Cerita Dewasa – Gairah Sexku Dengan Pembantuku

6124 views

Cerita Dewasa – Gairah Sexku Dengan Pembantuku | Pembaca Cerita Dewasa, kali ini aku akan menceritakan pengalaman seksku dengan Astriastuti, dia seorang pembantu rumah tangga yang baru bekerja di rumah ibuku.  Di kompleks perumahan ibuku,  Astriastuti terkenal sebagai pembantu yang genit,  ganjen,  centil dan sebagainya.  Dia sering gonta ganti pacar.  Astriastuti baru berumur kurang lebih 22 tahun.  Bodynya bagus,  dengan payudara berukuran kira-kira 34D dan pantat bulat dan padat.  Yang lebih menggairahkan adalah cara berpakaiannya.  Dia kerap mengenakan kaos ketat dan celana model ABG sekarang yang memperlihatkan pinggul dan pusar.  Wajahnya cukup manis,  bibirnya sensual sekali.  Aku sering menelan ludah kalau melihat bibirnya.

Cerita Dewasa - Gairah Sexku Dengan Pembantuku Cerita Dewasa - Gairah Sexku Dengan Pembantuku Cerita Dewasa - Gairah Sexku Dengan Pembantuku cd

Cerita Dewasa – Gairah Sexku Dengan Pembantuku

Cerita Dewasa – Gairah Sexku Dengan Pembantuku | Tugas Astriastuti adalah menjaga anak majikannya yang masih kecil-kecil.  Kalau sore hari,  dia selalu mengajak anak majikannya berjalan-jalan sambil disuapi.  Nah,  aku sering sekali berpapasan dengannya waktu dia sedang mengasuh Nabila (anak bungsu pasangan tempat Astriastuti bekerja).  Nabila ini seorang anak yang lucu,  sehingga kadang-kadang aku berhenti sebentar untuk mencubit pipinya. Suatu kali,  seperti biasa aku bertemu dengan Astriastuti yang sedang mengasuh Nabila,  dan aku berhenti sebentar untuk mencubit pipinya. Tiba-tiba Astriastuti nyeletuk,  “Kok cuma Nabila yang dicubit Pak ” Aku sedikit terkesiap,  “Haah ” dan aku memandang kepada Astriastuti. Dia sedang menatapku dengan kerlingan genit dan tersenyum menggoda. “Habis,  kalau aku cubit pipi Mbak Astriastuti,  aku takut Mbak Astriastuti marah, ” kataku. “Kalau cubitnya pelan-pelan,  aku nggak marah kok Pak.  Malah seneng, ” sahut Astriastuti.  Kurang ajar anak ini,  aku membatin,  tapi mulai tergoda untuk memancingnya lebih jauh. “Kalau cuma cubit aku enggak mau Astriastuti. ” kataku.  “Terus maunya apa  Emang berani ” dia malah menantang.  Benar-benar ganjen anak ini.  “Aku maunya,  cium bibir kamu yang seksi itu,  boleh ” aku bertanya. Dia malah balik bertanya,  “Cuma cium  Enggak mau kalau cuma cium. ” Astaga,  ini sudah keterlaluan.  “Astriastuti,  aku kan sudah punya isteri,  emang kamu masih mau ” aku bertanya.
“Yaa,  jangan sampai isteri Pak Irwan tahu dong.  Masak cuma Mbak Enny aja yang boleh ngerasain Pak Irwan. ” balas Astriastuti.

