Cerita Dewasa 2016 – Tergoda Rayuan Maut Menantu

14089 views

Cerita Dewasa 2016 – Tergoda Rayuan Maut Menantu | Sri mempunyai kecantikan yang menurun dariku dan kepintaran yang menurun dari almarhum bapaknya sehingga dapat menyelesaikan pendidikan SMAnya pada umur 15 tahun dan begitu selesai Sri langsung dilamar oleh Mas Pajang seorang pengusaha muda yang kaya raya dan masih ada hubungan keluarga. Para keluarga sangat setuju dan mendukung perkawinan itu dengan alasan kapan lagi ada kesempatan sebagus itu dimana menurut mereka Sri sudah bebas dari tanggunganku.

Cerita Dewasa 2016 - Tergoda Rayuan Maut Menantu Cerita Dewasa 2016 - Tergoda Rayuan Maut Menantu Cerita Dewasa 2016 - Tergoda Rayuan Maut Menantu mk

Cerita Dewasa 2016 – Tergoda Rayuan Maut Menantu

Cerita Dewasa 2016 – Tergoda Rayuan Maut Menantu | Perkawinan dilakukan oleh Sri sewaktu berumur 15 tahun yang menurutku masih terlalu muda untuk dia. Tetapi menurut keluarga besar umur 15 tahun sudah cukup umur dan menurut mereka aku juga menikah pada usia 15 tahun juga.Perbedaan umur mas Pajang dan Sri cukup besar yaitu sekitar 15 tahun. Untungnya mas Pajang seoramg pria yang bijaksana dan dapat mengayomi putriku bahkan dia mengijinkan istrinya untuk melanjutkan sekolahnya kejenjang yang lebih tinggi. Bahkan setelah Sri melahirkan putrinya, mas Pajang melarangku bekerja agar aku dapat membantu merawat putrinya karena selain Sri tidak telaten merawat putrinya karena usianya terlalu muda juga Sri melanjutkan studinya ke universitas jurusan kedokteran.

Cerita Dewasa 2016 – Tergoda Rayuan Maut Menantu | Aku merasa bahagia karena kehidupanku berubah menjadi baik dan aku menuruti kemauan mas Pajang untuk merawat cucuku Dewi. Dewi bahkan sangat dekat denganku dan memanggil diriku Bunda.Mas Pajang juga sangat dekat denganku mungkin karena umur kami berdua juga tidak terlampau jauh sedangkan dengan Sri umurnya sangat jauh. Mas Pajang sering melihatku dengan sorot mata yang aneh sehingga aku sering jenggah melihat pandangan matanya yang buas itu. Bahkan perhatian mas Pajang sangat berlebihan dan sering memintaku untuk meladeni dia menyiapkan baju, makanan bahkan air mandinya sekalipun. Sebagai balasannya aku mendapat hadiah yang banyak melebihi hadiah yang diberikan kepada istrinya. Untungnya Sri tidak memperhatikan hal ini karena dia sibuk dengan kuliahnya dan teman-temanya. Aku sering menasehati Sri agar lebih memperhatikan suaminya tetapi Sri cuek saja bahkan lebih sering bergaul dengan teman-teman kuliahnya. Sehingga mas Pajang lebih sering berkeluh kesah kepadaku mengenai segala sesuatu tentang kehidupannya.

Sejak Sri menikah gairah sexku mulai meningkat lagi. Padahal setelah ditinggal mati suamiku aku menjadi dingin terhadap laki-laki. Sewaktu malam pertama Sri aku sempat cemburu terhadap putriku mendengar desah-desah kenikmatan persetubuhan Sri dan mas Pajang. Aku sering kesepian dikamar bahkan aku sering membayangkan kegagahan mas Pajang. Aku sering mimpi aku disetubuhi oleh mas Pajang. Tetapi setelah kelahiran Dewi kulihat mas Pajang sering menampakkan kecewaannya setelah bersetubuh dengan Sri bahkan karena saking kesalnya, mas Pajang sering mengadukan hal ini padaku. Bahkan secara tersirat bahkan mas Pajang mau bersetubuh denganku. Aku tetap menasehati mas Pajang agar tetap sabar dan menolak kemauannya karena itu akan menyebabkan keaiban keluarga.

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Suatu hari Sri mengalami kecelakaan sewaktu bepergian dengan teman-temannya Mereka dalam keadaan mabuk sewaktu mengendarai mobil Sri sehingga masuk kedalam jurang dan semua penumpang didalam mobil tidak ada yang selamat.

