Cerita Dewasa 2016 – Diajarin Ngentot Tante Sus

5816 views

Cerita Dewasa 2016 – Diajarin Ngentot Tante Sus | namaku Dani umurku saat ini 17 tahun dan
sedang duduk di bangku SMU swasta Kota Atlas. sering aku tinggal di rumah
sendirian.  Karena Memang  ayahku adalah pengusaha sukses yang sangat sibuk
dalam mengelola bisnisnya. Tak jarang pula ibuku ikut serta membantu bapak.

Cerita Dewasa 2016 - Diajarin Ngentot Tante Sus Cerita Dewasa 2016 - Diajarin Ngentot Tante Sus Cerita Dewasa 2016 - Diajarin Ngentot Tante Sus put

Cerita Dewasa 2016 – Diajarin Ngentot Tante Sus | Aku tinggal di kompleks  kelas menengah di sampingku rumah di diami
oleh kepala RT orangnya cukup berpengaruh di komplek tersebut. Umurnya sekitar
60 tahun. tapi masih kelihatan gagah. Pak RT mempunyai dua orang Istri. Yang
pertama namanya Tante Sus, wanita keturunan arab, kulitnya hitam manSus,
bodinya langsing. Meskipun usianya sudah 40-an, Tante Sus masih kelihatan
cantik, dia sangat pintar merawat diri.

Cerita Dewasa 2016 – Diajarin Ngentot Tante Sus | Dengan Tante Sus, Pak RT mempunyai dua orang putri yang
cantik-cantik, yang sulung namanya Sendy sedangkan adiknya namanya Mala, umur
keduanya hampir sebaya denganku. Istri keduanya namanya Tante Martinah, orang
Bandung, kulitnya putih bersih.Wajahnya mirip bintang sinetron Titi Kamal. Bodynya aduhai,
montok, padat berisi. Mungkin karena dia sering fitness, apalagi Tante Martinah
senang berpakaian sexy sehingga menonjolkan lekuk-lekuk tubuhnya. Membuat
laki-laki manapun yang memandangnya terangsang dan berpikiran ngeres.

Tante Martinah orangnya supel dan pintar bergaul, sering dia
ngobrol-ngobrol dengan anak muda seusiaku, tentunya juga termasuk aku.

Oke… lanjut ke awal mula kejadian nya. Kejadian ini
bermula ketika orang tuaku pergi seminggu keluar kota untuk keperluan usaha.
Aku ditinggal sendirian dirumah. Sedangkan pembantuku dipecat ibuku tiga hari
sebelumnya karena ketahuan mencuri uang ibuku. Sehingga aku yang sendirian
merasa sangat kesepian.

Cerita Dewasa 2016 – Diajarin Ngentot Tante Sus | Suatu sore Aku duduk diruang tamu sambil melamun. Untuk
menghilangkan kesepianku, aku masukk ke dalam rumah lalu kuputar VCD saru yang
baru aku pinjam dari temanku. Filmnya tentang seorang cewek bule yang sedang disetubuhi
dua orang negro.Satu orang negro sedang dikulum tititnya, sedangkan yang
satunya lagi sedang ngentot cewek bule itu dari belakang dengan posisi
nungging. Sekitar 20 menit mereka berganti posisi, satu orang negro sedang
rebahan diranjang sambil memasukkan tititnya kelubang anus cewek bule itu, yang
telungkup diatasnya.Sedangkan negro yang satunya lagi sedang menggenjot vagina
cewek itu. Desahan dan erangan mereka sangat membuatku terangsang. Kuraba-raba celana
pendekku (aku sudah tidak pakai celana dalam), tititku sudah  mengeras.Semakin lama kuraba semakin keras. Kukocok-kocok naik turun.
Birahiku memuncak ingin disalurkan, tapi aku tidak tahu harus kemana
menyalurkannya.

“Lagi ngapain Dan?” suara seorang wanita mengejutkanku.

