Cerita Dewasa Adikku Pemuas Nafsuku

3194 views

Cerita Dewasa Adikku Pemuas Nafsuku – Namaku Ani, mahasiswi tingkat tiga di suatu perguruan tinggi negeri di Bandung. Saya serta saudaraku empat bersaudara, saya anak nomer tiga. Kakakku yang terbesar, Mbak Ine telah menikah serta tinggal berbarengan suaminya di Jakarta. Kakakku nomer dua, Mas Doni bekerja di Batam, serta adikku Toni yang paling bungsu masih tetap kelas satu SMU negeri di Bandung

Cerita Dewasa Adikku Pemuas Nafsuku Cerita Dewasa Adikku Pemuas Nafsuku Cerita Dewasa Adikku Pemuas Nafsuku ccv

Cerita Dewasa Adikku Pemuas Nafsuku

Cerita Dewasa Adikku Pemuas Nafsuku – Pertama kalinya saya lakukan jalinan seks dengan kakakku nomer dua waktu saya masih tetap kelas dua SMU. Waktu ini kakakku tengah cuti serta pulang ke Bandung, saya sangatlah suka sekali. Kami bertiga pergi ke Cipanas serta kami menyewa suatu pondokan disana. Malam harinya waktu saya tengah tertidur lelap di kamarku, saya terasa ada suatu hal di kemaluanku. Awal mula terasa enak sekali seperti ada yang membelai serta menghisapnya, namun mendadak terasa sangatlah sakit seperti ada yang menghimpit serta berupaya masuk, serta kurasakan juga seperti ada yang tengah menindihku.

Cerita Dewasa Adikku Pemuas Nafsuku – Waktu saya buka mataku, saya lihat kakakku tengah menindihku serta berupaya memasukkan batang kemaluannya, saya coba berontak namun tenagaku kalah kuat.
“Mas Doni janganlah, aduh sakit Mas. . , sakit. . ! ”
“Ah diem saja serta janganlah cobalah teriak. . ! ” kata kakakku.
Malam ini kegadisanku di ambil oleh kakakku sendiri. Tak ada rasa nikmat seperti yang kubaca di buku, tetapi terasa sakit sekali. Saya cuma dapat pasrah serta menahan sakit dibagian liang kewanitaanku waktu kakakku bergerak diatas badanku. Gerakannya kasar seperti mau mencabik-cabik badanku. Saya cuma dapat menangis tersedu-sedu. Waktu kulihat badan kakakku mengejang serta kurasakan ada suatu hal yang hangat menyemprot ke liang senggamaku, makin hancurlah perasaan hatiku.

Cerita Dewasa Adikku Pemuas Nafsuku – Pagi harinya saya cuma terdiam di kamar, lantaran badanku terasa lemas serta sakit. Waktu kakakku mengajakku pergi, saya cuma memalingkan wajahku serta menangis. Sore harinya kakakku masuk ke kamarku, dia mohon maaf atas peristiwa semalam serta berupaya untuk memperbaikinya, namun saya cuma diam saja. Malam harinya kakakku datang lagi ke kamarku. Saya sangatlah ketakutan, namun dia cuma tersenyum serta coba mencium bibirku, saya kembali berontak. Saya memaki-maki kakakku, namun dia tak perduli serta kembali mencium bibirku sembari meremas payudaraku, lama-lama saya jadi terangsang karena itu. Serta malam ini kembali saya serta kakakku mengerjakannya, namun lain dari malam yang tempo hari, malam itu saya rasakan kesenangan yang luar umum serta kami mengerjakannya dua hingga kali.

Saat sebelum kakakku kembali bekerja di Batam, waktu mengantar kakakku di Bandara, saya meminta hadiah perpisahan darinya.
Di kamar mandi Bandara kami mengerjakannya lagi, “Ah Mas Doni.., selalu Mas.. akh.. ”
“Akh Ani, anda cantik sekali, akh.. Ani, Mas Doni ingin keluar, akh..! ”
“Ani juga Mas.., akh.. Mas, Ani keluar Mas.., akhh..! ”
Mas Doni memelukku erat-erat, begitupun diriku. Sesudah sebagian waktu kami berciuman serta kembali pada ke ruangan tunggulah dengan argumen habis dari kantin beli makanan. Saya cuma dapat menangis waktu Mas Doni pergi, namun saya juga sangatlah bahagia dengan hadiah yang diberikannya.