Mas Pajang sangat berduka dan malu karena kejadian itu, aku pun sangat malu dengan kelakuan Sri. Aku minta maaf atas kelakuan putriku kepada mas Pajang.

Akupun berinisiatif mengambil seorang suster yang muda dan cantik bernama Santi untuk merawat Dewi dan siapa tahu mas Pajang tertarik kepada Santi. Aku rela mas Pajang mengawini Santi untuk menggantikan Sri. Tetapi mas Pajang sama sekali tidak tertarik pada Santi, bahkan mas Pajang sering memperhatikanku dan aku merasakan hal ini

Sebulan setelah kematian Sri, Mas Pajang mengajakku untuk menemui keluarga besar kami dan dia dengan nekad mengajukan usul untuk mengawiniku dengan alasan aku harus bertanggung jawab atas kelakuan Sri putriku. Mas Pajang bahkan mengancamku bila aku tidak mau menjadi pengganti Sri putriku, dia akan pindah kekota lai dengan membawa Dewi pergi dan aku tak boleh mendekati Dewi lagi.

Cerita Dewasa 2016 – Tergoda Rayuan Maut Menantu | Aku menjadi kebingungan tentang hal ini disatu sisi memang aku dapat mencapai impianku melayani mas Pajang seutuhnya dilain sisi hal ini akan melanggar norma-norma umum. Tetapi akhirnya Setan memberikan jalan agar rencana ini dapat terkabul bahkan keluar besar menyetujui bahkan mendorong aku untuk permintaan itu dengan alas an agar keluarga kami dapat utuh kembali bahkan aku tetap kaya. Rencana ini berjalan mulus karena Mas Pajang orang terpandang , penghulu dan kantor agamapun dapat diatut dengan baik sehingga perkawinan kami berjalan dengan mulus.Waktu akad nikah aku didandani oleh salon terkenal yang dipilih mas Pajang sehingga sewaktu melihat dicermin aku tak mengenali diriku lagi, yang kulihat adalah seorang gadis muda yang siap memberikan pelayanan yang komplit kepada suaminya. Semua keluarga termasuk mas Pajang kagum melihat kecantikanku itu. Bahkan mas Pajang mengatakan kepadaku agar tidak berganti pakaian sewaktu melayaninya. Pesta perkawinan berjalan lancer. Disore hari kami sudah sampai rumah untuk melakukan ritual malam pertama kami.

Dewi dan susternya Santi kami titipkan dirumah keluarga kami agar tidak mengganggu malam pertama kami, Dewi merengek minta ikut pulang tapi setelah kuhibur bahwa Bunda harus melayani ayahnya secara total, akhirnya dia mau mengerti.

Hatiku berdebar-debar membayangkan aku berduaan bermesraan bersama suamiku, aku membayangkan dimana aku disetubuhi pertama kali oleh almarhum suamiku 12 tahun yang lalu.. Aku membayangkan kesakitan pertama kali aku diperawani dulu Waktu aku bersetubuhi dulu aku hanya tidur terlentang dan suamiku langsung memasukan kemaluannya ke maluanku tanpa prolog sama sekali bahkan bajuku nyaris tidak dibuka tidak seperti cerita teman-temanku.

Sesampai dirumah aku minta ijin suamiku aku menyiapkan jamu kuat sex untuk suamiku tetapi suamiku menolak dengan alasan ia sanggup memuaskanku sampai 10 ronde sekalipun Bahkan sambil bercanda dia kasihan nanti aku tidak kuat melayani nafsunya.

Akupun minta ijin masuk kekamar pengantin lebih dulu untuk mempersiapkan diri terlebih dulu suamiku mempersilahkan aku masuk dan berkata setengah jam kemudian dia akan menyusul. Suamiku lalu pergi mengunci pintu –pintu rumah karena sepanjang malam nanti dia akan menyetubuhiku. Sesampai dikamar aku merapihkan pakaianku mencuci vaginaku dan menyemprotkan parfum kebagian penting diriku. Wangi parfum bercampur keringatku menambah sexy bau diriku sehingga akan merangsang lawan jenisku.
Setelah itu aku duduk ditempat tidur sambil berdebardebar menunggu persetubuhan kami yang pertama. Tak lama kudengar ketukan lembut suamiku dan mas Pajang kupersilahkan masuk. Mas Pajang pun masuk setelah masuk dan mengunci pintu dan Mas Pajang bergegas ke kamar mandi. Dia akan menggosok gigi dan pipis. dan tak sangka setelah selesai dia menyabun dan mengeringkan kemaluannya. Rasanya hal yang jarang dilakukan laki-laki.