Ternyata Tante Martinah sudah berdiri disamping pintu. Seperti
biasa, Dia berpakaian sangat sexy, dengan kaos ketat dan rok super mini. Dia
memandang ke arah celanaku. Saking terkejutnya aku lupa menaikkan celanaku,
sehingga dia dengan bebas bisa melihat tititku yang sedang tegang penuh,
mengacung-acung seolah olah menantangnya berperang

“Maaf.. maaf.. Tante” sahutku terbata-bata.

“Akh, nggak apa-apa kok, kamu khan udah gede”.

“Wah, tititmu gede juga ya, udah pernah dimasukkin ke anunya
cewek belum?” tanyanya cuek.

“Be.. belum pernah Tante” sahutku.

“Mau nggak dimasukin ke punya Tante?, Tante pingin nih
ngerasain tititmu” katanya meminta.

Kemudian dia menutup pintu dan menguncinya. Dia berjalan
mendekat kearahku. Duduk dSusampingku.

“Tapi saya belum
pernah Tante” jawabku.

“Tante ajarin, mau khan?” katanya sedikit memaksa.

Tanpa menunggu jawabanku, dia menaikkan kedua kakinya
kepangkuanku. Tangannya meraba-raba tititku, aku gemetar. Baru kali ini tititku
dipegang seorang wanita. Dia mendekatkan wajahnya kewajahku, diciumnya bibirku.

Lidahku dihisapnya. Aku membalas juga hisapannya. Lidahku
dan lidahnya tumpang, tindih saling hisap . sesekali hisapannya diarahkan ke leherku.
Kemudian ditariknya tanganku, gelora birahi.com diletakan dikedua buah dadanya
yang entah bagaimana aku menjelaskan. Mungkin seperti jelly.

Kuremas-remas buah dadanya, dia menggelinjang tak tahu lah
ekspresi apa, aku harap dia keenakan. Kutarik kaos ketatnya, aku terperangah,
dia tidak memakai BH, buah dadanya padat dan kenyal. Kulepaskan hisapan bibirnya,
lalu kuhisap buah dadanya, dia mendesah, sambil tangannya terus mengocok-ngocok
tititku.

Beberapa menit berlalu, dia berdiri, lalu melepaskan rok
mininya. Maka terpampanglah pemandangan yang luar biasa. Aku bisa melihat
dengan jelas vaginanya yang merah kehitaman, sangat indah. dicukur rapi dan
bersih.

Kemudian dia berlutut dilantai, dihadapanku. Wajahnya
didekatkan keselangkanganku. Ditariknya celana pendekku. Bibirnya mendekati
kepala tititku, dan mulai menjilati kepala tititku, terus kepangkalnya.

“Akkh.. aow.. oohh.. nikmat Tante, gelliii” aku mengerang
ketika dia mulai mengulum tititku.

Hampir seluruh batang tititku masuk kemulutnya yang legit.  Tititku keluar masuk dimulutnya. Berdenyut denyut
Nikmat sekali. Tak ketinggalan, buah pelirkupun diseruputnya. Puas mengulum tititku,
kemudian Tante Martinah berdiri dihadapanku.

Vaginanya berada pas diwajahku. Dia menarik kepalaku,
mendekatkannya pada vaginanya. Aku mengerti maksudnya, minta dijilati
vaginanya. Kujulurkan lidahku. Aku mulai dengan menjilati pangkal pahanya,
terus mendekati bibir vaginanya.

“Aow.. oohh.. nikmat.. sayang, teruss.. terus” dia
mendesah-desah ketika aku memasukkan lidahku ke lubang vaginanya.

Kusedot-sedot, kugigit-gigit klitorisnya. Dijepitnya
kepalaku. Hampir seluruh isi vaginanya kujilati, sampai vaginanya basah.