Mulai sejak waktu ini saya seperti ketagihan dengan seks, serta untuk melampiaskannya saya cuma bisa lakukan masturbasi di kamar mandi. Saya telah mempunyai pacar serta kami mengerjakannya hingga saat ini, namun saya tidak sering rasakan kesenangan seperti yang kudapatkan dari kakakku. Serta waktu adikku mulai beranjak dewasa, saya lihat sosok kakakku, namun adikku lebih tampan serta gagah apabila dibanding dengan kakakku. Saya kerap terasa terangsang, namun cuma dapat kutahan serta lagi-lagi cuma dapat kulampiaskan dengan jalan masturbasi. Tak tahu berapakah lama saya dapat menahan hasrat untuk mengerjakannya dengan adikku.

Hingga satu hari, waktu orang tuaku tengah tak ada dirumah, adikku baru pulang sekolah serta saya mempersiapkan makan siang untuk dia. Lantaran hari ini merasa panas, saya cuma memakai celana pendek serta t-shirt tanpa ada menggunakan BH. Waktu adikku kusuruh makan, Toni menampik lantaran telah makan diluar berbarengan beberapa rekannya, serta pada akhirnya saya makan sendiri, sedang adikku asik berenang. Usai makan saya buatkan juice jeruk serta kuantarkan ke kolam renang. Sembari meminum juice jeruk, saya lihat adikku berenang. Waktu Toni keluar dari kolam renang serta duduk di sebelahku sembari meminum juice jeruk serta berjemur, jantungku berdetak makin cepat serta saya sangatlah tak tahan untuk memeluknya.

Tak kusangka adikku yang dulunya polos, saat ini telah beralih jadi seseorang cowok yang gagah serta tampan ditambah lagi hobynya yaitu berenang. Dadanya tampak bagian dengan bentuk yang menggairahkan, badannya atletis serta dapat kutebak bila batangnya juga lumayan besar. Saya cuma bisa memandangnya, berwajah ditutupi oleh handuk kecil yang digunakannya untuk mengeringkan badannya. Saya telah tak tahan lagi serta saya tak perduli apa yang bakal berlangsung. Saya membelai dada adikku serta Toni cuma menggelinjang kegelian.

“Mbak Ani.., apaan sih..? Geli tau..! Kurang kerjaan, mendingan bikinin saya roti bakar.. ”
Saya sedikit terperanjat serta kucubit perutnya, Toni cuma tertawa.
“Emang saya pembantumu, enak saja. ” kataku agak kesal.
Saya telah betul-betul tak tahan, tanpa ada pikir panjang lagi kutindih badan adikku serta kulempar handuk dari berwajah.
“Mbak Ani ingin ngapain sih..? ” tanyanya.
Tanpa ada sepatah kata juga segera kucium mulutnya serta kuremas-remas dadanya yang bagian ini. Adikku sangatlah terperanjat dengan apa yang kulakukan serta mendorong badanku. Saya tak perduli, kucium lagi bibirnya serta kesempatan ini adikku tak bereaksi apa-apa serta berusaha untuk menikmatinya. Saya tahu bila Toni mulai terangsang, lantaran kurasakan di antara ke-2 pahanya ada suatu hal yang jadi tambah besar.

Kuciumi selalu bibir serta lehernya, adikku sedikit kewalahan namun Toni senantiasa coba membalas ciumanku walaupun merasa agak kaku.
“Baru pertama di cium cewek ya..? ” tanyaku.
“Ah Mbak banyak omong, terusin saja Mbak..! ” tuturnya tak sabar lagi.
Mendengar ucapannya saya jadi makin semangat, segera kubuka kaosku, serta adikku cuma dapat melotot lihat payudaraku yang cukup besar.
“Wah susu Mbak bagus sekali, baru kesempatan ini Toni lihat susu cewek. ” tuturnya.
Kusuruh Toni memegang serta meremasnya, “Aduh janganlah keras-keras, sakit.. Cobalah saat ini anda isep susu Mbak.. ”
Lantas kusodorkan payudaraku ke mulutnya, Toni mengulum serta menghisap puting payudaraku, “Akh enak sekali Ton, sshs.. akhh selalu Ton.., enak sekali.. ”