Setelah itu dia duduk disebelahku, “Atika, kamu sudah tahu apa yang akan kita laku kan?” katanya lirih di telingaku. Merinding aku mendengarnya, dan aku hanya menganguk.
“Ya aku tahu..” Belum selesai aku menjawab, kurasakan bibirnya sudah menyentuh leherku, terus menyusur ke pipiku.

Dengan tubuhnya bergeser merapat, bibirku dilumatnya dengan lembut. Ternyata dicium pria bibir tebal itu nikmat sekali, aku bisa mengulum bibirnya lebih kuat dan ketebalan bibirnya memenuhi mulutku. Sensasi nikmat yang belum pernah kudapat. Sedang kunikmati lidah Mas Pajang yang menjelajah di mulutku, kurasakan tangan besarnya meremas lembut payudaraku. Ohh.., payudaraku ternyata tercakup seluruhnya dalam tangannya. Dan aku rasanya sudah tidak kuat menahan gejolak birahiku, padahal baru awal pemanasan.

Kututup mataku dan kubalas dengan agresif ciumam suamiku. Lama sekali kami berciuman lidah kami saling membelit dan ludah kamipun bercampu menjadi satu. Pertamakali ini aku berciuman dengan seorang pria. Almarhum suamiku dulu orangnya kolot dan tidak pernah mau berciuman. Bagi almarhum berhubungan sex hanya untuk menambah keturunan dan bukan untuk kenikmatan. Nafsuku mulai naik maka taksegan-segan aku merintuh kenikmatan.

Tiba-tiba mas Pajang melepaskan ciumannya, sehingga aku gelagepan dan kecewa atas perlakuannya itu karena nafsu sexku sudah naik. Mas Pajang menatapku dengan tajam dan akupun menantang dengan membalas menatapnya dengan tajam. Mas Pajang menanyakan sekalilagi apakah aku rela menyerahkan tubuhku untuk disetubuhi dan langsung kujawab bahwa aku rela melayaninya malam ini karena malam ini aku adalah istri sahnya dan dengan jengkel kubalas kenapa dia berulang kali masih meragukanku dan dijawab oleh mas Pajang , dia takut aku terpaksa melayaninya karena dari dulu dia sebenarnya lebih suka denganku daripada dengan Sri. Untuk membuktikan ucapank aku langsung mulai menanggalkan pakaianku hingga aku telanjang bulat. Mas Pajang ternganga melihat kondisi tubuhku yan terawat baik bak seorang wanita remaja dan tidak kalah dengan tubuh Sri. Setelah aku telanjang bulat akupun langsung sungkem mencium kaki dihadapannya tanda aku benar-benar pasrah sebagai seorang istri dan siap disetubuhi.

Akupun ditarik bangun dan mas Pajang minta aku membuka pakaiannya agar sama-sama telanjang. Langsung kutelanjangi tubuhnya dan tak lama kemudian berdiri seorang lelaki yang sangat macho. Sehingga akupun amat bangga menjadi istrinya.

Setelah kami berdua telanjang bulat tanpa ragu-ragu aku dibimbing mas Pajang ketempat tidur dan kemudian aku direbahkan sambil mas Pajang menelungkup disampingku. Aku menutup mataku kembali memasrahkan tubuhku dijamah oleh mas Pajang. Pelan-pelan bibirku dicium mas Pajang. Kuluman itu langsung kusambut dan tak lama kemudian tangan mas Pajang mulai mengelus rambutku kemudian turun membelai punggungku terus turun merabah pantatku. Pantatkupun diremas-remasnya nafsuku langsung naik sehingga akupun menggigil tanpa sadar pahaku membuka dan akupun siap menerima penetrasi mas Pajang Tetapi mas Pajang nakal dia masih menjelajahi tubuhku . Akupun bagai cacing kepanasan menerima perlakuan itu. Ciumannya dibibirku langsung turun kebawah dan berhenti dibuah dadaku. Buah dadaku disedot-sedot bergantian Rangsangan seperti ini belum pernah kudapat sampai usiaku setua ini. Aku membayangkan Sri kelojotan menerima rangsangan dari suaminya Sehingga terbersit pikiran jahatku alangkah beruntungnya akhirnya aku yang menjadi istri mas Pajang menggantikan anakku.