Cerita Dewasa – Gairah Sexku Dengan Pembantuku | Anda yang pernah membaca pengalamanku dalam cerita ‘Enny,  Pembantu Yang Sexy’ pasti ingat dengan Enny.  Aku agak kaget jg mendengar ucapan Astriastuti.  Rupanya Enny curhat sama Astriastuti.  Tapi,  kepalang tanggung pikirku.  “Jadi benar nih kamu mau Astriastuti ” aku memastikan.  Astriastuti menjawab,  “Siapa takut  Kapan ” “Kamu bisanya kapan Astriastuti  Aku sih kapan aja bisa, ” jawabku sambil melirik ke toketnya yang bagus itu.  Waktu itu Astriastuti pake kaos ketat yang tipis,  sehingga bra hitamnya membayang dan memperlihatkan lekuk yang sangat mengairahkan.  Pembaca,  terus terang waktu itu aku sudah “Konak”.  Penisku kurasakan sudah mengeras.  “Ya sudah,  nanti malam aja Pak,  kebetulan Bapak-Ibu mau ke Bogor,  anak-anak mau diajak semua. ” kata Astriastuti.  “Oke,  nanti jam berapa aku ke rumahmu ” tanyaku.  “Yaa,  jam delapanan deh, ” jawab Astriastuti sambil membusungkan dadanya.  Dia tahu aku sedang memperhatikan toketnya.  Nafsuku menggelegak.  “Kamu nantang benar sih Astriastuti,  ya sudah,  nanti jam delapan aku dateng.  Awas nanti kamu ya. ” ancamku sambil tersenyum.  Eh,  dia malah menjawab,  “Asal Pak Irwan kuat aja nanti malam. ” Sambil mengedipkan matanya dan bibirnya membuat gerakan mengecup.  Ya ampuunn,  bibirnya benar-benar seksi.  Aku menyabarkan diri untuk tidak menggigit bibir yang menggemaskan itu.  “Kalau gitu aku pulang dulu ya Astriastuti,  sampai nanti malam ya. ” kataku.  “Benar yaa.  Jangan boong lho.  Astriastuti tunggu ya sayang. . ” Astriastuti membalas.

Cerita Dewasa – Gairah Sexku Dengan Pembantuku | Malamnya,  jam delapan,  aku sudah berada di depan pagar rumah Astriastuti,  lebih tepat rumah majikannya.  Astriastuti sudah menungguku.  Dia membukakan pintu pagar dan aku langsung masuk setelah melihat situasi aman,  tidak ada yang melihat.  Kami masuk ke dalam dan Astriastuti langsung mengunci pintu depan.  Astriastuti memakai celana yang sangat pendek,  dengan kaos ketat.  Kulitnya cukup mulus walaupun tidak terlalu putih,  namun dibandingkan dengan Enny,  masih lebih putih Astriastuti.  Aku tidak mau membuang waktu,  langsung kudekap dia dan kuserbu bibirnya yang memang sudah lama sekali aku incar.  Bibir kami berpagutan,  lidah kami saling membelit,  dipadu dengan nafas kami yang memburu.  Tiba-tiba Astriastuti melepaskan ciuman kami,  dan dia memegang ke2 pipiku sambil menatapku,  lalu berkata manja.  “Pak Irwan,  kalau Pak Irwan mau ngewe sama Astriastuti,  ada syaratnya Pak. ” Aku bingung jg,  “Apa syaratnya Astriastuti ” tanyaku.  “Pak Irwan harus panggil aku Mbak,  terus aku panggil Pak Irwan Yayang.  Gimana  Mau nggak ” tanya Astriastuti sambil tangannya turun ke dadaku dan dia meremas dadaku dengan gemas.  Pembaca,  ini yang mengherankan,  aku seorang yang sudah berusia di atas 40 tahun,  punya isteri dan anak,  jabatanku cukup tinggi di kantor,  dan seorang pembantu rumah tangga yang berumur baru 22 tahun mencoba untuk menguasaiku,  dan aku merasa senang.  Aku mengangguk sambil menjawab,  “Iya Mbak,  aku mau. ” Sementara itu,  penisku sudah ereksi dengan maksimal.  “Sekarang,  Yayang harus nurut apa yang Mbak bilang ya. ” perintah Astriastuti,  maksudku Mbak Astriastuti.  “Iya Mbak. ” jawabku pasrah.  Lalu Mbak Astriastuti menuntunku ke kamarnya di bagian belakang rumah.  Kami masuk ke kamar itu,  Mbak Astriastuti menutup pintu dan sekarng dia yang memeluk dan menyerbu bibirku.  Kembali kami berpagutan sambil berdiri,  lidah saling belit dalam gelora nafsu kami.  Mbak Astriastuti kembali melepaskan ciuman kami,  dan berkata, ” Yaang,  kamu jongkok dong. ” Aku menurut,  aku berjongkok di depan Mbak Astriastuti.  “Lepasin celana Mbak Yang,  pelan-pelan ya Yaang. ” “Iya Mbak. ” cuma itu kata yang bisa aku keluarkan.  Lalu akupun mulai menurunkan celana pendeknya yang tinggal ditarik saja kebawah karena dia memakai celana olahraga.  Perlahan mulai tampak pemandangan indah di depan mataku persis.  Pembaca,  memeknya gundul tanpa bulu sedikitpun,  dan montok sekali bentuknya.  Warnanya kemerahan dan diatasnya terlihat clitnya yang jg montok.  Mbak Astriastuti melibarkan pahanya sedikit,  sehingga memeknya agak terkuak.  Mbak Astriastuti mendongakkan wajahku dengan tangannya.