Kusuruh Toni berhenti, lantas kuciumi lagi bibir serta lehernya, lalu kuturun ke dadanya serta kuciumi dan kugigit pelan putingnya, Toni cuma dapat mendesah lirih, “Akh.. enak Mbak, akhh.. ”
Dengan tergesa saya turun kebawah, kulihat batang kejantanannya yang gagah telah sedikit tercetak serta menunjukkan kepalanya di celana renang adikku. Dengan penuh nafsu segera kutarik celana renang adikku hingga ke lututnya.
“Wah.., Ton mempunyai anda Oke juga nih, semakin bagus dari mempunyai Mas Doni.. ”
Adikku cuma tersenyum serta kelihatannya tak sabar dengan apa yang bakal kulakukan. Saya juga lantas buka celanaku serta saat ini saya telanjang. Toni bangun dari kursi serta duduk, lantas Toni meraba bibir kemaluanku, lalu kusuruh Toni menjilati bibir kemaluanku. Toni nampaknya kaget namun segera kutarik kepalanya ke arah kemaluanku, serta Toni mulai menjilati permukaan lubang senggamaku.
“Akh.., Ton enak sekali selalu akh.. yaa disitu Ton, enak.., akhh.. selalu Ton selalu akkhh.. ” desahku.
Saya menggelinjang keenakan dibuatnya, terasa enak sekali serta saya sangatlah sukai bila ada yang menjilati kemaluanku. Saya telah tak tahan, kudorong badan adikku ke kursi lagi, lalu kupegang batang kejantanannya serta kuarahkan ke liang senggamaku. Toni nampaknya sedikit tegang waktu kepala kejantanannya menyentuh permukaan bibir kemaluanku. Toni menahan nafas serta mengerang waktu saya menghimpit badanku ke bawah, serta batang kejantanannya masuk semuanya ke liang kewanitaanku.
“Akh.. Mbak.. enak sekali.. hangat.. yeah.. mari Mbak terusin..! ”

Saya lantas bergerak, menggoyangkan pantatku ke atas serta ke bawah, serta terkadang kuputar-putar, tangan adikku kusuruh meremas-remas payudaraku serta Toni sangatlah bernafsu sekali. Saya bergerak makin lama semaki cepat, tanganku memegang paha adikku untuk tumpuan. Sebagian waktu lalu, nafas adikku mulau memburu serta gerakannya mulai tak karuan, terkadang memegang pantatku, terkadang meremas payudaraku, serta saya tahu bila Toni telah nyaris hingga serta berupaya menahannya.

“Akh.. Mbak.., aduh.. Toni ingin keluar Mbak..! ”
“Tahan Ton.., Mbak sebentar lagi akhh..! ”
Makin kupercepat gerakanku, saya mulai liar. Kuremas dadanya serta waktu kurasa kesenangan ini, saya menghimpit badan adikku, serta badanku jadi tegang sembari kuremas paha adikku.
“Toni tidak tahan lagi Mbak.. akh.. Mbak, Toni keluar Mbak akhh..! ”
Pantatnya terangkat ke atas seperti mau menusuk kewanitaanku serta kurasakan semprotannya yang cukup keras sekian kali didalam rahimku. Begitupun denganku, otot kemaluanku menghimpit batangnya serta kurasakan liangku makin basah, baik oleh cairanku ditambah mani adikku yang menyemprot sangatlah banyak di lubang senggamaku.

Badan kami basah oleh keringat, serta lalu kupeluk badan adikku nikmati beberapa bekas kesenangan tadi. Nafas adikku mulai teratur serta kurasakan batang kemaluannya mulai mengecil di liang kewanitaanku, tetapi pantatku tetap masih bergoyang diatas badannya.
“Mbak, enak sekali.., terima kasih ya Mbak, baru pertama kesempatan ini Toni rasakan enaknya badan wanita serta enaknya lakukan jalinan tubuh. ”
“Mbak yang harusnya terima kasih sama anda, nyatanya adik Mbak cukup hebat walaupun baru pertama kalinya, namun Mbak sangatlah senang sekali serta Mbak ingin sekali lagi, bolehkan Ton..? ”
“Wah.., Toni juga ingin Mbak..! ”

Kucabut batang kejantanannya dari lubang kewanitaanku serta kembali kurasakan orgasme waktu mencabutnya. Batang kemaluan adikku telah mengecil saat ini, namun terus telihat gagah. Toni lantas duduk di tepi kursi serta saya lalu menjilati batang kejantanannya, Toni kembali mendesah, “Ssshh.., enak Mbak..! ”
Tangannya membelai rambutku serta terkadang meremas payudaraku. Saya kembali terangsang serta batang kemaluan Toni dengan cepatnya kembali tegak serta kokoh. Saya lantas lari serta menceburkan diriku di kolam renang, Toni menyusul sesudah buka celana renang yang masih tetap ketinggalan di lututnya. Di kolam kembali kami berciuman, namun saat ini Toni kubiarkan lebih agresif. Sembari duduk di tangga kolam, diciuminya bibir serta leherku, lalu dihisapnya puting payudaraku.

