Memek tante Liana Yg lembat sungguh tidak bisa ku lukiskan dengan kata-kata.

Batang Tititku Yg terjepit oleh dinding Memek Yg kenyal benar-benar memaksaku untuk menuju puncak birahi. Tidak seberapa lama aku melakukan hal tersebut, dapat ku rasakan bahwa desiran darahku seakan berkumpul di pangkal Tititku.

Saat itulah, aku semakin meningkatkan tempo permainanku, hingga akhirnya aku tidak tahan lagi. Ku hentakkan pantatku sekeras mungkin, sehingga Tititku tenggelam sempurna di dalam lobang Memek tante Liana dan ku rasakan spermaku keluar dan mengisi lobang Memek tante Liana.

Aku sama sekali tidak berpikir akan akibat Yg mungkin terjadi dengan tertanamnya sperma di rahim tante Liana, kecuali setelah batang Tititku kembali melemah dan ku jatuhkan tubuhku di samping tubuh tante Liana Yg basah bermandikan keringat. Tante Liana tersenyum padaku, lalu berkata:

“Nggak perlu belajar lama, ya?” kata tante sambil bangkit dari posisinya. Entah apa Yg akan dia lakukan, ia berdiri di atas tempat tidur lalu ia duduk di atas dadaku sambil mengarahkan vaginanya Yg masih basah tersebut ke daerah wajahku.

“Mainkan lidahmu, Rey!” Kata tante kemudian.

Tanpa pikir panjang dan banyak tanya, ku turuti saja keinginannya, ku jilati belahan Memek tante Liana Yg duduk di atas wajahku. Dengan bantuan jariku, ku buka belahan Memek tante Yg kenyal itu lalu ku masukkan lidahku sedalam-dalamnya ke lobang Memek tante Liana.

Tiba-tiba ku rasakan cairan putih kental Yg tidak lain adalah spermaku keluar dari lobang Memek tante Liana dan masuk ke mulutku. Meskipun agak jijik, tapi aku tidak berani memuntahkannya dari mulutku. Aku hanya menahannya di mulutku sambil terus memainkan lidahku di lobang Memek Yg terbuka lebar itu.

Beberapa saat setelah aktivitas menjilat itu ku lakukan untuk tante Liana, ku coba untuk kembali menjatuhkan tubuh tante Liana ke tempat tidur. Saat itulah, kembali ku cium bibir tante Liana sambil mengeluarkan sperma Yg ada di mulutku dan memasukkannya ke mulut tante Liana. Tante Liana bukannya menolak, ia malah menerima dan bahkan menelat sperma Yg ku keluarkan di mulutnya.

Malam itu, aku tidak pulang ke kostku. Aku tidak bisa meninggalkan indahnya bercinta dengan tante Liana, Ibu dari siswa privateku, karena ia adalah wanita Yg telah merampas keperjakaanku, sekaligus orang Yg pertama memberiku kenikmatan bercinta. Malam itu, aku tidak dapat tertidur.

Meskipun aku tahu tante begitu lelah dan mengantuk, tetapi aku terus mengulangi hubungan seks dengan tante. Beberapa kali ku paksakan untuk memasukkan Tititku ke Memek tante Liana saat ia tertidur, tetapi gesekan batang Tititku di dinding vaginanya selalu membuatnya terbangun dan kembali memberikan respon untuk aksi ajakanku.

Seingatku, malam itu aku melakukan hubungan seks dengan tante Liana lebih dari 10 kali. Karena setiap kali Tititku bangun, aku langsung memasukkan ke lobang Memek tante. Dari pelajaran malam itu, Yg ada di pikiranku hanyalah keinginan untuk terus bisa merasakan Memek, hingga akhirnya aku berhasil merenggut keperawanan Rina, putri tante Liana sendiri.

Karena seringnya bercinta dengan Tante Liana, Ibu dari siswa privateku, Rina, hubungan gelap tanpa komitmen Yg selama ini terjalin antara kami, tercium oleh Rina. Hal ini terjadi ketika suatu malam, setelah aku memberikan private di rumah Rina, hujan turun dengan lebatnya.

Tante Liana menyarankan, agar aku tidak usah pulang dulu sebelum hujan reda. Tetapi ternyata hujan tidak berhenti hingga lewat jam 11 malam. Tante Liana menyarankan untuk bermalam saja.

Meskipun dengan sedikit basa-basi penolakan, tetapi tawaran itu ku terima dengan senang hati, dan memang itu harapanku, berharap dinginnya malam dengan suasana hujan lebat, akan menambah indah nuansa pencapaian puncak birahi dalam bercinta dengan janda beranak satu itu.