Dan dia bertanya,  “Gimana Yang  Bagus nggak Memek Mbak ” “Iya Mbak.  Bagus banget.  Tembem. ” jawabku tersendat,  karena menahan nafsu dalam diriku.  “Yayang mau cium Memek Mbak ” tanyanya.  “Mau Mbak. ” Aku tidak menunggu diperintah 2 kali.  Langsung kuserbu Memek yang sangat indah itu.  Mbak Astriastuti menaikkan sebelah kakinya ke atas tempat tidur,  sehingga lebih terbuka ruang bagiku untuk mencium keharuman memeknya. Mula-mula hidungku menyentuh kelembaban memeknya,  dan aku menghirup keharuman yang memabokkan dari Memek Mbak Astriastuti.  Kususupkan hidungku dalam jepitan daging kenikmatan Memek Mbak Astriastuti.  Mbak Astriastuti mengerang,  “Aahh,  Yayaanngg.  Terusin Yang. ” Lalu kukecup memeknya dengan penuh kelembutan.  Dan perlahan mulai keluarkan lidahku untuk menjelajahi bibir memeknya.  Kugerakkan lidahku perlahan-lahan kesekeliling memeknya.  Tanganku meremas-remas pantatnya.  Sesekali lidahku menyapu klitnya,  dan kujepit klitnya dengan ke2 bibirku. Tubuh Mbak Astriastuti mengejang sambil mendesah,  “Aarrgghh. .  Yayaanngg. .  Ennaakk Yaanngg. . ” Ke2 tangan Mbak Astriastuti meremas rambutku sambil menekan kepalaku ke belahan pahanya.  Wajahku terbenam di Memek Mbak Astriastuti,  aku hampir tidak bisa bernafas.  “Yaanngg. .  Tunggu Yaang.  Mbak nggak kuat berdiri Yang. ” Lalu Mbak Astriastuti merebahkan tubuhnya di kasur sambil melepaskan kaos dan branya.  Dia terlentang di kasur.  Aku berdiri dan ingin mulai melepas baju dan celanaku.  “Jangan Yang,  kamu jangan buka baju dulu.  Jilatin Memek Mbak dulu Yang. ” perintah Mbak Astriastuti.  Lagi-lagi aku nurut.  Lalu Mbak Astriastuti kembali menekan kepalaku ke selangkangannya. uteruskan kegiatan mulut dan lidahku di pesona kewanitaan Mbak Astriastuti yang sangat indah kurasa.  Kumasukkan lidahku ke dalam memeknya,  dan kuputar-putar di dalam memeknya.  Dia menggelinjang kenikmatan.  Rambutku sudah berantakan karena diremas terus oleh Mbak Astriastuti.  Sekitar sepuluh menit kujilati Memek Mbak Astriastuti dan memberinya kenikmatan sorgawi.  Akhirnya dia menjerit tertahan,  tubuhnya mengejang dan tangannya menekan kepalaku dengan kuatnya.  “Aauugghh. .  Yaanngg.  Mbakk. .  Kkeeluaarr Yaanngg” rintihnya.  Pantat dan pingulnya bergerak memutar dengan liar dan tiba-tiba berhenti.  “Sshh. .  Oogghh. .  Yaanngg. .  Ennaakk banggeett Yaangg. ”