“Akkhh.. akuu.. nggak kuatt.. sayang, kita mulai aja”
ajaknya. cerita hot tante

Dia menurunkan tubuhnya perlahan-lahan kepangkuanku.
Dipegangnya tititku, diarahkannya tepat kelubang vaginanya. Dia mulai
memasukkan tititku sedikit demi sedikit. Semakin lama semakin dalam. Sudah
setengah batang tititku masuk. Sampai disini dia berhenti sejenak mengatur posisi.
Kakinya berlutut disofa. Aku tak mau ketinggalaan, kuambil kesempatan.
Kusodokkan tititku.

Dia menjerit ketika tititku amblas dilubang vaginanya. Sejenak
kemudian Dia mulai menaik turunkan pantatnya dipangkuanku. Tititku serasa
dijepit dan dipijit-pijit lubang vaginanya yang sempit.

“Gimana sayang enak khan?” tanyanya.

“Enakk sekali Tante, vagina Tante sempit sekali” jawabku.

“Sudah lama sekali Tante tidak merasakannya sayang”.

“Pak RT tak pernah memberiku kepuasan” dia menggerutu.

“Emangnya Pak RT impoten Tante?” tanyaku.

“Iya, iya sayang” jawabnya singkat.

Kupeluk pinggangnya erat-erat. Bibirku menghisap-hisap buah
dadanya. Kubantu gerakkannya dengan menyodok-nyodokan pantatku keatas. Dia
mengerang-erang merasakan nikmat. Matanya merem melek.

Semakin lama semakin cepat dia menggerak-gerakkan pantatnya,
sesekali pantatnya diputar-putar. Aku merasakan nikmat yang tiada tara. Tititku
serasa dipelintir vaginanya. Sudah sekitar 30 menit kami berpacu dalam
kenikmatan. Nafasnya dan nafasku saling memburu. Peluh kami bercucuran.

“Akh.. oohh.. aku tidak kuat sayang, akuu.. mauu.. keluarr”
dia menjerit-jerit. Kurasakan vaginanya berkedut-kedut.

“Akuu.. juga Tante” sahutku ngos-ngosan.

“Keluarin didalem aja sayang, aku ingin punya anak darimu”
pintanya memelas.

“Crott! Crott! Crott!” Aku menumpahkan sperma yang sangat
banyak di lubang vaginanya.

“Kamu puas khan sayang?” tanyanya.

“Puas sekali Tante” sahutku pendek.

Kami beristirahat sejenak. Kemudian kekamar mandi untuk
membersihkan badan. Siraman air membuat badanku segar kembali.

“Aku pingin lagi sayang, kamu mau khan?” tanyanya meminta..

Aku tidak menjawabnya. kutarik tubuhnya, kubawa kekamarku
dan kurebahkan diranjangku. aku merangkak diatas tubuhnya dengan posisi sungsang.
Selangkanganku berada diatas wajahnya, sedangkan wajahku tepat diatas
vaginanya.

Aku mulai menjilati dinding vaginanya. Dia
menggerinjal-gerinjal dan menjepit kepalaku. Seluruh dinding vaginanya
kujilati. Kucari-cari klitorisnya. Kusedot-sedot dengan lidahku. Sesekali
kugigit. Dia meringis.

Dengan jari-jariku kutusuk-tusuk lubang anusnya. Sesekali
kujilati lubang anusnya. Tante Martinah tak mau ketinggalan. Dia menjilati tititku,
dari kepala sampai pangkal tititku tak luput dari jilatannya.

“Sstt!” Aku mendesah ketika dia mengulum tititku. Dia sangat
lihai memainkan lidahnya. Tititku yang tadi mengecil, sedikit demi sedikit
mengeras didalam mulutnya. luar biasa kenikmatan yang kudapatkan. Tante Martinah
memang benar-benar profesional. Seluruh batang tititku dijilatinya.

“Oohh.. aku tidak tahan sayang, kita mulai aja” pintanya.