Malam itu, aku hanya tidur di sofa ruang tamu, karena memang hanya ada 2 kamar di rumah tante Liana. Mungkin hanya sekedar mengelabui Rina Yg belum tahu hubungan gelap Yg ku jalin dengan Ibunya.

Di sofa itu, aku terus memainkan jariku di HPku Yg hanya bergetar jika ada SMS atau panggilan masuk, karena memang aku sedang SMSan dengan tante Liana Yg ada di kamarnya. Saling merayu di udara dengan bahasa Yg mengoda birahi.

Setelah memastikan Rina tertidur di kamarnya, sekitar pukul 12.30 malam, tante Liana mengirinkan SMS Yg berbunyi:
“Rey! kKmr Tante dong skrg, Tante dah pngin bgt nch!”

Menerima SMS itu, dengan penuh semangat, aku keluar dari selimutku dan bangkit dari sofa lalu melangkah perlahan ke kamar tante Liana. Suasana hujan Yg masih sangat lebat memberikan keleluasaan bagiku, karena suara langkahku tidak akan memecah heningnya malam.

Saat aku membuka pintu kamar tante Liana, tiba-tiba Rina keluar dari kamarnya. Hal tersebut tentu saja sangat mengejutkanku. Apalagi melihat ekspresi keterkejutan Rina melihat gelagatku.

“Kaka! itu kamar Mama! Kaka mau apa?” begitulah kata Yg terucap dari gadis muda berusia 15 tahun, utri tunggal tante Rina. Aku Yg terkejut karena nyaris tertangkap basah dengan dorongan birahiku, langsung berusaha mencari alasan Yg tepat untuk jawaban untuk pertanyaannya tersebut.

“Eeee….” jawabku seraya tanganku melepas gagang pintu kamar tante Liana Yg kebetulan telah terlanjur terbuka, sambil terus berpikir keras untuk mencari alasan.

“Begini Win! tadi Kaka kira ini kamar kamu… Kata Mama kamu, Kaka disuruh membangunkan kamu. Kamu disuruh Mama kamu tidur dengan Mama, Kaka di suruh tidur di kamar kamu… Gitu, Win! Jawabku dengan bahasa Yg agar berbelit-belit. Rina mengerutkan keningnya beberapa saat, lalu kemudian melempar senyumnya.

“Oo Iya, Kak! Kamar Rina di sini… Kakak tidur aja di sini…. biar Rina tidur di kamar Mama” begitu jawab Rina sambil masuk kembali ke kamarnya dengan maksud mungkin mengambil keperluan tidurnya.

Ku tutup kembali pintu kamar tante Liana dengan segudang kekecewaan, karena hasrat Yg memuncak tidak bisa terlampiaskan di malam Yg begitu mendukung ini. Dengan langkah lemas, ku beranjak ke kamar Rina, dan ku lihat Rina telah siap meninggalkan kamarnya menuju kamar Mamanya.

“Silahkan, Ka!” sapa Rina mempersilahkan aku untuk tidur di kamarnya.

“Makasih, ya Win!” sapaku saat ia ke luar dari kamarnya. Rina hanya melempar senyum saat berlalu dari hadapanku. Ku lihat dengan selimut di tangannya, ia membuka kamar Mamanya, kemudian masuk dan menutup pintu kamar Mamanya tersebut. Dengan tertutupnya pintu kamar tante Liana, maka pupuslah harapan untuk bisa kembali bercinta dengan tante Liana.

Malam terus berlalu, tetapi aku tetap tidak bisa tertidur karena gagalnya mencuri kesempatan indah untuk bercinta. jam 1 malam, hujan telah berhenti, tiba-tiba HPku bergetar, dan ku lihat ada SMS masuk. ku buka dan ku baca, ternyata tante Liana yg mengirimnya.

“Rey! kmu psti blm tdur kn?” itulah bunyi SMSnya. dengan masuknya SMS itu, aku merasa ada secercah harapan baru untuk kembali bisa melepas hasrat Yg tertunda. langsung ku balas SMS tante Liana:

“blm, tnte? gimana nih? sy udah gak tahan mo nancepin lgi.” jawabku via SMS. tak seberapa lama, masuk lagi balasan dari tante Liana.

“iya, tnte jg nch” begitu jawab tante Liana singkat. Dengan gesit ku mainkan jariku merangkai SMS balasan, dengan maksud menyusun strategi untuk bisa memadu hasrat tanpa diketahui Rina, anak perempuannya.

“Wina dah bobo ya tante?” bgitu isi SMSku. “Iya!” jawab tante Liana dengan singkat.