Perlahan-lahan ciuman itu merambat kepusarku dan tangannya mulai merabahi pahaku. Ketika ciuman itu terus merambat turun kekakiku aku menolak karena menurutku sangat tidak pantas seorang suami menciumi telapak kaki isrinya tetapi mas Pajang bersikeras karena menurut dia kakiku sangat terawat dan mulus san salah satu sebab dia memilihku sehingga aku akhirnya mengalah Akupun merasakan sensasi aneh ketika suamiku menciumi telapak kakiku. Kemudian ciumannya merambat lagi naik menuju vaginaku.
Kali ini diciumnya bulu tipis kemaluanku dan aku rasakan bibir kemaluanku dibuka dengan dua jari. Dan akhirnya kembali kemaluanku dibuat mainan oleh bibir Mas Pajang, kadang bibirnya dihisap, kadang klitku, namun yang membuat aku tak tahan adalah saat lidahnya masuk di antara kedua bibir kemaluanku sambil menghisap klit. Mas Pajang benar benar mahir memainkan kemaluanku. Hanya dalam beberapa menit aku benar-benar tak tahan. Dan..aku mengejang dan dengan sekuatnya aku berteriak sambil mengangkat pantatku supaya merapatkan klitku dengan mulutnya, kuremas-remas kepalanya yang botak, untuk kedua kalinya aku orgasme hanya dengan bibir dan lidah Mas Pajang. Mas Pajang terus mencumbu kemaluanku, rasanya belum puas dia memainkan kemaluanku hingga kembali bangkit birahiku dengan cepat.

“mas …….. , setubuhi aku sekarang aku sudah tak kuat lagi ..” kataku memohon sambil merintih dan kubuka pahaku lebih lebar.
Aku sudah terangsang hebat sehingga aku tak kuat menahan gejolak nafsuku sehingga akhirnya orgasme untuk pertama kali. Air cintaku disedot habis oleh suamiku.

Dan dengan berdebar menunggu dengan semakin berharap. Sepintas kulihat, kemaluan Mas Pajang sudah maksimal, tegak hampir menempel ke perut. Dan saat Mas Pajang pelan-pelan kembali menindihku, aku membuka pahaku makin lebar, rasanya tidak sabar vaginaku menunggu masuknya kemaluan raksasa itu. Aku pejamkan mata. Cukup lama kemaluan suamiku masuk kevaginaku karena selain kemaluan mas Pajang yang besar vaginaku juga belum pernah dimasukin selama 12 tahun sehingga seperti perawan saja dan itu juga karena Sri dilahirkan lewat operasi.
Aku berbisik pada mas Pajang agar pelan-pelan karena aku sudah lama tidak disetubuhi. Aku berteriak kesakitan seperti diperawani ketika kemaluan mas Pajang mulai menerobos masuk.

Dan Mas Pajang mulai mendekapku sambil terus mencium bibirku lagi, kurasakan di antara bibir kemaluanku mulai tersentuh ujung ****** raksasa. Sebentar diusap-usapkan dan pelan sekali mulai kurasakan bibir kemaluanku terdesak menyamping. Terdesak benda besar itu. Ohh, benar benar kurasakan penuh dan sesak liang kemaluanku dimasuki ****** suamiku itu. Aku menahan nafas. Dan nikmat luar biasa. Mili per mili. Pelan sekali terus masuk kemaluannya.

Aku mendesah tertahan karena rasa yang luar biasa nikmatnya. Terus.. Terus.. Akhirnya ujung penis itu menyentuh bagian dalam kemaluanku, maka secara refleks kurapatkan pahaku, tapi betapa aku terkejut. Ternyata sangat mengganjal sekali rasanya, besar, keras dan panjang.

Mas Pajang terus menciumi bibir dan leherku. Dan tangannya tak henti-henti meremas-remas tetekku. Tapi konsentrasi kenikmatanku tetap pada ****** besar yang mulai beraksi dipompakan halus dan pelan. Mungkin Mas Pajang menyadarinya, supaya aku tidak kesakitan. Aku benar benar cepat terbawa ke puncak nikmat yang belum pernah kualami. Nafasku cepat sekali memburu, terengah-engah. Aku benar benar merasakan nikmat luar biasa merasakan gerakan ****** besar itu. Kenikmatan, keanehan, tidak bisa kutuliskan.