Kuturunkan tubuhku dari tubuhnya. Aku berdiri dipinggir
ranjang. Kutarik tubuhnya kepinggir, hingga kedua kakinya menjuntai. Aku
mendekatkan tititku kelubang vaginanya. Sedikit demi sedikit tititku masuk
kelubang vaginanya.

“Sstt!” Dia mendesis. Sudah seluruh batang tititku amblas
ditelan lubang vaginanya yang basah dan memerah. Kugoyang-goyangkan pantatku.
Tante Martinah membantuku dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya. aku merasakan
sensasi yang luar biasa. 10 menit berlalu, kuganti posisi. Kutarik tititku.
Kakinya kunaikkan keduanya. Aku memasukkannya lagi. Dan mulai menggenjotnya.

“Akhh.. akuu.. mauu.. keluarr.. sayang” dia mengerang. Vaginanya
berkedut-kedut. Vaginanya menjepit tititku.

“Akhh.. aku keluarr.. sayang” dia melenguh.

kurasakan vaginanya basah oleh cairan. Tante Martinah telah
mencapai orgasme sedangkan aku belum apa-apa. Kubalikkan tubuhnya. Kuminta dia
menungging. dia menuruti aja perintahku. Kudekatkan tititku yang masih tegang ke
lubang anusnya.

“Kamu mau apain anusku sayang” tanyanya ketika kepala tititku
menyentuh lubang anusnya.

“Jangan, jangan di lubang itu sayang, sakit” teriaknya

Aku tidak mempedulikannya. Kumasukkan kepala tititku
kelubang anusnya. Mulanya agak susah tapi akhirnya masuk juga. Kutekan
pelan-pelan hingga seluruh batang tititku amblas. Aku mulai menggerakkan
pantatku maju mundur. Kutuk-tusuk lubang anusnya.

“Oohh.. enakk.. sayang, kamu pintar” pujinya ketika dia
sudah mulai merasakan nikmatnya disodomi. Sekitar 5 menit tititku keluar masuk
dilubang anusnya. Kurasakan tititku berkedut-kedut.

“Akkhh.. aku mau keluarr.. Tante” aku berteriak hSusterSus.

Kisah Sex, Crott! Crott! Crott! Kutumpahkan spermaku lubang anusnya.
Kudiamkan beberapa saat. Lalu kutarik tititku. Kuarahkan ke wajahnya. Kuminta
dia menjilati spermaku. Dengan lahapnya Tante Martinah menjilati sisa-sisa
spermaku, sampai bersih dijilatinya. Tanpa rasa jijik sedikitpun.

“Kamu hebat sayang, aku puas sekali” pujinya.

“Kamu mau khan memberiku kepuasan seperti ini lagi?”
pintanya. Aku mengangguk aja. Menyetujui permintaannya.

“Kalo kamu pengin lagi, datang aja ke kamarku”.

“Masuknya lewat jendela ya! Kalo lampu kamarku mati, berarti
Pak RT nggak di rumah”.

“Ketok kaca jendela tiga kali, akan kubukakan untukmu, OK”
dia menerangkannya untukku.

Kisah Dewasa, Kurebahkan tubuhku disampingnya. Kami tertidur setelah
mencapai puncak kenikmatan yang luar biasa. Malam itu Tante Martinah menginap
dikamarku. Sampai pagi kami merengkuh kenikmatan.

Incoming search terms:

  • diajarin ngentot
  • cerita dewasa diajarin tante ngentot dubur
  • cerita dewasa dengan tante
  • cerita porno ngentot diajarin tante ramai2
  • cerita dewasa diajarin mamah temanku
  • cerita dewasa diajarin tante
  • cerita diajari sex tante
  • diajarin ngentot tante bela
  • www gelora birahi com
  • cerita diajari ngentot

Tags: #cerita dewasa #Cerita Mesum #cerita sex #cerita tante girang #terbaru 2016

Tinggalkan pesan "Cerita Dewasa 2016 – Diajarin Ngentot Tante Sus"