“Tnte, kontolku dah bngun nch, tnte! udh ga thn mo ngntot memek tnte!” bgitu rayuanku dalam SMS berusaha mengajak tante Liana untuk kembali melakukan hubungan seks denganku. “Rey! kmu tljg dlu, ya! nnti tnte ksana” bgitulah balasan tante. dengan girang ku balas SMS tante Liana dengan dua kata “OK!” Dengan semangat menggebu, ku lepaskan sluruh pakaianku dan ku baringkan tubuhku di atas tempat tidur di kamar Rina, putri semata wayangnya.

Dengan rasa tidak sabar, kembali ku berniat untuk mengirim SMS ke tante Liana, tetapi tiba-tiba ku dengar pintu kamar di buka dengan hati-hati, dan ku dengan suara pintu itu kembali di tutup dengan hati-hati.

Dalam senyapnya malam Yg di hiasi suara titik-titik air sisa hujan lebat, tak ku dengar adanya langkah Yg datang menuju kamar dimana aku terbaring menunggu saat-saat indah menikmati Memek tante Liana Yg lembek dan basah.

Tiba-tiba gagang pintu kamar mulai bergerak dan pintupun mulai terbuka perlahan. Tetapi aku sangat terkejut, karena Yg datang bukan tante Liana, melainkan Rina, putrinya Yg baru kelas 3 SMP. Rina meletakkan jari telunjuknya di bibir sebagai isyarat agar aku tidak bicara.

Aku Yg sudah terlanjur telanjang, tidak mampu berbuat apa-apa kecuali menutupi batang Tititku Yg sudah keras dengan guling Yg ada di sampingku.

Setelah kembali menutup pintu kamar dengan hati-hati, Rina melangkah ke arahku, dan duduk di sampingku lalu menarik guling Yg menutup kemaluanku. Ia kemudian menggenggam batang Tititku dengan kencang, sehingga hampir membuatku berteriak. Rina mendekatkan wajahnya ke hadapanku dan dengan nada berbisik, Rina berkata:

“Jadi selama ini, Kaka dibayar bukan hanya untuk ngasih private aku ya?”

“Maaf, Win! Kaka… bukan begitu! kamu tidak mengerti…” “Kaka nggak usah bohong! Rina sudah baca semua SMS Kaka di HP Mama…”

“Apa? jadi yang…..”

“Iya! Yg balas SMS Kaka itu Rina, Ka!”

“Maafkan Kaka, Win! Kaka nggak ada maksud begitu…”

“Udah deh! Kaka nggak usah bohong… Kenapa Kaka melakukan ini dengan Mamaku!?”

“Win! bukan kemauan Kaka, Win! Kaka juga nggak tahu kenapa ini sampai terjadi…!!”

“Kak! Mulai hri ini, Rina nggak mau private lagi sama Kaka… Rina kecewa sama Kaka!”

Mendengar kekecewaan Rina itu, ku peluk tubuh Rina dan ku ciumi bibirnya, tetapi Rina tidak bereaksi melawan, apalagi berteriak. Ku jatuhkan tubuhnya ke tempat tidur sambil terus ku ciumi bibirnya. Ku tahan gerakan kedua tangannya dengan kedua tanganku, dan ku tindih tubuhnya agar dia tidak lagi mampu bergerak.

Merasakan Rina Yg tidak bereaksi melawan terhadap aksiku, dan cenderung pasrah, aku menghentikan ciumanku dan ku tatap wajah Rina. Tetapi Yg terlihat dari wajahnya bukan kekecewaan. Rina justru melemparkan senyumannya kepadaku. “Ada apa ini?” pikirku dalam hati…

“Perawani Rina, Ka! tapi jangan hamili Rina!” itulah kalimat Yg terucap dibalik senyumnya. Aku pun senang mendengar kalimat itu. Tanpa pikir panjang, ku lepaskan seluruh pakaian Yg menutup tubuhnya, mulai dari babydol Yg dikenakannya, hingga BH dan CDnya.

Tampak dihadapanku sesosok tubuh kecil Yg lumayan langsung dengan buah dada kecil Yg montok. Selangkangan Rina Yg cembung dengan rambut ikal tipis Yg tumbuh dipermukaannya, merupakan sebuah pemadangan baru Yg sangat indah bagiku.

Aku tidak mau melewatkan kesempatan untuk merasakan bagaimana nikmatnya Memek seorang perawan berusia 15 tahun. Tanpa menunggu lebih lama, langsung ku angkat kedua kakinya, sehingga selangkangannya terbuka lebar. Terlihat jelas belahan Memek Rina Yg hanya seperti lipatan kulit berbentuk garis lurus. Tidak terlihat disana ada lobang untuk masuknya Tititku Yg sudah siap tempur.