Maka hanya dalam waktu yang singkat aku makin tak tahan. Dan Mas Pajang tahu bahwa aku semakin hanyut. Maka makin gencar dia melumat bibirku, leherku dan remasan tangannya makin kuat. Dengan tusukan kemaluan Mas Pajang yang agak kuat dan dipepetnya klit-ku diteruskan dengan menggoyang goyangnya, aku menggelepar, tubuhku mengejang, tanganku mencengkeram kuat-kuat sekenanya. Vaginaku menegang, berdenyut dan mencengkeram kuat-kuat, benar-benar puncak kenikmatan yang belum pernah kualami senikmat seperti sekarang. Ohh, aku benar benar menerima kenikmatan yang luar biasa. Aku tak ingat apa-apa lagi kecuali kenikmatan dan kenikmatan.

“oh …………enaknya . aku keluuuuuar lagi mas..”

Aku sendiri terkejut atas teriakkan kuatku. Oh, setelah selesai, pelan pelan tubuhku lunglai, lemas. Setelah dua kali aku orgasme dalam waktu relatif singkat, namun terasa nyaman sekali, Mas Pajang membelai rambutku yang basah keringat. Kubuka mataku, Mas Pajang tersenyum dan menciumku lembut sekali, tak henti hentinya tetekku diremas-remas pelan.

Tiba tiba, serangan cepat bibirnya melumat bibirku kuat dan diteruskan ke leher serta tangannya meremas-remas tetekku lebih kuat. Birahiku naik lagi dengan cepat, saat kembali Mas Pajang memompakan kontolnya semakin cepat. Uuhh, sekali lagi aku mencapai orgasme, yang hanya selang beberapa menit, dan kembali aku berteriak lebih keras lagi.

Mas Pajang terus memompakan rudalnya dan kali ini Mas Pajang ikut menggelepar, wajahnya menengadah. Satu tangannya mencengkeram lenganku dan satunya menekan tetekku. Aku makin meronta-ronta tak karuan. Puncak kenikmatan diikuti semburan sperma yang kuat di dalam vaginaku, menyembur berulang kali, seperti yang pernah kulihat. Oh, terasa banyak sekali cairan kental dan hangat menyembur dan memenuhi vaginaku, hangat sekali dan terasa sekali cairan yang keluar seolah menyembur seperi air yang memancar kuat. Setelah selesai, Mas Pajang memiringkan tubuhnya dan tangannya tetap meremas lembut payudaraku sambil mencium wajahku. Aku senang dengan perlakuannya terhadapku.

“Atika, kamu luar biasa, kemaluanmu pintar dan nikmat sekali, masih sempit tetapi kuat” pujinya sambil membelai dadaku.
“Kamu juga. Kamu hebat. Bisa membuat aku orgasme beberapa kali, dan baru kali ini aku bisa orgasme beberapa kali dan merasakan penis raksasa. ..”
“Jadi kamu suka dengan punyaku?” godanya sambil menggerakkan penisnya dan membelai belai wajahku.
“Ya …. Mas Pajang, kamu punya kemaluan yang besar , keras dan tahan lama tak seperti almarhum suamiku dulu” jawabku jujur dan memang sebelumnya aku hanya penasaran dan hanya bisa membayangkannya, tapi ternyata memang luar biasa.

Mas Pajang memang sangat pandai memperlakukan wanita. Dia tidak langsung mencabut penisnya, tapi malah mengajak mengobrol sembari penisnya makin mengecil. Dan tak henti-hentinya dia menciumku, membelai rambutku dan paling suka membelai tetekku. Aku merasakan cairan sperma yang bercampur cairanku mengalir keluar.

Aku berharap hamil dan mendapat seorang anak dari mas Pajang

Benar juga bila aku tadi memaksa mas Pajang minum jamu aku yang akan kuwalahan tidak minum jamu saja badanku seakan rontok mengimbangi permainannya

Incoming search terms:

  • cerita sex menantu
  • cerita dewasa menantu
  • cerita seks menantu
  • cerita sex dengan menantu
  • cersex menantu
  • cerita menantu
  • cerita sek menantu
  • kontol menantu
  • cerita sex ama menantu
  • sex menantu

Tags: #Cerita Mesum #Cerita Selingkuh #cerita sex #Cerita Sex Sedarah #selingkuh #terbaru 2016

Tinggalkan pesan "Cerita Dewasa 2016 – Tergoda Rayuan Maut Menantu"