Kusedot seluruh cairan yang membanjir dari Memek Mbak Astriastuti.  Rasanya gurih dan wanginya harum sekali.  Kurasakan becek sekali Memek Mbak Astriastuti waktu itu.  Setelah berisitirahat kurang lebih sepuluh menit,  Mbak Astriastuti bangun dan mulai membuka pakaianku.  “Sekarang giliran kamu Yang.  Mbak mau gigitin kamu” perintahnya.  Setelah semua pakaianku lepas,  Mbak Astriastuti memandang ke penisku yang sudah pusing dari tadi.  Dia menggenggam penisku dengan gemas dan mulai mengocoknya dengan lembut.  Kemudian aku disuruhnya telentang,  lalu dia mendekatkan kepalanya ke penisku.  Dikecupinya kepala penisku,  dan lidahnya mulai menjelajahi bagian atas penisku. Astaga,  permainan lidah Mbak Astriastuti luar biasa sekali.  Dalam sekejap aku dibuatnya melayang ke angkasa.  Kenikmatan yang diberikan melalui lidah dan mulutnya,  membuatku mendesah dan menggelepar tidak karuan.  Dari bagian kepala,  lalu ke batang penisku dan bijiku semua dijilatinya dengan penuh nafsu.  Sesekali bijiku dimasukkan ke dalam mulutnya.  Sampai terbalik mataku merasakan nikmatnya.  Ujung lidahnya jg menyapu bahkan menusuk anusku.  Kurasakan lisAstriastutik yang menyengat ke sekujur tubuhku waktu lidah Mbak Astriastuti bermain di anusku.  Sepuluh menit lamanya Mbak Astriastuti menjilati dan mengemut penis dan anusku.

Kemudian dia merayap naik ke badanku,  mengangkangiku,  dan mengarahkan penisku ke memeknya.  Perlahan dia menurunkan pantatnya.  Kurasakan penisku mulai melakukan penetrasi ke dalam belahan memeknya yang sangat montok itu.  Agak susah pada awalnya karena memang tembem sekali Memek Mbak Astriastuti.  Setelah masuk semua,  Mbak Astriastuti mulai menaik turunkan pantatnya.  “Aauugghh,  Mbak.  Enak Mbak. ” rintihku.  “Iya Yang,  Mbak jg ngerasain enak.  Adduuhh.  Kontol kamu enak banget Yang. ” Dan Mbak Astriastuti mulai melakukan putaran pinggulnya.  Pantatnya tidak lagi turun naik,  melainkan pinggulnya yang berputar.  Ini benar-benar membuat sensasi yang luar biasa nikmatnya.  Mbak Astriastuti sangat pintar memutar pinggulnya.  Aku mengimbangi gerakan Mbak Astriastuti dengan menusuk-nusukan penisku.  Tapi,  “Yaanngg.  Kamu diem aja ya Yaangg.  Biar Mbak aja yang muter. ” Akupun diam dan Mbak Astriastuti semakin liar memutar pinggulnya.  Tidak lama kemudian,  Mbak Astriastuti menghentikan putaran pinggulnya,  dan kurasakan memeknya menyedot penisku.  Serasa dipilin oleh gumpalan daging yang hangat,  kenyal dan kesat.  Lalu Mbak Astriastuti mengerang keras,  “Yaanngg. .  Aarrgghh.  Mbak keluar laggii Yaanngg. . ” Mbak Astriastuti rebah di atas tubuhku,  sementara memeknya terus menyedot penisku.  Luar biasa sekali rasanya memek Mbak Astriastuti ini.  Kemudian Mbak Astriastuti memberi perintah agar aku bergantian di atas.  Aku menurut,  dan tanpa melepaskan penisku dari dalam memeknya kami berubah posisi.  Sekarang aku berada di atas.  Mbak Astriastuti melingkarkan kakinya ke kakiku,  sehingga aku tidak leluasa bergerak.  Rupanya ini yang diinginkan oleh Mbak Astriastuti,  agar aku diam saja.  Mbak Astriastuti jg tidak menggerakkan pinggulnya,  hanya kurasakan daging di dalam memeknya yang melakukan gerakan menyedot,  memijit,  memutar dan entah gerakan apa namanya.  Yang pasti aku merasakan jepitan Memek yang sangat kuat namun enak sekali.  Aku tidak dpt menggerakkan penisku di dalam memeknya.  Jg tidak dpt menarik penisku dari dalam Memek itu.  Tidak lama kurasakan Memek Mbak Astriastuti menyedot penisku.  Lalu perlahan Mbak Astriastuti mulai memutar pinggulnya.