Tanpa pikir panjang, langsung ku arahkan kepala Tititku ke belahan Yg masih sangat rapat itu. Dengan kedua tangannya, Rina memegang kakinya Yg terbuka lebar ke atas. Dengan bantuannya itu, aku bisa menggunakan jariku untuk membuka belahan Memek Rina.

Bisa ku lihat di dalamnya daging Yg agak basah berwarna merah muda, dan langsung ku tancapkan kepala Tititku di sela belahan Yg terbuka itu. Dengan sedikit memaksa, kepala Tititku berhasil menerobos lobang vaginanya Yg terasa sangat sempit.

Aku terus menekan agar Tititku bisa masuk sempurna ke dalam Memek Rina, namun usaha itu harus ku lakukan dengan perlahan. Aku harus tarik ulur agar cairan vaginanya membasahi seluruh batang Tititku. Tanpa cara itu, Tititku tidak bisa dipaksa masuk.

Sedikit demi sedikit, batang Tititku semakin dalam masuk ke lobang Memek Rina Yg sangat sempit, sampai akhirnya setengah batang Tititku telah berhasil masuk. Dalam posisi penis Yg setengah menancap di selangkangannya, ku jatuhkan tubuhku di dadanya. Ku raih bibirnya dan mencoba menciuminya, ku remas payudara montok Yg masih ranum itu, sesekali ku jilati pipi, kuping, leher dan terkadang turun ke payudaranya.

Rina terpejam dan sesekali berdesis, sepertinya ia menikmati sentuhan Yg lidahku di leher dan payudaranya. Bahkan mungkin ia melupakan bahwa Tititku baru setengah masuk ke lobang vaginanya. Melihat keadaan itu, ku tumpukan tubuhku di atas siku Yg berada di kedua sisi tubuhnya dan ku pegang erat bahunya.

Dengan terus menjilati payudaranya dan sesekali mengecup puting susunya, kembali ku genjot lobang vaginanya Yg sangat rapat dan kesat. Terus ku coba dan ku coba, meski kedua bahunya telah ku pegang erat, tetapi tetap saja genjotan Yg ku lakukan untuk menerobos lobang vaginanya hanya bisa masuk dengan perlahan.

Akhirnya ku putuskan untuk fokus pada usaha untuk memasukkan penis ke lobang vaginanya. Aku turun dari tempat tidur, dan menarik tubuh Rina ke sisi tempat tidur itu. Dengan posisi berdiri di sisi tempat tidur, kembali ku arahkan Tititku Yg sedikit ku basahi dengan air liurku ke lobang vaginanya. Tititku kembali hanya bisa masuk setengah ke dalam lobang Memek Rina, namun dengan posisi berdiri, aku bisa menahan kedua pahanya agar tubuhnya tidak bergerak mengikuti tiap genjotanku.

Usahaku akhirnya tidak sia-sia, karena dengan posisi itu, aku bisa lebih cepat menerobos lobang Memek Rina dengan sempurna. Dalam posisi tenggelam sempurna, aku mjatuhkan tubuhku ke dada Rina dan berguling agar posisi Rina di atas.

Ku peluk tubuh Rina dan ku coba menarik keluar Tititku dari lobang sempit Yg basah itu, lalu mendorongnya masuk kembali.

Beberapa kali ku lakukan itu, aku mebali berguling, sehingga posisiku mebali di atas. Saat itulah permainan sesungguhnya di mulai. Memek Rina sepertinya telah mampu beradaptasi dengan benda tumpul Yg menerobos lobang vaginanya.

Rapatnya lobang Memek Rina memberikan kenikmatan Yg luar biasa Yg tidak pernah ku rasakan saat bercinta dengan tante Liana. dinding Memek Rina seakan mencengkram erat batang Tititku, persis seperti saat pertama Rina mencengkar Tititku dengan tangannya.

Kenikmatan itu pulalah Yg mungkin membuatku tidak bertahan lebih lama untuk menahan muncratnya sperma. Karena pertimbangan tidak untuk menghamili, tetapi hanya memerawai, maka Tititku ku cabut dan spermaku pun hanya membuahi bulu-bulu lembut Yg tumbuh di atas permukaan Memek Rina

Incoming search terms:

  • Cerita sex perawan daun muda
  • birahi cabut les
  • daun muda cerita dewasa terbaru
  • www cerita sek daun muda
  • www ceritadaunmuda com
  • cerita seks dewasa setengah baya
  • cerita sex dewasa muda
  • cerita seks les privat
  • cerita sex dau muda
  • cerita sex kategori daun muda

Tags: #Cerita Daun Muda #Cerita Selingkuh #cerita setengah baya #cerita tante girang #ibu guru kesepian

Tinggalkan pesan "Cerita Dewasa – Kebiasaan Ngentot Waktu Les Privat"