Lalu kurasakan Toni berupaya memasukkan batang keperkasaannya, namun senantiasa meleset. Saya cuma tertawa kecil, lantas kubantu dia. Kupegang batangnya serta kuarahkan ke kemaluanku. Toni cuma tertawa kecil serta lalu dia menghimpit rudalnya ke sarangku. Toni lantas menggerakkan pantatnya serta memompa senjatannya keluar masuk liang surgaku, nafasnya juga mulai memburu. Saya nikmati desakan yang didapatkan Toni serta terasa nikmat sekali.
“Akh.., enak sekali Ton, yang keras Ton..! Akh..! ”
“Akhh Mbak.., kita geser di kursi ya..? Disini tidak enak. ”
Toni lantas mengangkat badanku, kulingkarkan kakiku di pinggangnya hingga saya masih tetap dapat bergerak meskipun Toni berdiri serta jalan ke arah kursi tempat kami tadi.

Di baringkannya badanku, lantas Toni mulai memompa batang kejantanannya lagi, makin lama semaki cepat. Saya menyeimbangi gerakakn Toni dengan mengerakkan pantatku ke kiri serta ke kanan, terkadang kuremas-remas pantat adikku yang kenyal. Nafas Toni mulai tak teratur.
“Lebih cepat Ton.. akh..! ”
“Mbak.., Toni ingin keluar Mbak, akh..! ”
Gerakan Toni makin cepat, serta waktu kulihat badan Toni mulai mengejang, kulingkarkan kakiku di pinggangnya. Toni menghimpit serta memasukan batang kemaluannya lebih dalam lagi.
“Akh.., Mbak, Toni keluar Mbak, akhh.., Mbak.. ngeakhh.. ”

Badannya lantas roboh diatas badanku. Tanpa ada keluarkan burungnya, kusuruh Toni berbalik serta saya mulai menggerakkan pantatku diatas badannya. Batang kemaluan Toni memanglah mengecil, namun lama-lama mulai mengembang lagi. Saya bergerak tak karuan diatas badannya, hingga sebagian waktu lalu saya orgasme, kupeluk erat-erat badan Toni. Sesudah agak tenang, lantaran saya tahu bila Toni belum keluar, lalu saya turun serta mengulum batang keperkasaannya. Toni menggerakkan pantatnya ke kiri serta ke kanan serta terkadang menusuk ke mulutku. Selang sekian waktu lalu, batang kemaluannya seperti mengembang didalam mulutku.
“Akh.., Toni keluar Mbak.. akhh..! ”
Maninya menyembur didalam mulutku serta kutelan seluruhnya, lalu kami berpelukan serta berciuman. Tanpa ada sadar kami tertidur di kursi, kepalaku kurebahkan di dadanya serta badanku diatas badannya.

Sore hari kami dikagetkan oleh nada klakson mobil serta kami cepat-cepat bangun. Saya menggunakan bajuku yang berantakan di pingir kolam serta Toni cepat-cepat mengambil celana renangnya serta lari ke kamarnya. Waktu makan malam, kakiku mengeranyangi kakinya serta jari kakiku menghimpit batangnya yang mulai mengembang. Ke-2 orang tuaku sedikit keheranan dengan tingkah laku kami, namun mereka tak pernah tahu dengan apa yang sudah berlangsung diantara kami. Malamnya selesai makan malam saya segera masuk kamar, begitupun Toni. Tengah malam saya terbangun lantaran Toni menciumi bibirku serta malam ini kami mengerjakannya lagi.

Mulai sejak waktu ini, dengan cara sembunyi-sembunyi kami mengerjakannya, bahkan juga sesudah saya menikah dengan pacarku, kami juga masih tetap kerap mengerjakannya, terlebih waktu suamiku tengah dinas keluar kota. Rahasia itu hingga saat ini masih tetap kami pegang serta bahkan juga cinta gelap kami itu menghasilkan putra pertamaku yang saat ini telah berumur 9 th..

Waktu pernikahan Toni saya memberi suatu hadiah. Sesudah malam pengantinnya, kami mengerjakannya di gudang belakang tempat tinggal waktu kebanyakan orang telah terlelap. Toni katakan meskipun istrinya saat ini masih tetap gadis, namun tak ada yang menyaingi saya. Maka dari itu suamiku sangatlah kerasan dirumah lantaran servisku yang sangatlah memuaskan, tanpa ada tahu bila saya selingkuh dengan adik kandungku sendiri.

Incoming search terms:

  • adikku pemuas nafsuku
  • adiku pemuas nafsuku
  • cerita porno adikku jadi pemuas birahiku
  • adik ku pemuas ku
  • nafsu adikku
  • cerita sex adikku pemuas napsu ku
  • cerita sex adik perempuan ku jadi pemuas nafsu kakak ku sendiri
  • cerita sex adikku yang binal
  • cerita sex : aida adikku
  • Adik ku pemuas nafsu ku

Tags: #Cerita Daun Muda #Cerita Mesum #Cerita Ngentot #cerita sex #sedarah #terbaru 2016