Aku merasa sperti perahu yang berada di dalam lautan yang bergelora karena ada badai yang dahsyat.  Dan semakin lama gelombang itu semakin kuat menggoncang perahu.  Nafas kami sudah memburu,  keringat sudah mengucur membasahi tubuh kami.  Dan kurasakan Memek Mbak Astriastuti mulai berdenyut keras lagi,  bersamaan dengan aku mulai merasakan desakan lahar dalam diriku yang menuntut untuk keluar dari tubuhku.  Putaran pinggul Mbak Astriastuti semakin menggila,  dan akupun membantu dengan menekan-nekankan pinggulku walaupun tidak terlalu bebas.  “Oogghh. .  Yaanngg. .  Mbaakk nnggaakk kkuatt laaggi Yaanngg. . ” erang Mbak Astriastuti.  Aku jg sudah tidak bisa menahan lagi desakan dari dalam itu,  “Iyaa mbaakk. .  Aakkuu juggaa. .  Aarrgghh. ” Aku tidak dpt meneruskan kata-kataku,  karena waktu itu muncratlah sudah cairan kenikmatanku di dalam memek Mbak Astriastuti.  Bersamaan dengan itu,  Mbak Astriastuti jg sudah mengejang sambil memelukku dengan kuatnya.  “Sshh. .  Oouugghh. .  Enaak baannggett Yaangg. ” Kami merasakan nikmat yang tiada 2nya waktu air mani kami bercampur menjadi satu di dalam memek Mbak Astriastuti.  Mbak Astriastuti mencium bibirku,  akupun membalasnya dengan penuh gairah.  Dan. .  Kamipun terkulai tak berdaya.  Aku terhempas di atas tubuh Mbak Astriastuti.  Nafas kami tinggal satu-satu.  Seprai dan kasur Mbak Astriastuti sudah basah sama sekali karena keringat dan air mani kami yang meluap keluar dari Memek Mbak Astriastuti saking banyaknya.  “Yayaanngg. . ” Mbak Astriastuti memanggilku dengan mesranya.  “Iya mbaakk. ” aku menjawab dengan tidak kalah mesranya.  “Kamu hebat deh Yaang. ” kata Mbak Astriastuti sambil mengecup bibirku dengan lembut.  “Mbak jg hebat.  Memek Mbak enak banget deh Mbak. ” kataku.  Mbak Astriastuti tersenyum,  “Yayang suka sama memek Mbak ” tanyanya.  “Suka banget Mbak.  Memek Mbak bisa nyedot gitu.  Nanti boleh lagi ya Mbak ” aku merayunya.  “Pasti boleh Yang.  Memek ini emang untuk Yayang kok. ” Kata Mbak Astriastuti.  Dan malam itu,  kami melakukannya sebanyak tiga kali,  sampai kudengar adzan subuh dari mesjid terdekat.  Lalu aku keluar dari rumah itu setelah melihat bahwa situasi aman,  dan pulang ke rumahku.

Incoming search terms:

  • Www cerita sex selingkuh com
  • cerita sek tante montok di entot daun muda
  • cerita bugil aku dan guruku 40 tahun
  • cerita ngentot selingkuh dikawasan kumuh
  • cerita toket tante di emut
  • cersex selingkuh ustadjah kontol
  • cerita sex tergiur kontol sopirku
  • cerita sex perselingkuhan ibuku 7
  • cerita sex dewasa ustadah hamil besar selingkuh
  • www crta sek sipanan bos

Tags: #Cerita Daun Muda #cerita dewasa #Cerita Ngentot #Cerita Selingkuh #cerita sex #terbaru 2016

Tinggalkan pesan "Cerita Dewasa – Gairah Sexku Dengan Pembantuku"